NCPI–InvestHK Dorong Pengusaha Indonesia Jadikan Hong Kong Pintu Ekspansi Bisnis Asia
- account_circle Admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kolaborasi kelima NCPI dan InvestHK membuka peluang pengusaha Indonesia memperluas bisnis, membangun jaringan regional, hingga menembus pasar Tiongkok dan internasional.
BADUNG — DPP Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) bersama Invest Hong Kong (InvestHK) kembali memperkuat penjajakan kerja sama bisnis Indonesia-Hong Kong melalui forum Hong Kong Where Business Goes to Grow di Badung, Kamis (11/8).
Pertemuan tersebut menjadi agenda kelima NCPI dengan InvestHK. Forum ini diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha Indonesia mengenai peluang bisnis di Hong Kong sekaligus membuka akses terhadap jaringan dan pasar internasional.

Ketua Umum DPP NCPI Dr. Gusti Kade Sutawa, SE., MM., MBA., mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan bisnis antara pelaku usaha Indonesia dan Hong Kong.
“Ini adalah pertemuan DPP NCPI yang kelima dengan Hong Kong Invest. Tujuannya untuk mempererat hubungan bisnis dengan mereka,” kata Kade Sutawa.
Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan paparan mengenai ekosistem bisnis Hong Kong, keunggulan akses pasar, serta berbagai layanan dukungan yang disediakan InvestHK bagi perusahaan yang ingin mengembangkan bisnis di Hong Kong.

Kade Sutawa menjelaskan, kegiatan tersebut saat ini masih berada pada tahap edukasi dan pengenalan bagi pengusaha Indonesia yang memiliki rencana membuka kantor maupun mengembangkan jaringan usaha di Hong Kong.
“InvestHK merupakan bagian dari pemerintah Hong Kong. Jadi akan banyak kemudahan yang bisa didapatkan jika berbisnis di Hong Kong melalui mereka. Mereka akan bantu,” ujarnya.
Menurut dia, peluang tersebut mulai mendapat respons dari sejumlah pelaku usaha yang hadir. Pengusaha asal Korea Selatan yang telah memiliki investasi di Bali disebut turut menunjukkan ketertarikan untuk mengembangkan bisnis di Hong Kong.

Selain itu, terdapat pula pengusaha Bali yang memiliki jaringan klien dari Rusia dan mulai melihat Hong Kong sebagai salah satu pilihan untuk pengembangan investasi maupun jaringan bisnis.
Ketertarikan serupa juga muncul dari jajaran pengurus DPP NCPI dan pelaku usaha lainnya yang dinilai memiliki potensi untuk membuka jaringan bisnis di Hong Kong.
Dalam kesempatan itu, Deputy Head of Consumer and Hospitality InvestHK Angelica Leung memaparkan berbagai peluang dan kemudahan bagi perusahaan yang ingin menjadikan Hong Kong sebagai basis pengembangan usaha.
Menurutnya, peluang investasi terbuka di berbagai sektor, mulai dari jasa keuangan, hospitality, sumber daya manusia, makanan, hingga ritel.
Posisi strategis Hong Kong sebagai salah satu pusat perdagangan dan logistik dunia dinilai dapat membantu perusahaan memperluas penetrasi ke pasar internasional sekaligus membuka akses ke pasar Tiongkok Daratan.
InvestHK sendiri merupakan departemen Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) yang memiliki mandat untuk menarik dan mempertahankan investasi asing langsung yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Hong Kong.
Lembaga tersebut juga menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan bagi perusahaan internasional, usaha kecil dan menengah, maupun perusahaan multinasional yang ingin mendirikan kantor atau mengembangkan bisnis di Hong Kong.
Layanan tersebut diberikan mulai dari tahap perencanaan, pendirian usaha, peluncuran hingga ekspansi bisnis.
Selain menjadi pusat perdagangan dan keuangan, Hong Kong juga diposisikan sebagai salah satu basis pengelolaan kekayaan dan family office bagi individu dengan kekayaan sangat besar (ultra-high-net-worth individuals/UHNWI).
Sementara itu, Assistant Manager of Business and Talent Attraction/Investment Promotion InvestHK Cosmas Oktavianus Santosa mengatakan Hong Kong memiliki karakteristik sistem ekonomi, hukum dan keuangan yang berbeda dari Tiongkok Daratan sehingga memberikan fleksibilitas bagi investor internasional.
“Hong Kong pilihan yang tepat untuk melakukan investasi karena memiliki sistem tersendiri dari Pemerintah China Daratan, lebih fleksibel,” kata Cosmas.
Ia menilai karakteristik tersebut memberikan kepastian bagi investor dalam mengelola berbagai instrumen investasi global, termasuk fleksibilitas dalam mengelola arus investasi.
Cosmas juga menyebut banyak perusahaan besar asal Tiongkok yang tercatat di bursa Hong Kong. Kondisi tersebut semakin memperkuat posisi Hong Kong sebagai penghubung antara modal global dengan pertumbuhan ekonomi Asia.
“Untuk itu, kami berharap perusahaan-perusahaan Indonesia mendapat ketenangan dan kepastian. Hong Kong tetap stabil, memperkuat hubungan internasional, tetap sebagai basis di Asia serta bisnis mereka semakin kuat dalam dunia global,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputy Head of Consumer and Hospitality InvestHK Angelica Leung, Assistant Manager of Business and Talent Attraction/Investment Promotion InvestHK Cosmas Oktavianus Santosa, serta jajaran DPP NCPI.
Kade Sutawa didampingi Advisor NCPI Jero Gede Witama yang juga merupakan bagian dari Group Aman Resort, Ketua NCPI Bali Agus Maha Usadha, Ketut Ngastawa, Wayne dari Korea, Ussyana Dethan, serta perwakilan KADIN Denpasar.
Melalui pertemuan kelima tersebut, NCPI dan InvestHK membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia untuk mengenal Hong Kong bukan hanya sebagai destinasi bisnis, tetapi juga sebagai platform strategis menuju pasar Asia dan jaringan global.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar