UHA HR Gathering #2 Bahas Kebijakan Ketenagakerjaan, Perkuat Sinergi Industri Hospitality dan Pemerintah
- account_circle Ray
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sekitar 70 profesional HR hotel di Ubud mengikuti forum “HR Meets Government” untuk memperbarui pemahaman regulasi, perizinan, hubungan industrial, hingga perlindungan tenaga kerja.
UBUD, BALI — Ubud Hotels Association (UHA) kembali memperkuat komunikasi antara industri perhotelan dan pemerintah melalui HR Gathering #2 bertajuk “HR Meets Government”. Forum ini menjadi ruang bagi para profesional Human Resources (HR) untuk memperoleh informasi langsung mengenai perkembangan kebijakan ketenagakerjaan dan pelayanan perizinan yang berkaitan dengan operasional industri hospitality.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 profesional HR yang mewakili hotel anggota UHA. Pertemuan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UHA membangun forum kolaboratif yang tidak hanya berorientasi pada pertukaran informasi, tetapi juga memperkuat jejaring serta hubungan antara pelaku industri perhotelan dengan pemerintah.
Turut hadir Ketua PHRI Kabupaten Gianyar Gede Paskara Karilo yang memberikan dukungan terhadap penguatan komunikasi dan sinergi antara sektor hospitality dan pemerintah.
Chairman UHA Putu Surya Arysoma juga mendampingi rangkaian kegiatan tersebut. UHA sendiri merupakan organisasi nirlaba yang beranggotakan pelaku industri perhotelan dan memiliki perhatian terhadap pengembangan berkelanjutan sektor hospitality di Gianyar.
Salah satu pendiri Ubud HR, Dewi Aprilianti, mengatakan posisi HR memiliki peran strategis dalam memastikan perusahaan memahami sekaligus mengikuti perkembangan regulasi yang berlaku.

“HR merupakan posisi yang sangat krusial dalam sebuah perusahaan. Karena itu, penting bagi kami untuk mendapatkan informasi yang ter-update secara langsung dari government, khususnya mengenai kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan operasional perusahaan,” ujar Dewi Aprilianti.
Menurut Dewi, komunitas Ubud HR telah menjadi bagian dari perjalanan profesional HR di Ubud selama satu dekade. Komunitas tersebut dibangun pada 2016 bersama Gede Suherman dan Dewi Rusmayanti dan hingga kini terus menjalankan berbagai program bagi anggotanya.
“Flashback sedikit, Ubud HR ini kami dirikan pada tahun 2016 bersama Pak Herman dan Bu Dewi Rusmayanti. Sampai sekarang masih eksis dan setiap tahun selalu menjalankan program-program yang tentunya bermanfaat bagi member,” tambahnya.
Dalam HR Gathering #2, UHA menghadirkan sejumlah narasumber dari instansi pemerintah dan lembaga terkait. Mereka yakni Meirita, S.IP., M.Si., Kepala Bidang Bina Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali; Ngurah Subagia dari PTSP Provinsi Bali; serta Anak Agung Ngurah Gede Ardhiyan Bayu Septa dari BPJS Ketenagakerjaan Gianyar.
Kehadiran para narasumber memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan pemahaman langsung mengenai hubungan industrial, pengawasan ketenagakerjaan, pelayanan perizinan, serta aspek perlindungan dan kesejahteraan pekerja.
Forum tersebut juga menjadi relevan dengan peran UHA dalam pengembangan sumber daya manusia dan hubungan pemerintah. Program UHA memang mencakup pengembangan SDM melalui pelatihan dan peningkatan profesionalisme, sekaligus membangun hubungan dengan pemerintah untuk mendukung kepentingan industri hospitality.
Selain sesi edukasi dan berbagi pengetahuan, HR Gathering #2 dilengkapi kegiatan team building yang dipandu Psikolog Ayun. Berbagai aktivitas interaktif dirancang untuk memperkuat komunikasi, membangun kedekatan antarpeserta, serta meningkatkan rasa kebersamaan dan solidaritas di kalangan profesional HR hotel di Ubud.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa peran HR dalam industri hospitality tidak hanya berkaitan dengan administrasi sumber daya manusia, tetapi juga menjadi salah satu penghubung penting antara perusahaan, pekerja, dan pemerintah.
Melalui forum “HR Meets Government”, UHA mendorong agar komunikasi antara industri dan pemerintah terus terbangun secara terbuka sehingga perkembangan kebijakan dapat dipahami lebih baik oleh pelaku usaha dan diterapkan secara tepat di lingkungan kerja.
Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan juga datang dari The Medical yang turut berkomitmen mendukung kegiatan komunitas hospitality, khususnya dalam mendorong terciptanya lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
HR Gathering #2 akhirnya tidak hanya menjadi forum berbagi informasi mengenai regulasi, tetapi juga ruang memperkuat jejaring profesional. UHA berharap pertemuan semacam ini dapat terus menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah dan industri perhotelan demi mendukung perkembangan hospitality Ubud.
Langkah tersebut sejalan dengan arah UHA sebagai wadah yang mendorong anggotanya untuk saling terhubung, berbagi pengetahuan, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem hospitality Ubud.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar