Breaking News
light_mode

Di Balik Ketegangan Selat Hormuz, Warga Bandar Abbas Mulai Bangkit dari Luka Perang Iran-AS

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDAR ABBAS – Aktivitas para nelayan di Pelabuhan Bandar Abbas, Iran, perlahan kembali bergeliat setelah berbulan-bulan kawasan Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling berbahaya di dunia akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

 Para nelayan telah kembali ke perairan sekitar Bandar Abbas.

Meski gencatan senjata mulai berlaku, jejak peperangan masih terlihat jelas di kota pelabuhan yang memiliki peran strategis bagi perdagangan energi global tersebut.

Dikutip dari BBC, Bandar Abbas menjadi lokasi pertama yang dikunjungi jurnalis internasional di sisi Iran Selat Hormuz sejak konflik pecah. Kota yang berada di pesisir selatan Iran itu merupakan pintu gerbang menuju Selat Hormuz, jalur pelayaran yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia pada masa normal.

Saat konflik memuncak, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memberlakukan pembatasan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi selat tanpa izin. Langkah tersebut membuat lalu lintas pelayaran praktis terhenti, memicu lonjakan harga minyak dunia serta mengganggu rantai pasok internasional.

Di sisi lain, Amerika Serikat merespons dengan memblokade kapal-kapal yang menggunakan pelabuhan Iran di kawasan Teluk. Kondisi itu membuat para nelayan setempat kehilangan mata pencaharian karena laut berubah menjadi zona pertempuran.

Kini, setelah Selat Hormuz dibuka kembali secara terbatas berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, sebagian nelayan mulai kembali melaut. Meski demikian, sejumlah kapal kargo masih terlihat menunggu izin dari otoritas Iran untuk melintasi perairan tersebut.

Dalam perjalanan menyusuri Selat Hormuz, diinfo dari BBC menyaksikan dua kapal kontainer yang disita IRGC pada April lalu masih berlabuh dan belum dibebaskan. Iran sebelumnya menuduh kapal-kapal tersebut melanggar aturan pelayaran dan membahayakan keamanan maritim.

Bandar Abbas memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi Iran. Selain menjadi pelabuhan utama, kota ini juga menjadi markas Angkatan Laut Iran dan armada laut IRGC, sehingga menjadi sasaran berbagai serangan selama konflik berlangsung.

Di balik mulai pulihnya aktivitas ekonomi, dampak perang masih membekas di berbagai sudut kota. Salah satunya sebuah kompleks apartemen di Jalan Khushnoodi yang hancur akibat serangan udara Israel pada 26 Maret lalu. Separuh bangunan runtuh menjadi puing-puing, sementara bagian lainnya masih berdiri dengan kondisi rusak parah.

Fatima, seorang pengusaha berusia 40 tahun yang berkantor di gedung tersebut, mengatakan banyak keluarga tinggal di apartemen itu.

“Saya mengenal banyak keluarga yang tinggal di sini. Ada ibu-ibu dan anak-anak yang sedang tidur ketika serangan terjadi. Tiga orang meninggal dunia, salah satunya seorang perwira militer yang tinggal bersama keluarganya. Namun ini bukan pangkalan militer,” ujarnya kepada awak media.

Militer Israel menyatakan sasaran serangan tersebut adalah Komandan Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri. Empat hari kemudian, Iran mengonfirmasi Tangsiri tewas dalam serangan tersebut.

Menurut data Armed Conflict Location and Event Data Project (Acled), sedikitnya terjadi 96 serangan udara Amerika Serikat di sekitar Bandar Abbas sejak konflik dimulai hingga gencatan senjata diberlakukan pada 8 April. Sebagian besar menyasar fasilitas militer, termasuk markas IRGC, lokasi rudal, aset angkatan laut, hingga pangkalan udara yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman.

Sementara itu, Bulan Sabit Merah Iran mencatat sedikitnya 261 orang tewas di Provinsi Hormozgan, termasuk warga sipil maupun personel militer.

Meski demikian, Wali Kota Bandar Abbas, Mehdi Nobani, menegaskan Iran tidak menganggap negaranya melemah akibat perang. Ia menilai Amerika Serikat dan Israel gagal mencapai tujuan utama mereka, termasuk mengganti pemerintahan Iran.

Nobani juga memperingatkan bahwa apabila gencatan senjata runtuh, Iran tidak akan ragu kembali menutup Selat Hormuz.

Di tengah pasar tradisional Bandar Abbas, kehidupan masyarakat mulai berangsur normal. Toko-toko kembali buka dan aktivitas perdagangan berlangsung seperti biasa. Namun beban ekonomi masih dirasakan banyak warga.

Fatemeh, pedagang buah berusia 55 tahun, mengaku keluarganya kini hanya bergantung pada penghasilannya setelah sang anak kehilangan pekerjaan selama perang berlangsung.

“Kami tidak menginginkan perang. Saat bom jatuh, kami ketakutan. Kami hanya ingin hidup tenang,” katanya.

Warga lainnya, Masoumeh, menilai setiap peperangan selalu meninggalkan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat.

“Perang memengaruhi ekonomi dan kehidupan semua orang. Kami hanya bisa berharap situasi ini benar-benar berakhir,” ujarnya.

Meski aktivitas pelayaran mulai pulih, Selat Hormuz diperkirakan tetap menjadi titik krusial dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat. Bagi masyarakat Bandar Abbas, perdamaian bukan hanya soal diplomasi, melainkan harapan agar mereka dapat kembali bekerja dan menjalani kehidupan tanpa ancaman serangan udara.

Sumber: BBC

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Bali Merdeka Saja Kalo Begini” Tokoh Bali Mendesak Presiden Realisasikan Ground Breaking Bandara Bali Utara

    “Bali Merdeka Saja Kalo Begini” Tokoh Bali Mendesak Presiden Realisasikan Ground Breaking Bandara Bali Utara

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    DENPASAR – Tokoh Masyarakat Bali, Para Penglingsir Bali dan masyarakat secara luas mendesak Presiden segera merealisasikan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Bandara Bali Utara di Kabupaten Buleleng. Desakan itu mencuat dalam pertemuan antara jajaran PT BIBU dengan sejumlah tokoh puri dan masyarakat Bali, Kamis (12/2), di Jalan Soputan, Denpasar. Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh, […]

  • Misteri Pipa Baigong di Cina, Jejak Peradaban Kuno atau Fenomena Alam?

    Misteri Pipa Baigong di Cina, Jejak Peradaban Kuno atau Fenomena Alam?

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 28Komentar

    CINA – Di dekat Gunung Baigong, sebuah formasi batu berusia sekitar 150.000 tahun menyimpan salah satu teka-teki arkeologi paling membingungkan: Pipa Baigong. Struktur berbentuk pipa logam berwarna karat itu menonjol dari dinding gua dan memanjang hingga ke danau air asin di sekitarnya, dengan beberapa bagian bahkan terkubur jauh di dalam batu. Tata letaknya yang geometris […]

  • Lima Tipe Pribadi Berenergi Negatif yang Perlu Dibatasi, Demi Kesehatan Mental

    Lima Tipe Pribadi Berenergi Negatif yang Perlu Dibatasi, Demi Kesehatan Mental

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, para pemerhati psikologi sosial mengingatkan pentingnya mengenali lingkungan pergaulan. Interaksi yang tidak sehat dinilai dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang secara signifikan, bahkan menghambat pertumbuhan pribadi. Sejumlah karakter dengan pola perilaku tertentu disebut kerap membawa energi negatif dalam hubungan sosial. Meski tidak untuk dimusuhi, tipe-tipe […]

  • Tutur Ayu, Jejak Pengabdian Tiga Guru Seni dalam Pameran di Santrian Gallery

    Tutur Ayu, Jejak Pengabdian Tiga Guru Seni dalam Pameran di Santrian Gallery

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR – Tiga seniman sekaligus pendidik yang tergabung dalam kelompok Soko Guru menggelar pameran seni bertajuk “Tutur Ayu” di Santrian Gallery. Pameran ini menampilkan karya-karya I Ketut Marra, I Wayan Santrayana, dan I Gede Budiartha, tiga guru seni yang telah memasuki masa pensiun namun tetap melanjutkan pengabdian melalui karya seni. “Pameran ini menjadi ruang ekspresi […]

  • Prof Anom Sepakat dengan Puan, Soroti Koster yang Diduga Abai Terhadap Peringatan Dini Sektor Pariwisata photo_camera 4

    Prof Anom Sepakat dengan Puan, Soroti Koster yang Diduga Abai Terhadap Peringatan Dini Sektor Pariwisata

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 5Komentar

    DENPASAR – Gubernur Bali I Wayan Koster kembali menjadi sorotan tajam setelah dinilai terlalu optimistis dalam menanggapi isu pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pariwisata Bali. Pernyataannya yang menyebut isu PHK sebagai “kampanye hitam” dari pesaing destinasi wisata lain justru memicu kritik dari berbagai kalangan, termasuk akademisi pariwisata. Salah satu suara kritis datang dari Prof. […]

  • Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Jampi Pawukon, Ritual Herbal Jawa dalam Pengalaman Menginap

    Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Jampi Pawukon, Ritual Herbal Jawa dalam Pengalaman Menginap

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    YOGYAKARTA — Royal Ambarrukmo Yogyakarta menghadirkan pengalaman budaya yang sarat makna melalui Jampi Pawukon, ritual herbal tradisional Jawa yang ditawarkan kepada para tamu sebagai bagian dari pengalaman menginap. Program ini merupakan hasil kolaborasi eksklusif dengan Desa Wisata Sidorejo, Kulon Progo, sebagai wujud komitmen hotel dalam melestarikan warisan budaya sekaligus memperkaya pengalaman tamu. Pengalaman Jampi Pawukon […]

expand_less