Dari Pendidikan Hingga Ritel, Pengembangan KEK Kura Kura Bali Terus Berjalan
- account_circle Ray
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

Penyerahan hadiah utama kepada pemenang undian jalan sehat perayaan HUT ke-81 RI Kecamatan Sukawati yang dipusatkan di Desa Kemenuh.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sira Village Grand Outlet hadir dengan sekitar 130 toko, melengkapi pengembangan pendidikan, hunian, hospitality, dan aktivitas bisnis di kawasan seluas 498 hektare.
DENPASAR — Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali di Pulau Serangan, Denpasar, terus memasuki tahap baru. Proyek yang dikembangkan di atas kawasan sekitar 498 hektare itu mulai memperlihatkan keberagaman fungsi, dari pendidikan, ritel, hunian hingga hospitality.
Salah satu perkembangan terbaru ditandai dengan dibukanya Sira Village Grand Outlet Bali pada 31 Juli 2026. Fasilitas komersial tersebut dikembangkan melalui kolaborasi PT Bali Turtle Island Development (BTID) dengan Mitsubishi Estate Group.

Sira Village menghadirkan sekitar 130 toko yang memadukan sejumlah merek internasional dengan brand lokal Bali. Lokasinya yang berada sekitar 20 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga diarahkan untuk menjadi salah satu destinasi belanja dan rekreasi baru di kawasan tersebut.
Tak hanya area ritel, Sira Village dilengkapi fasilitas kuliner, area bermain, hingga penitipan bagasi. Kehadirannya menjadi bagian dari pengembangan kawasan Kura Kura Bali yang dirancang memiliki berbagai fungsi dalam satu ekosistem.

Enam Konsep Pengembangan
KEK Kura Kura Bali ditetapkan pemerintah pada 2023 dengan fokus pengembangan pada sektor pariwisata dan pendidikan. Dalam prosesnya, kawasan tersebut dikembangkan dengan konsep yang mencakup enam fungsi, yakni living, lifestyle, learning, leisure, longevity, dan landscape.
Di sektor pendidikan, ACS Bali telah beroperasi sejak 2025. Institusi pendidikan tersebut menerapkan kurikulum internasional, termasuk International Baccalaureate (IB), dan menjadi bagian dari ekosistem pendidikan internasional di kawasan Kura Kura Bali.

Pengembangan juga bergerak pada sektor hunian. BTID tengah membangun sejumlah vila dan menjajaki kerja sama dengan operator hotel internasional untuk menghadirkan fasilitas hospitality di dalam kawasan.
Dengan konsep tersebut, Kura Kura Bali tidak semata diarahkan sebagai kawasan yang bergantung pada arus wisatawan. Pengembangannya juga mencakup kebutuhan tempat tinggal, pendidikan, akomodasi, kegiatan usaha, hingga ruang aktivitas bagi komunitas internasional yang berada di Bali.
Dikembangkan Bertahap
Pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan karakter Pulau Serangan serta kondisi lingkungan di sekitarnya.
Presiden Direktur BTID, Tuti Hadiputranto, dalam pemberitaan Nikkei Asia, menyampaikan bahwa pengembangan Kura Kura Bali diarahkan untuk membangun lingkungan dengan kualitas hidup yang baik sembari menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, budaya Bali dan kelestarian lingkungan.
“Pengembangan kawasan diarahkan untuk menciptakan lingkungan dengan kualitas hidup yang baik, sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, budaya Bali, dan lingkungan,” ujar Tuti Hadiputranto.
Pendekatan tersebut antara lain diterapkan terhadap kawasan konservasi di bagian timur Pulau Serangan yang menjadi habitat penyu. Area tersebut tetap dipertahankan dan tidak menjadi lokasi pembangunan secara intensif.
Dalam menentukan mitra pengembangan, BTID juga mempertimbangkan kesamaan visi untuk jangka panjang. Kapasitas investasi bukan menjadi satu-satunya pertimbangan, tetapi juga kesesuaian dengan nilai budaya Bali dan komitmen terhadap prinsip keberlanjutan.
“Dalam memilih mitra, selain kapasitas investasi, kami mempertimbangkan keselarasan visi, kesesuaian dengan nilai budaya Bali, serta komitmen terhadap keberlanjutan,” demikian pernyataan BTID.
Menjaga Identitas Bali
Pengembangan KEK Kura Kura Bali juga diarahkan tetap mempertahankan karakter Pulau Serangan dan identitas Bali. Unsur budaya lokal serta kondisi lingkungan menjadi bagian dari pertimbangan dalam merancang fasilitas komersial maupun ruang publik.

Masuknya proyek ritel seperti Sira Village, ditambah perkembangan pendidikan, hunian dan hospitality, menunjukkan kawasan tersebut mulai membentuk ekosistem dengan fungsi yang lebih beragam.
Kura Kura Bali ke depan tidak hanya diposisikan sebagai tempat wisata dan rekreasi, tetapi juga sebagai kawasan untuk berkunjung, belajar, tinggal, bekerja, berbisnis dan menjalani aktivitas sehari-hari.
Pengembangan secara bertahap tersebut berlangsung di tengah posisi Bali yang terus berkembang sebagai destinasi pariwisata sekaligus pusat pendidikan, bisnis dan investasi internasional.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar