Breaking News
light_mode

Tere Liye Bela Alumni LPDP di Tengah Polemik Paspor Anak WNA: “Apa Dosanya?”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Polemik mengenai unggahan paspor warga negara asing (WNA) milik anak seorang alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berbuntut panjang di media sosial. Penulis novel ternama, Tere Liye, angkat bicara membela Dwi Sasetyaningtyas yang menjadi sasaran hujatan warganet dalam beberapa hari terakhir.

Melalui akun Facebook pribadinya, Tere Liye mempertanyakan dasar kemarahan publik terhadap Dwi. Ia menilai reaksi yang muncul cenderung berlebihan dan tidak proporsional.

“Apa sih dosa dari orang ini saat anaknya jadi WNA? Dia mencuri? Dia korup? Dia zalim?” tulisnya. Ia menegaskan, selama tidak ada tindak pidana atau pelanggaran hukum, persoalan tersebut tidak layak dibesar-besarkan apalagi dijadikan bahan perundungan.

Tere Liye juga menyinggung fakta bahwa Dwi merupakan penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Namun menurutnya, status sebagai alumni beasiswa negara tidak otomatis membuat seseorang kehilangan hak pribadi dalam menentukan pilihan hidup, termasuk terkait kewarganegaraan anak.

“Yang menjelekkan Indonesia itu yang korupsi, menyuap, menyogok,” tegasnya, menyiratkan bahwa persoalan moral bangsa seharusnya difokuskan pada pelanggaran hukum dan etika publik, bukan pada keputusan personal yang sah secara hukum.

Awal Mula Polemik

Kontroversi bermula dari unggahan Dwi di Instagram dan Threads yang memperlihatkan surat dari otoritas Inggris mengenai status anak keduanya sebagai British citizen. Unggahan tersebut kemudian viral dan menuai kritik, terutama karena Dwi diketahui sebagai penerima beasiswa LPDP yang bersumber dari dana publik.

Sebagian warganet mempertanyakan komitmen penerima beasiswa negara terhadap Indonesia apabila anggota keluarganya memiliki kewarganegaraan asing. Namun hingga kini, tidak ada informasi resmi yang menyatakan adanya pelanggaran kontrak beasiswa oleh Dwi.

Rekam Jejak Akademik dan Pengabdian

Dwi Sasetyaningtyas merupakan lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung dan meraih gelar magister di Delft University of Technology, Belanda, pada 2017 melalui program LPDP.

Dalam masa pengabdian 2017–2023, ia menginisiasi gerakan penanaman 10.000 mangrove sebagai bagian dari kontribusinya terhadap lingkungan dan masyarakat. Rekam jejak tersebut turut menjadi sorotan warganet yang membela, menilai bahwa kontribusinya tidak bisa diabaikan hanya karena polemik kewarganegaraan anak.

Ruang Privat dan Batas Penghakiman Publik

Polemik ini kembali memunculkan perdebatan mengenai batas antara ruang privat dan kepentingan publik, terutama bagi individu yang pernah menerima fasilitas negara. Di satu sisi, publik merasa berhak mengawasi penggunaan dana pendidikan. Di sisi lain, keputusan personal yang sah secara hukum dinilai tidak semestinya menjadi dasar penghakiman massal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak LPDP terkait polemik tersebut. Namun perdebatan di media sosial masih terus bergulir, memperlihatkan betapa isu nasionalisme, dana publik, dan pilihan pribadi kerap beririsan secara sensitif di ruang digital.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (12)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Pohon Asem di Jalanan Warisan Kolonial, Strategi, Fungsi, dan Manfaat yang Masih Terasa Hingga Kini

    Jejak Pohon Asem di Jalanan Warisan Kolonial, Strategi, Fungsi, dan Manfaat yang Masih Terasa Hingga Kini

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    BALI — Pohon Asem Jawa yang tumbuh berjajar di berbagai ruas jalan tua bukan ditanam secara kebetulan. Pada masa kolonial Belanda, penanaman pohon ini menjadi bagian dari strategi infrastruktur yang dirancang untuk menjawab kebutuhan praktis, navigasi, hingga keamanan perjalanan di wilayah tropis. Dalam catatan sejarah, pemerintah kolonial memilih Asem Jawa karena kemampuannya memberikan keteduhan alami […]

  • Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Ditunjuk Jadi Pelaksana Tugas

    Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Ditunjuk Jadi Pelaksana Tugas

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Presiden Prabowo Terima Surat Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Pemerintah Pastikan Stabilitas Moneter Tetap Terjaga JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri tersebut telah diterima Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (26/7/2026) dan pemerintah memastikan proses pergantian kepemimpinan di bank sentral akan berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan. Kepastian tersebut […]

  • Prabowo Tegaskan Pentingnya Peran AS di Hadapan Generasi Muda dan Investor di Washington DC

    Prabowo Tegaskan Pentingnya Peran AS di Hadapan Generasi Muda dan Investor di Washington DC

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    WASHINGTON DC — Presiden Prabowo Subianto menekankan agar generasi muda Indonesia tidak melupakan kontribusi penting Amerika Serikat dalam sejarah perjalanan bangsa saat menyampaikan pidato dalam Business Summit di US Chamber of Commerce, Rabu, 18 Februari 2026 waktu setempat, dikutip dari tirto.id Dalam acara yang digelar di Gedung USCC, Washington DC tersebut, Prabowo menggarisbawahi hubungan historis […]

  • Sertifikat Tumpang Tindih di Kubu Karangasem Diadukan ke Ombudsman, BPN Disorot Play Button

    Sertifikat Tumpang Tindih di Kubu Karangasem Diadukan ke Ombudsman, BPN Disorot

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    Tanah warisan bersertifikat sejak 1979 diduga tumpang tindih dengan sertifikat pihak lain seluas sekitar 1,2 hektare, BPN Karangasem diminta membuka proses penerbitannya. KARANGASEM – Persoalan dugaan tumpang tindih sertifikat tanah di wilayah Kubu, Kabupaten Karangasem, berujung ke Ombudsman RI Perwakilan Bali. Warga bernama Made Sunarta bersama kuasa hukumnya, Nengah Jimat, mendatangi Kantor Ombudsman RI Perwakilan […]

  • SPMB SMP Dwijendra Denpasar Dibuka, Sekolah Akreditasi A, Kepsek Made Ari Tawarkan Fasilitas Lengkap dan Pembelajaran Modern

    SPMB SMP Dwijendra Denpasar Dibuka, Sekolah Akreditasi A, Kepsek Made Ari Tawarkan Fasilitas Lengkap dan Pembelajaran Modern

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 20Komentar

    DENPASAR – Pendidikan menempati peran yang sangat penting dalam membentuk generasi muda yang berkualitas. Salah satu tahapan pendidikan yang krusial adalah pendidikan menengah pertama atau Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pendidikan SMP memberikan dasar yang kokoh bagi siswa untuk mengembangkan potensi mereka secara akademik, sosial, dan emosional. Di Kota Metropolitan Denpasar ada sekolah yang memiliki fasilitas […]

  • Ditjen Imigrasi Bentuk 18 Kantor Baru, Layanan Keimigrasian Kini Semakin Dekat ke Masyarakat

    Ditjen Imigrasi Bentuk 18 Kantor Baru, Layanan Keimigrasian Kini Semakin Dekat ke Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JAKARTA – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI mengumumkan pembentukan 18 kantor imigrasi baru di berbagai provinsi di Indonesia. Langkah ini merupakan upaya memperluas jangkauan layanan paspor, izin tinggal, serta pengawasan dan penindakan keimigrasian di seluruh wilayah Tanah Air. Keputusan ini didasari oleh persetujuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) […]

expand_less