Breaking News
light_mode

Perda Jadi Pajangan, Mangrove Dikorbankan! Sidakarya Dibuka, Benoa Membusuk

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Ketika Pemerintah Provinsi Bali mengesahkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai, publik dijanjikan satu hal: pesisir akan dijaga, bukan dieksploitasi. Namun di Bali Selatan, janji itu terdengar kosong. Di atas kertas, pantai dilindungi. Di lapangan, mangrove justru dibelah.

Di Sidakarya, koridor sepanjang hampir satu kilometer telah terbuka di kawasan mangrove, bukan oleh bencana alam, melainkan oleh aktivitas yang terencana. Citra satelit memperlihatkan perubahan itu terjadi dalam kurun dua tahun terakhir. Ini bukan lagi dugaan, melainkan fakta visual yang tak terbantahkan.

Ironisnya, dokumen lingkungan proyek FSRU LNG Sidakarya sendiri sudah mengakui potensi gangguan terhadap vegetasi mangrove akibat penggelaran pipa bawah laut. Risiko telah tertulis. Dampak telah diantisipasi. Tetapi proyek tetap melaju.

Pemerintah berkukuh proyek ini “lebih ramah lingkungan” karena digeser 3,5 kilometer ke lepas pantai. Narasi itu terdengar menenangkan, hingga publik melihat kenyataan di darat: akses dibuka, lahan mangrove dimanfaatkan, dan jalur pipa disiapkan menembus ekosistem yang seharusnya dilindungi.

Pembenaran pun datang dari berbagai level. Akses disebut untuk “monitoring.” Lahan 1,7 hektare disebut hanya untuk jalur pipa yang akan ditanam di bawah tanah. Semua terdengar teknokratis, terukur, dan terkendali. Tetapi satu pertanyaan mendasar tak pernah benar-benar dijawab: jika ini kawasan lindung, mengapa intervensi tetap dibuka?

Sementara itu, di Benoa, alarm ekologis sudah berbunyi keras. Ratusan mangrove mati massal. Bukan sekadar layu, tetapi mati dalam skala yang mengkhawatirkan. Peneliti Universitas Udayana menemukan indikasi pencemaran limbah minyak bumi dalam sampel tanah. Ini bukan lagi potensi risiko, ini adalah kerusakan yang sedang berlangsung.

Dalam situasi seperti ini, pemerintah tetap meminta publik untuk percaya bahwa proyek baru akan aman.

Masalahnya, kepercayaan tidak bisa dibangun di atas kontradiksi. Di satu sisi, pemerintah mengeluarkan perda perlindungan pantai. Di sisi lain, proyek infrastruktur tetap menembus kawasan yang sama. Di satu titik, mangrove mati karena dugaan pencemaran. Di titik lain, jalur pipa baru sedang disiapkan.

Bali Selatan hari ini bukan lagi ruang teori. Ia adalah lanskap yang sedang menunjukkan batas daya tahannya.

Perda Nomor 3 Tahun 2026 kini menghadapi ujian paling nyata: apakah ia benar menjadi pagar perlindungan, atau sekadar ornamen kebijakan yang tak berdaya di hadapan proyek strategis?

Jika Sidakarya tetap dibuka, jika jalur pipa tetap dipaksakan, dan jika transparansi tidak dijalankan secara penuh, maka pesan yang diterima publik sangat jelas: perlindungan pantai hanya berlaku selama tidak mengganggu kepentingan pembangunan.

Dan jika itu yang terjadi, maka yang benar-benar sedang dikorbankan bukan hanya mangrove, melainkan kredibilitas pemerintah itu sendiri.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Bali Periksa Dugaan Oknum Anggota Res Tabanan Bekingi Kasus Pencurian Alat DJ di Densel

    Polda Bali Periksa Dugaan Oknum Anggota Res Tabanan Bekingi Kasus Pencurian Alat DJ di Densel

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Propam Polda Bali memproses laporan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh anggota Polri yang disebut memiliki kedekatan dengan pihak terlapor dalam perkara pencurian alat DJ. DENPASAR – Polda Bali merespons laporan dugaan keterlibatan oknum anggota Polri dalam perkara dugaan pencurian satu unit alat DJ Pioneer XDJ-RR yang ditangani Polsek Denpasar Selatan (Densel). Laporan tersebut menyebut adanya dugaan […]

  • Racun Lebah Buka Harapan Baru Pengobatan Kanker Payudara

    Racun Lebah Buka Harapan Baru Pengobatan Kanker Payudara

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Peneliti Temukan Senyawa Melittin Mampu Hancurkan Sel Kanker Agresif dalam Waktu Kurang dari Satu Jam   DENPASAR – Dunia medis diguncang oleh sebuah temuan mengejutkan yang berpotensi mengubah arah pengobatan kanker. Para peneliti menemukan bahwa racun lebah, khususnya senyawa bernama melittin, mampu menghancurkan seluruh sel kanker payudara agresif hanya dalam waktu kurang dari 60 menit […]

  • Indonesia Terancam Tarif Tambahan AS, Trump Tegaskan BRICS Ingin Hancurkan Dolar

    Indonesia Terancam Tarif Tambahan AS, Trump Tegaskan BRICS Ingin Hancurkan Dolar

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara anggota dan sekutu BRICS, termasuk Indonesia, dengan mengancam pemberlakuan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap produk ekspor ke Amerika Serikat. Kebijakan ini dinilai berpotensi langsung memengaruhi kinerja ekspor Indonesia ke salah satu pasar terbesarnya. Trump menegaskan bahwa BRICS dibentuk untuk melemahkan dominasi dolar […]

  • DKLH Provinsi Bali Dukung Kuat Inisiatif Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) serta Penyerahan Bibit Produktif di Tabanan

    DKLH Provinsi Bali Dukung Kuat Inisiatif Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) serta Penyerahan Bibit Produktif di Tabanan

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 5810Komentar

    Tabanan – Komitmen pelestarian hutan dan pemberdayaan masyarakat kembali ditegaskan oleh Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali melalui keterlibatannya dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), Kebun Bibit Rakyat (KBR), dan Bibit Produktif yang digelar di Tasta Zoo, Banjar Tegeh, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Senin 30 […]

  • Oknum Pimpinan Ponpes Cabuli Santri, Berdalih Sakit untuk Legalkan Perbuatan Biadab!

    Oknum Pimpinan Ponpes Cabuli Santri, Berdalih Sakit untuk Legalkan Perbuatan Biadab!

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    SULBAR – Seorang pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Zulfikar Syam alias ZU (37), terjerat kasus pencabulan terhadap santri pria berusia 16 tahun. Yang membuat geram, pelaku berusaha membenarkan tindakannya dengan alasan mengidap “penyakit” yang tak kunjung sembuh meski sudah berobat hingga ke Madinah, Arab Saudi. “Ini bukan karena pengaruh masa […]

  • AS Dikabarkan Pertimbangkan Tinggalkan Cadangan Emas, Ancaman Dominasi BRICS Jadi Pemicu

    AS Dikabarkan Pertimbangkan Tinggalkan Cadangan Emas, Ancaman Dominasi BRICS Jadi Pemicu

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    WASHINGTON, DC – Amerika Serikat dikabarkan mulai mempertimbangkan langkah radikal dalam struktur cadangan (reserve = cadangan atau aset negara yang disimpan untuk menjaga stabilitas mata uang) ekonominya. Dorongan ini muncul seiring meningkatnya pengaruh ekonomi blok BRICS dan akumulasi emas besar-besaran oleh China yang dinilai dapat menggeser dominasi dolar di panggung global. Sumber internal dari komunitas […]

expand_less