Breaking News
light_mode

RDP BTID Settingan? Pansus Trap Abaikan Bendesa Adat Serangan, Kok Malah Ajak Tokoh Kontroversial 

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Dalam surat undangan resmi Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pansus TRAP DPRD Bali dan PT Bali Turtle Island Development (BTID) KEK Kura Kura Bali, Senin 11 Mei 2026 di Gedung DPRD Bali, ada yang tidak diundang dan didengar pendapatnya.

Yakni Nyoman Gede Pariatha selaku Bendesa Adat Serangan. Tentu ini akan membuat kesan tidak fair (adil) jalannya Rapat Dengar Pendapat bila pemilik teritorial Desa Adat Serangan tidak diberi kesempatan menjelaskan pandangannya.

Dalam undangan yang ditandatangani oleh Ketua DPRD Bali, tak tampak nama Bendesa Adat Desa Serangan I Gede Pariatha dan para prajuru.

Lucunya, malah nama – nama tokoh masyarakat yang tak ada relevansi dengan Pendalaman Materi Permasalahan Tukar Guling Tanah Mangrove oleh PT. Bali Turtle Island Development (BTID), seperti Sugi Lanus, Siti Sapurah alias Ipung, I Nyoman Kemuk Antara (Mantan Sekretaris Desa Serangan 2014-2019) dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

“Ada beberapa tokoh itu yang sedang dilaporkan oleh Bendesa Adat Serangan ke Polda Bali, lagi proses penyelidikan terkait penjualan tanah Desa Adat yang tak pernah masuk dalam kas Desa Adat, ” Sebut salah satu tamu yang tak mau menyebutkan namanya dan tidak juga mengerti tokoh yang mana yang dimaksud, Senin, 11 Mei 2026.

Walau sempat merasa tidak dihargai anggota Pansus Trap DPRD lantaran pada RDP yang lalu pihak BTID tidak menghadiri undangan RDP, lantaran pada 4 Mei 2026 lalu BTID harus menerima kunjungan Komisi VII DPR RI dan Kemenpar pada waktu yang sama.

Pembahasan RDP kali ini membahas tentang, Tukar menukar kawasan hutan hingga penerbitan PP KEK. Walaupun itu semua adalah kejadian 26 tahun yang lalu.

Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H., M.H., sempat memaksakan agar BTID mengumpulkan seluruh masyarakat di Kabupaten Karangasem dan Jembrana yang terlibat dalam tukar guling tersebut.

Ia juga menekankan pada tidak adanya nama BTID dalam tanah yang ditukar gulingkan tersebut. “Kami tidak menemukan nama BTID dari tanah – tanah yang dibeli oleh BTID dari masyarakat untuk ditukar gulingkan, ” Sebut Ketua Pansus.

Siti Sapurah alias Ipung serahkan data kepada Pansus Trap usai sidang RDP.

Mereka menduga adanya permainan tanah negara yang ditukar dengan sama tanah negara. Tentu hal tersebut dibantah keras oleh pihak BTID. Yossy Sulistyorini selaku Head Legal BTID memaparkan bahwa salah satu penjual I Bangsing dari Desa Batu Dawa Tulamben Karangasem menjual tanahnya seharga 58 juta seluas 9,1 are.

“Kemudian di Sentosa Bisma seluas 2 hektar dengan nilai 140 juta dari Desa Loloan Timur Jembrana, ” Ungkap Yossy.

Semua data pembelian tanah tukar guling yang dilakukan BTID itu masih lengkap dan jelas detailnya dan tentang tidak melalui balik nama ke BTID, Yossy menjawab bahwa tidak ada ketentuan aturan yang mengharuskan hal tersebut.

Kemudian dilanjutkan dengan pihak dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali juga hanya mengetahui jumlah luasan di Karangasem dan Jembrana secara total yang itu diambil alih langsung oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

Pendapat Kontroversial, I Nyoman Kemuk Antara (Mantan Sekretaris Desa Serangan 2014-2019) sebut ruang laut kian habis, Ia minta reklamasi di KEK Kura Kura Dibatalkan.

Tentang pohon mangrove yang ada dipotong oleh BTID sebanyak 10 batang menuai amarah anggota Pansus TRAP, walaupun drama seperti itu akan terdengar lucu bila disandingkan dengan normalisasi Sungai Ngenjung yang telah membabat Mangrove seluas panjang lebih dari 1 hektar.

Dalam pernyataan pihak BTID, bahwa BTID telah menanam lebih dari 700 pohon Mangrove sebagai pengganti yang telah rusak.

Bendesa Serangan Nyoman Gede Pariatha.

Menghubungi Bendesa Serangan Nyoman Gede Pariatha tentang tidak diundangnya, “Nika ampun tiang ten uning” Yang diartikan kurang lebih nah itulah saya tidak tahu kenapa dirinya tidak diundang.

Ia juga menilai sikap Pansus Trap undangannya dalam RDP selalu menampilkan orang yang tidak sesuai dengan kompetensi dan permasalahan yang ada.

“Tentu ini menjadi pertanyaan publik, kan lebih tepat mengundang MDA Kota Denpasar yang lebih relevan kalo membahas tanah adat, tapi biar saja biar sesuai pesanan mereka mungkin, ” Jawab Bendesa.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IHGMA Bali Perkuat Kepemimpinan Hospitality, Tekankan Peran Pers dalam Mendorong Pariwisata Berkualitas

    IHGMA Bali Perkuat Kepemimpinan Hospitality, Tekankan Peran Pers dalam Mendorong Pariwisata Berkualitas

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Indonesian Hotel General Manager Association DPD Bali menggelar Hospitality Leaders Gathering 2026 di Grand Palace Hotel Sanur, Jumat (22/5/2026). Mengusung tema “Beyond Management: Building Visionary Hospitality Leadership”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kepemimpinan visioner, sinergi industri, serta kolaborasi strategis sektor hospitality di Bali. Kegiatan tersebut dihadiri para General Manager hotel, strategic business partner, […]

  • Dua Remaja Asal Sumba Barat Daya Ditangkap Usai Curi Motor di Denpasar Timur

    Dua Remaja Asal Sumba Barat Daya Ditangkap Usai Curi Motor di Denpasar Timur

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Denpasar Timur berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di Jalan Kusuma Atmaja, Denpasar Timur. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua remaja yang diduga sebagai pelaku pencurian satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih. Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, menjelaskan kasus ini terungkap berawal […]

  • Gatra Media Group Resmi Hentikan Operasional per 31 Juli 2024

    Gatra Media Group Resmi Hentikan Operasional per 31 Juli 2024

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Jakarta — PT Era Media Informasi (Gatra Media Group) resmi mengakhiri seluruh kegiatan usahanya mulai 31 Juli 2024. Keputusan tersebut sekaligus menutup seluruh unit bisnis di bawah naungannya, termasuk Majalah Berita Mingguan Gatra, portal berita gatra.com, Majalah Gatra Jateng, situs Gatrapedia.com, serta kanal Gatra TV. Informasi penutupan ini mencuat ke publik setelah beredarnya surat pemberitahuan […]

  • Semangat Bushidō Dinilai Relevan dengan Kehidupan Modern, Tekankan Disiplin dan Kehormatan Diri

    Semangat Bushidō Dinilai Relevan dengan Kehidupan Modern, Tekankan Disiplin dan Kehormatan Diri

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar – Nilai-nilai Bushidō, filosofi hidup kaum samurai Jepang yang dikenal sebagai “jalan ksatria”, dinilai masih memiliki relevansi kuat dalam kehidupan modern. Semangat disiplin, tanggung jawab, kesetiaan, serta pengendalian diri yang terkandung dalam ajaran tersebut dianggap mampu menjadi pedoman moral di tengah dinamika kehidupan masyarakat saat ini. Bushidō lahir dari tradisi kaum samurai di Jepang […]

  • Kesepakatan Dagang Indonesia–AS, Ujian Strategi, Bukan Sekadar Soal Mitra

    Kesepakatan Dagang Indonesia–AS, Ujian Strategi, Bukan Sekadar Soal Mitra

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Perdebatan mengenai kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat kembali mengemuka. Namun diskursus publik dinilai terlalu cepat terjebak dalam dikotomi lama, pro-asing versus pro-nasional. Sejumlah pengamat menilai, persoalan utama bukan terletak pada siapa mitra dagang Indonesia, melainkan pada bagaimana pemerintah merancang dan menjalankan strategi ekonomi jangka panjang. Hubungan ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat […]

  • Kuasai Bahasa Inggris, Koordinasi Penyidik dan Kuasa Hukum Lancarkan Mediasi WNA-WNI di Denpasar Selatan

    Kuasai Bahasa Inggris, Koordinasi Penyidik dan Kuasa Hukum Lancarkan Mediasi WNA-WNI di Denpasar Selatan

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 37Komentar

    Pendekatan kekeluargaan, komunikasi bilingual, serta koordinasi antara kuasa hukum dan penyidik Polsek Denpasar Selatan membuat proses mediasi berjalan lancar hingga aduan masyarakat dicabut. DENPASAR, BALI — Perselisihan antara seorang warga negara asing (WNA) asal Prancis berinisial XSAD dan warga lokal berinisial AS di wilayah Denpasar Selatan akhirnya diselesaikan secara damai melalui mediasi. Penyelesaian tersebut ditempuh […]

expand_less