Breaking News
light_mode

DPR Dukung KEK Kura Kura Bali, Tekankan Lingkungan, Budaya, dan Peran Warga Lokal

  • account_circle Ray
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, BALI – Komisi VII DPR RI menyatakan dukungan terhadap pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, namun menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya Bali, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI yang berlangsung di Gedung UID Bali Campus, Senin (4/5). Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, perwakilan Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, serta awak media.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty yang memimpin rombongan menilai KEK Kura Kura Bali memiliki potensi besar sebagai model pengembangan kawasan terpadu di Indonesia. Menurutnya, proyek ini mencerminkan arah pembangunan ekonomi yang terintegrasi dan visioner.

Pandangan serupa disampaikan anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini yang mengapresiasi konsep besar dan ekosistem yang tengah dibangun. Ia menyebut KEK tersebut sebagai representasi cita-cita besar Indonesia dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Meski demikian, Komisi VII menegaskan bahwa dukungan terhadap investasi harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga lingkungan dan kearifan lokal. Bali sebagai wajah pariwisata nasional dinilai memiliki posisi strategis yang tidak boleh mengabaikan aspek keberlanjutan.

Komisi VII juga meminta PT Bali Turtle Island Development (BTID) sebagai pengelola kawasan untuk tetap berpegang pada filosofi Tri Hita Karana dalam setiap tahapan pembangunan, guna menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.

Selain itu, keterlibatan masyarakat lokal menjadi sorotan utama. DPR menilai integrasi antara pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari ekosistem KEK, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga Bali.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur BTID Tuti Hadiputranto menegaskan bahwa prinsip keseimbangan menjadi dasar pengembangan kawasan. Ia menyebut seluruh perencanaan telah melalui kalkulasi matang dengan proyeksi jangka panjang hingga 30 tahun ke depan.

Dalam kesempatan itu, Evita Nursanty juga menyoroti persoalan birokrasi perizinan yang dinilai masih menjadi hambatan bagi investor. Ia mendorong adanya sinkronisasi antara aturan pusat dan daerah agar iklim investasi menjadi lebih kondusif.

“Ketidaksinkronan regulasi berpotensi membuat investor mundur. Ke depan, perlu ada penyelarasan, termasuk dalam tata ruang,” ujarnya.

Diskusi turut menyinggung kunjungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama sejumlah pejabat terkait, yang meninjau potensi KEK Kura Kura Bali sebagai lokasi Indonesia Financial Center atau KEK sektor keuangan.

Sekda Bali, Dewa Made Indra, menegaskan bahwa pengembangan sektor tersebut harus tetap memberikan manfaat bagi masyarakat Bali serta selaras dengan konsep green tourism dan keberlanjutan budaya.

“Pada prinsipnya harus memberi keuntungan bagi Bali dan tetap menjaga keseimbangan alam serta budaya,” katanya.

Diskusi ditutup oleh Presiden Komisaris BTID Tantowi Yahya yang mengapresiasi masukan DPR sebagai bentuk evaluasi objektif. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha mampu memastikan KEK Kura Kura Bali tidak hanya berhasil secara investasi, tetapi juga membawa dampak sosial dan budaya yang berkelanjutan bagi Bali.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Warga Serangan Gelar Ritual Memintar, Arak Barong–Rangda Lintasi Pulau hingga Kawasan Kura Kura Bali

    Ribuan Warga Serangan Gelar Ritual Memintar, Arak Barong–Rangda Lintasi Pulau hingga Kawasan Kura Kura Bali

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    Denpasar, Bali – Ribuan warga Desa Adat Serangan kembali memadati jalur-jalur utama Pulau Serangan dalam pelaksanaan Upacara Memintar, Jumat (19/12/2025). Lebih dari 2.000 krama adat terlibat dalam ritual sakral yang telah diwariskan turun-temurun sejak 1965 ini sebagai upaya menolak bala sekaligus menjaga keharmonisan antara alam nyata (skala) dan tak kasat mata (niskala). Upacara Memintar diawali […]

  • Discover Local, Program Mercure Kuta Bali Dalam Mengangkat UMKM Lokal

    Discover Local, Program Mercure Kuta Bali Dalam Mengangkat UMKM Lokal

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    BADUNG – Budaya lokal yang dahulu menjadi dambaan para wisatawan mancanegara makin terpinggirkan, disinilah kejelian pimpinan Mercure Kuta Bali dalam menghadirkan Discover Local sebagai Wujud Komitmen dalam Melestarikan Budaya Lokal Bali. Mercure Kuta Bali secara konsisten menyelenggarakan acara mingguan Discover Local. Program ini hadir setiap hari Kamis dengan rangkaian pengalaman autentik yang memadukan kuliner, seni […]

  • Pinjaman Berujung Jerat Hukum! Pemuda Bangka Belitung Dituntut 16 Tahun, Kasus Ryan Susanto Tuai Sorotan

    Pinjaman Berujung Jerat Hukum! Pemuda Bangka Belitung Dituntut 16 Tahun, Kasus Ryan Susanto Tuai Sorotan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    BANGKA BELITUNG — Kasus hukum yang menimpa seorang remaja berusia 20 tahun, Ryan Susanto, tengah menjadi perhatian publik. Perkara ini dinilai janggal oleh sejumlah pihak karena bermula dari hubungan pertemanan dan transaksi pinjam-meminjam, namun berujung pada tuntutan pidana berat. Peristiwa ini berawal ketika Ryan meminjamkan uang sebesar Rp40 juta kepada teman dekatnya yang dikenal dengan […]

  • Investasi Ilusi di Pulau Dewata! 15 WNA Laporkan Mr. Terimakasih, Kerugian Capai Puluhan Miliar

    Investasi Ilusi di Pulau Dewata! 15 WNA Laporkan Mr. Terimakasih, Kerugian Capai Puluhan Miliar

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR – Kasus dugaan investasi properti fiktif yang menyeret nama influencer asal Rusia, Sergey Domogatsky atau yang dikenal dengan sebutan Mr. Terimakasih, terus bergulir dan semakin luas. Kepolisian Daerah Bali kini memastikan total ada 15 warga negara asing (WNA) yang resmi mengajukan laporan dengan total kerugian mencapai puluhan miliar rupiah. Kepastian ini dikonfirmasi langsung oleh […]

  • Jambore Ranting Denpasar Timur 2025 Resmi Dibuka, Pramuka Diajak Wujudkan Bumi Lestari

    Jambore Ranting Denpasar Timur 2025 Resmi Dibuka, Pramuka Diajak Wujudkan Bumi Lestari

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    DENPASAR — Perkemahan Jambore Ranting Denpasar Timur tahun 2025 resmi dibuka pada Kamis (9/10) di kawasan Mertasari, Sanur Kauh, Denpasar Selatan. Kegiatan tahunan ini mengusung tema “Aksi Pramuka Hebat, Wujudkan Bumi Lestari” dan diikuti oleh 256 anggota Pramuka Penggalang dari berbagai Sekolah Dasar di wilayah Denpasar Timur. Pembukaan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Pembimbing Ranting […]

  • Potensi SDA Indonesia! Jangan Hanya Lihat Freeport, Negeri Ini Punya Harta Karun Lebih Besar

    Potensi SDA Indonesia! Jangan Hanya Lihat Freeport, Negeri Ini Punya Harta Karun Lebih Besar

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    JAKARTA – Indonesia dikenal sebagai negeri dengan kekayaan alam berlimpah. Selama ini, sorotan publik kerap terpusat pada PT Freeport Indonesia, tambang emas dan tembaga raksasa yang beroperasi di Papua. Padahal, menurut para ahli, Freeport hanyalah sebagian kecil dari “harta karun” sumber daya alam yang dimiliki negeri ini. Freeport Indonesia sendiri berkontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional. […]

expand_less