Breaking News
light_mode

UMP Bali Tertinggal Jauh dari Jakarta, ARUN Bali Soroti Ketimpangan di Tengah Maraknya Hotel Kelas Dunia

  • account_circle Admin
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Ketimpangan upah minimum antara Bali dan Jakarta kian mencolok dalam satu dekade terakhir. Jika pada tahun 2010 Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Bali berada di kisaran Rp1,11 juta, hampir setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta sebesar Rp1,18 juta, kini jurangnya melebar signifikan.

Data terbaru menunjukkan UMP Bali berada di angka sekitar Rp3,2 juta, sementara UMP Jakarta telah menembus Rp5,7 juta. Selisih lebih dari Rp2,5 juta ini memicu kritik tajam dari berbagai kalangan, terutama aktivis sosial dan ekonomi kerakyatan.

Sekretaris Advokasi Rakyat untuk Nusantara Bali, Anak Agung Gede Aryawan atau yang akrab disapa Gung De, menilai kondisi ini sebagai bentuk ketimpangan struktural yang tidak sejalan dengan realitas ekonomi Bali saat ini.

“Bali ini bukan daerah miskin. Kita punya industri pariwisata kelas dunia, hotel-hotel jaringan internasional, okupansi tinggi sebelum pandemi, bahkan harga properti dan biaya hidup terus naik. Tapi kenapa upah pekerjanya tertinggal jauh?” tegas Gung De.

Surga Pariwisata, Tapi Upah Tertinggal

Bali dikenal sebagai destinasi wisata global dengan ratusan hotel berbintang, termasuk jaringan internasional yang setara dengan standar Singapura, Dubai, hingga Eropa. Kawasan seperti Nusa Dua, Seminyak, dan Ubud dipenuhi hotel mewah, vila eksklusif, hingga beach club berkelas dunia.

Namun ironisnya, menurut berbagai laporan ekonomi dan ketenagakerjaan, pertumbuhan sektor pariwisata tidak berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja lokal.

Gung De menilai, dominasi investasi besar dan kepentingan korporasi global di Bali justru tidak diimbangi dengan keberpihakan kebijakan terhadap pekerja.

“Yang menikmati kue ekonomi itu siapa? Investor besar, jaringan hotel internasional. Sementara pekerja lokal masih bergulat dengan upah minimum yang bahkan belum mencerminkan biaya hidup riil di Bali,” ujarnya.

Biaya Hidup Bali Disebut Sudah Mendekati Kota Besar Dunia

Sejumlah riset biaya hidup menunjukkan bahwa harga kebutuhan pokok, sewa tempat tinggal, hingga gaya hidup di Bali, terutama di kawasan pariwisata, mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan di beberapa area, biaya hidup disebut sudah mendekati kota-kota besar internasional.

Kondisi ini memperparah tekanan ekonomi bagi pekerja sektor pariwisata, UMKM, hingga pekerja informal.

Kritik Kepemimpinan dan Kebijakan Upah

Gung De secara tegas menyebut bahwa ketimpangan ini tidak bisa dilepaskan dari arah kebijakan dan keberpihakan pemimpin daerah.

“Kalau benar berpihak pada wong cilik, mestinya ada keberanian untuk mendorong UMP yang lebih adil. Tahun 2010 saja kita bisa hampir setara Jakarta. Kenapa sekarang justru makin tertinggal?” kritiknya.

Ia juga menyoroti lemahnya posisi tawar pekerja di Bali serta minimnya tekanan terhadap pelaku industri besar untuk meningkatkan standar kesejahteraan tenaga kerja.

Dorongan Revisi Kebijakan Upah

ARUN Bali mendorong evaluasi menyeluruh terhadap formula penetapan upah minimum di Bali, termasuk mempertimbangkan:

1. Lonjakan biaya hidup di kawasan pariwisata

2. Besarnya investasi dan keuntungan sektor hospitality

3. Kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pekerja

“Jangan sampai Bali hanya indah untuk wisatawan, tapi keras bagi rakyatnya sendiri,” pungkas Gung De.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Temukan Pos Jaga Mewah Normalisasi Tukad Ngenjung, Dugaan Buat Kontrol Keluar Masuk 

    Warga Temukan Pos Jaga Mewah Normalisasi Tukad Ngenjung, Dugaan Buat Kontrol Keluar Masuk 

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR – “Ini plang bodoh, plang bodoh dan tolol” begitu kira – kira bahasa yang dilontarkan oleh seorang Pengamat Kebijakan Publik AA Gede Agung Aryawan, ST., (Gung De) terhadap keberadaan Proyek Normalisasi Tukad (Sungai) Ngenjung di Desa Sidakarya. Bunyi plang itu, DILARANG !! MELAKUKAN AKTIFITAS DALAM BENTUK APAPUN DIDALAM KAWASAN HUTAN TAHURA NGURAH RAI TANPA […]

  • Misi di PBB Tuntas, Wilson Lalengke Bertolak dari New York Kembali ke Jakarta Hari Ini

    Misi di PBB Tuntas, Wilson Lalengke Bertolak dari New York Kembali ke Jakarta Hari Ini

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    New York City — Aktivis hak asasi manusia dan pemimpin jurnalisme warga Indonesia, Wilson Lalengke, telah resmi menyelesaikan tugasnya sebagai petisioner di hadapan Komite Keempat Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berakhir kemarin, Jumat, 10 Oktober 2025. Hari ini, Sabtu 11 Oktober 2025, ia akan bertolak kembali dari New York City ke Jakarta, pada pukul 22.00 waktu setempat […]

  • Suara Azan Tak Pernah Berhenti di Dunia, Begini Penjelasan Matematisnya dari Alumni ITB!

    Suara Azan Tak Pernah Berhenti di Dunia, Begini Penjelasan Matematisnya dari Alumni ITB!

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Fenomena suara azan yang terus bergema tanpa henti di berbagai belahan dunia ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah. Seorang alumni Magister Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB), Alif Hijriah, mengungkap lewat pendekatan matematis bahwa azan tidak pernah berhenti berkumandang selama 24 jam penuh di seluruh muka bumi. Dalam video edukatif yang viral di media sosial, […]

  • Sugeng/Azy Melaju ke Final! Singkirkan Putu Arly/Komang BL di Semifinal PB Roberset 79

    Sugeng/Azy Melaju ke Final! Singkirkan Putu Arly/Komang BL di Semifinal PB Roberset 79

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 12Komentar

    “Pengalaman Berbicara, Final Impian Tersaji!” DENPASAR – Semifinal Kejuaraan Bulutangkis PB Roberset 79 dalam rangka HUT RI ke-80 kembali menghadirkan laga penuh gengsi. Pasangan Putu Arly/Komang BL, runner-up Grup A, dipaksa menghadapi duet sarat pengalaman, Sugeng/Azy, yang berstatus juara Grup B. Sejak set pertama, pertandingan berlangsung ketat. Kedua pasangan bermain hati-hati dengan strategi penuh perhitungan. […]

  • Terima Opini Ombudsman RI, Kantah Badung Tegaskan Komitmen Perkuat Layanan Bebas Maladministrasi

    Terima Opini Ombudsman RI, Kantah Badung Tegaskan Komitmen Perkuat Layanan Bebas Maladministrasi

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 0Komentar

    Badung – Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Badung menerima penyampaian opini hasil penilaian maladministrasi pelayanan publik tahun 2025 dari Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Bali, Kamis (26/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari mekanisme pengawasan sekaligus langkah preventif untuk meminimalkan potensi maladministrasi di sektor pertanahan. Penilaian yang disampaikan Ombudsman memuat sejumlah catatan, arahan, serta rekomendasi perbaikan guna […]

  • Kekayaan Instan dan Jejak Uang Kotor yang Tak Pernah Hilang

    Kekayaan Instan dan Jejak Uang Kotor yang Tak Pernah Hilang

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Kekayaan yang melonjak secara tiba-tiba kerap mengusik nalar publik. Bukan karena lahir dari terobosan usaha atau akumulasi kerja panjang, melainkan karena muncul tanpa penjelasan yang sepadan dengan riwayat pekerjaan, kewajiban pajak, maupun aktivitas ekonomi yang diketahui. Dalam situasi seperti ini, persoalan utama bukan bagaimana uang digunakan, melainkan bagaimana asal-usulnya dapat dipertanggungjawabkan. Markas Melawan […]

expand_less