LPD Bermasalah, Perguruan Tinggi Jangan Jadi Macan Ompong Berikan Solusi
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Mendengar penderitaan salah satu nasabah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Mambal yang kolaps, membuat Anak Agung Gede Agung Aryawan alias Gung De selaku Sekretaris Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bali dan pengamat sosial masyarakat angkat bicara.
Ia menyoroti Wayan Nardi seorang buruh serabutan sedikit demi sedikit ikut menabung di LPD Mambal ikut menanggung kerugian.
“Miris sekali, seorang buruh serabutan yang mengunpulkan uang dikit demi sedikit mempercayai Desa Adatnya yang hendak lepas dari jerat kemiskinan untuk masa depan anaknya pupus sudah, ” Ungkap Agung Aryawan, Kamis, 24 April 2026, di sebuah tempat makan di Denpasar.
Gung De juga menekankan kemana Desa Adat, kenapa tidak bertanggung jawab sudah bertahun – tahun lamanya, kemana juga pemerintah sebagai pengayom masyarakat.
Pemerintah yang dikatakannya bangga terhadap keberadaan LPD sebagai kekuatan keuangan Desa Adat malah faktanya sebaliknya, masyarakat yang mempercayai keuangan atau hidupnya kepada LPD malah tidak mendapatkan keadilan.

Anak Agung Gede Agung Aryawan (Gung De) selaku Sekretaris ARUN Bali.
Gung De juga mengatakan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Ketua Umum ARUN Bob Hasan yang juga merupakan ketua Baleg DPR RI dan Ajik Gung Rama selaku Ketua ARUN Bali agar kasus ini benar – benar di kawal.
“Miris saya dengar, ada dagang canang, buruh serabutan, tukang bangunan mendapat ketidakadilan yang berlarut – larut seperti ini, ” Ucapnya.
Ia juga mengambil statement dari Wayan Setiawan yang mengatakan bahwa Bali memiliki perguruan tinggi yang hebat dan desertasinya mengenai LPD, bagaimana solusi yang harus dihadapi oleh masyarakat Bali ini.
“Jangan dong yang bagus – bagusnya saja yang ditampilkan tetapi lihat kenyataan yang terjadi saat ini, kalo kita ingin menjadi Doktor kan melakukan disertasi atau penelitian yang tentu harus bermanfaat bagi masyarakat, ” Terang Gung De.
Ia juga menohok Rektor Unud untuk meninjau desertasi yang mengangkat tema LPD Desa Adat, agar tidak mengambil data – data yang tidak valid seperti yang terjadi saat ini di Lapangan.
“Lihat saja LPD Kapal, LPD Intaran, LPD Denpasar dan juga LPD Mambal dan lainnya, saya meragukan dan harus ditinjau ulang disertasi itu, jangan baik – baiknya saja tetapi buruknya seperti sekarang tidak mendapatkan solusi, saya pertanyakan kualitas hasil desertasinya jangan data abal – abal yang digunakan, ” Tegasnya.
Bila masalah yang ada saat sekarang dapat dipecahkan dan mendapatkan solusi penyelesaian, maka disitu baru sebuah perguruan tinggi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar