Breaking News
light_mode

Panggung Musik Dunia di Bali Utara, Tantowi: Bisa Jadi Mesin Magnet Baru Pariwisata dan Ekonomi

  • account_circle Ray
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

UID Bali Campus – Menemui Tantowi Yahya dalam kesibukannya menjadi Presiden United in Diversity (UID), ia dulu juga adalah seorang penyanyi, pembawa acara televisi, politikus dan aktor berkebangsaan Indonesia. Tantowi pernah menjabat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia masa jabatan 2009-2017 dari Partai Golkar, memiliki visi dibangunnya sebuah pusat penyelenggaraan konser dan festival musik kelas dunia di Bali Utara.

Pulau Dewata dinilai perlu mengambil langkah lebih berani dengan mengembangkan sektor music tourism atau wisata berbasis konser dan festival musik internasional sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, sebagai bagian pemerataan kesejahteraan bagi seluruh Bali.

Selain memiliki reputasi internasional yang kuat, Bali juga didukung konektivitas penerbangan langsung dari berbagai negara, jaringan hotel dan akomodasi yang luas, infrastruktur pariwisata yang matang, serta daya tarik budaya yang khas.

“Bali bukan hanya destinasi wisata. Bali adalah pengalaman yang dicari wisatawan dunia. Ini menjadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain,” ujar Tantowi Yahya kepada awak media, Senin 15 Juni 2026.

Keberhasilan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara dalam memanfaatkan konser musik sebagai penggerak ekonomi menjadi contoh nyata. Singapura, misalnya, meraih dampak ekonomi signifikan saat menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menggelar konser The Eras Tour milik penyanyi dunia Taylor Swift.

Kehadiran ribuan penggemar dari berbagai negara mendorong peningkatan okupansi hotel, penggunaan transportasi, kunjungan ke restoran, hingga aktivitas belanja.

Sementara itu, Thailand juga terus memperkuat posisinya melalui berbagai agenda festival musik internasional, termasuk rencana penyelenggaraan festival musik elektronik berskala global yang diyakini mampu menarik wisatawan muda, komunitas kreatif, sponsor, serta media internasional.

Melihat perkembangan tersebut, Bali dinilai memiliki peluang untuk mengambil peran yang sama, bahkan lebih besar.

Dampak Ekonomi yang Luas

Konser internasional tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi berbagai sektor ekonomi. Kehadiran ribuan hingga puluhan ribu penonton dari luar daerah dan luar negeri berpotensi meningkatkan pendapatan hotel, vila, restoran, transportasi, pusat perbelanjaan, hingga pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif.

Jika konser dikemas dalam format beberapa hari, dampaknya diperkirakan akan lebih besar. Wisatawan cenderung memperpanjang masa tinggal untuk menikmati berbagai destinasi di Bali seperti Ubud, Sanur, Kuta, Nusa Dua, Canggu, hingga Uluwatu. Selain itu, kunjungan wisatawan juga berpotensi mendorong perjalanan lanjutan ke destinasi lain di Indonesia seperti Lombok dan Labuan Bajo.

“Konser internasional dapat menggerakkan banyak sektor sekaligus. Mulai dari industri perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, pekerja kreatif, hingga pelaku seni lokal,” tambahnya lagi.

Perlunya Dukungan Pemerintah

Meski memiliki potensi besar, Bali dinilai perlu memperkuat daya saing agar mampu menarik promotor dan artis internasional. Salah satu tantangan utama adalah tingginya biaya penyelenggaraan acara serta proses perizinan yang harus lebih efisien.

Industri konser global, menurut para pelaku usaha, sangat mempertimbangkan aspek biaya produksi, keamanan, logistik, serta kepastian regulasi sebelum menentukan lokasi penyelenggaraan.

Karena itu, pemerintah pusat dan daerah didorong untuk membangun kolaborasi dengan promotor, pengelola venue, maskapai penerbangan, hotel, sponsor, serta pelaku industri kreatif guna menciptakan ekosistem yang kompetitif.

“Bali tidak cukup hanya indah. Bali juga harus kompetitif secara bisnis agar mampu bersaing dengan destinasi lain di kawasan,” ungkapnya.

Lima Langkah Strategis

Untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi konser dunia, sejumlah langkah strategis dinilai perlu segera dilakukan.

Pertama, membentuk Bali Music Tourism Task Force yang melibatkan pemerintah, pelaku industri pariwisata, promotor, maskapai, hotel, pengelola venue, aparat keamanan, dan komunitas kreatif. Tim ini bertugas menyusun strategi pengembangan wisata musik, kalender acara, serta pola kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Kedua, mendorong skema kemitraan pengelolaan venue agar biaya penggunaan lokasi konser tetap kompetitif dan tidak membebani promotor.

Ketiga, mempercepat sistem perizinan konser internasional melalui mekanisme yang lebih sederhana, transparan, dan memiliki kepastian waktu.

Red Rocks Amphitheatre.

Keempat, memperkuat dukungan pada aspek keamanan, lalu lintas, kebersihan, kesehatan, serta manajemen keramaian untuk menjamin pengalaman yang aman dan nyaman bagi pengunjung.

Kelima, mengembangkan paket wisata terpadu yang menggabungkan tiket konser dengan layanan hotel, transportasi, kuliner, wellness, hingga kunjungan ke desa wisata sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

“Kita bisa melihat Red Rocks Amphitheatre, dia berada di luar Kota yang aksesnya dan tersedianya lahan parkir yang besar serta dapat menampung ratusan ribu orang, yang tersedia di Bali itu pasti diluar Denpasar dan Badung, bisa dibuat di Bali bagian utara, yang dapat menciptakan magnet baru bagi pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar, ” Sebutnya.

Red Rocks Amphitheatre terletak di Morrison, Colorado, Amerika Serikat. Lokasinya berada sekitar 10 mil (sekitar 16 km) atau 24 km di sebelah barat daya pusat kota Denver.

Menuju Destinasi Konser Internasional
Dengan kekuatan merek yang telah dikenal dunia, Bali dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat konser internasional di Asia. Pengembangan wisata musik tidak hanya akan memperkaya portofolio pariwisata Bali, tetapi juga membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung pada masyarakat.

Apabila didukung regulasi yang tepat, kolaborasi lintas sektor, serta keberanian menghadirkan agenda musik berskala global, Bali berpotensi menjadi destinasi yang tidak hanya dikenal karena keindahan alam dan budayanya, tetapi juga sebagai panggung musik dunia yang mampu menarik jutaan wisatawan dan investasi ke Indonesia.

“Setelah itu letakkanlah Bandara Internasional di Bali Utara, lengkap sudah akses jawa ke Bali Utara tak melewati daerah padat lalu lintas”

Peluncuran desain – Direktur PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko bersama CEO Alien DC, Hardyanthony Wiratama. PT BIBU Panji Sakti secara resmi telah meluncurkan desain Bandara Bali Utara.

Bandara Bali Utara, Rabu, 31 Des 2025

Masuknya proyek Bandara Internasional Bali Utara ke dalam RPJMN 2025–2029 menjadikannya agenda nasional yang dinantikan realisasinya oleh masyarakat Bali. Proyek ini hadir untuk mengatasi ketimpangan pembangunan yang selama ini terpusat di Bali Selatan, tempat sebagian besar aktivitas pariwisata internasional berlangsung dan kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai semakin terbatas.

Dengan memanfaatkan potensi Bali Utara yang kaya sumber daya alam dan strategis secara maritim, bandara ini diharapkan menjadi pendorong pemerataan ekonomi, membuka pusat pertumbuhan baru, serta menciptakan keseimbangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Bali.

Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo.

CEO PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, merangkum arah besar ini dengan tegas.“Bandara Internasional Bali Utara kami rancang sebagai gerbang dunia yang modern, hijau, dan berakar pada budaya Bali. Ini bukan proyek jangka pendek, melainkan investasi peradaban,” pungkasnya.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (1)

  • 🔑 Transaction to you.GET > graph.org/BALANCE-36824-US-DOLLARS-04-24-2?hs=5e1fe65652bea6b7972f8b1740acf749&

    rj6gyi

    Balas17 Juni 2026 12:30 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ancaman Kasepekang Desa Adat Pemogan Dinilai Tak Manusiawi, Jro Somya: Adat Tak Boleh Menyalahi Hak Asasi

    Ancaman Kasepekang Desa Adat Pemogan Dinilai Tak Manusiawi, Jro Somya: Adat Tak Boleh Menyalahi Hak Asasi

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 10Komentar

    DENPASAR – Berita yang viral belakangan ini yang diunggah Dunia News Bali, tentang kasus dugaan perundungan terhadap warga Desa Adat Pemogan, berinisial WKS, pasca mengkritik Jro Bendesa di media sosial, kembali menguak polemik yang lebih besar, yakni relevansi dan penyalahgunaan sanksi adat di era hukum modern. WKS mengaku mendapat tekanan sosial, intimidasi verbal, hingga ancaman […]

  • Ditemukan Setelah 13 Tahun Pencarian, Rafflesia Hasseltii Bikin Pemandu Menangis Haru di Hutan Sumbar

    Ditemukan Setelah 13 Tahun Pencarian, Rafflesia Hasseltii Bikin Pemandu Menangis Haru di Hutan Sumbar

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 18Komentar

    SUMATERA BARAT – Spesies bunga langka Rafflesia hasseltii kembali membuat gebrakan dunia botani setelah ilmuwan berhasil menemukannya mekar di hutan hujan Sumatera Barat. Penemuan ini menjadi momen emosional yang mengharukan karena keberhasilannya datang setelah 13 tahun pencarian tanpa henti. Dalam video yang diunggah akun resmi Oxford University, terlihat seorang pemandu lokal, Septian Andriki atau Deki, […]

  • Komisi I DPRD Rote Ndao Desak Bupati Nonaktifkan 42 Kepala Desa Terkait Penyelewengan Dana Desa

    Komisi I DPRD Rote Ndao Desak Bupati Nonaktifkan 42 Kepala Desa Terkait Penyelewengan Dana Desa

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 76Komentar

    ROTE NDAO – Komisi I DPRD Rote Ndao mendesak Bupati Paulus Henuk untuk segera menonaktifkan sebanyak 42 kepala desa yang terindikasi melakukan penyelewengan anggaran desa. Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Rote Ndao, Mesak Lona, usai melakukan investigasi lapangan dan menemukan adanya bukti penyalahgunaan dana desa di berbagai wilayah. Berdasarkan hasil audit […]

  • Habib Ja’far dan Pendeta Kristen Baca Pesan Ilahi di Lagu Idgitaf Play Button

    Habib Ja’far dan Pendeta Kristen Baca Pesan Ilahi di Lagu Idgitaf

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 8Komentar

    DENPASAR – Single terbaru Brigita Meliala alias Idgitaf berjudul Sedia Aku Sebelum Hujan tak hanya mencuri perhatian penikmat musik, tetapi juga memantik perenungan spiritual lintas agama. Lagu yang dirilis pada 8 Oktober 2025 itu dinilai menyimpan pesan ketuhanan yang kuat, baik dari sudut pandang Islam maupun Kristen. Pendakwah muda Nahdlatul Ulama, Habib Husein bin Ja’far […]

  • Tuna Hidup untuk Bergerak, Mati Jika Diam, Rahasia Mesin Hidup Lautan

    Tuna Hidup untuk Bergerak, Mati Jika Diam, Rahasia Mesin Hidup Lautan

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 17Komentar

    DENPASAR – Lautan menyimpan banyak misteri, dan salah satunya adalah kisah luar biasa tentang ikan tuna, spesies pelagis yang hidupnya benar-benar bergantung pada gerakan. Tak banyak yang tahu, ikan tuna adalah salah satu makhluk laut yang tidak bisa berhenti berenang. Jika mereka diam terlalu lama, mereka bisa mati kehabisan oksigen. Berbeda dengan kebanyakan ikan yang […]

  • SIM Mati Sehari, Rakyat Rugi! Desakan SIM Berlaku Seumur Hidup Kian Menguat

    SIM Mati Sehari, Rakyat Rugi! Desakan SIM Berlaku Seumur Hidup Kian Menguat

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Biaya perpanjangan setiap lima tahun dinilai membebani masyarakat. DPR dan kalangan akademisi mendorong pemerintah mengevaluasi aturan agar SIM berlaku seumur hidup seperti KTP. JAKARTA – Kebijakan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang mewajibkan pemilik memperbarui dokumen setiap lima tahun kembali menuai kritik. Selain dianggap membebani masyarakat dengan biaya administrasi, tes kesehatan, dan tes psikologi, aturan […]

expand_less