Breaking News
light_mode

Panggung Musik Dunia di Bali Utara, Tantowi: Bisa Jadi Mesin Magnet Baru Pariwisata dan Ekonomi

  • account_circle Ray
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

UID Bali Campus – Menemui Tantowi Yahya dalam kesibukannya menjadi Presiden United in Diversity (UID), ia dulu juga adalah seorang penyanyi, pembawa acara televisi, politikus dan aktor berkebangsaan Indonesia. Tantowi pernah menjabat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia masa jabatan 2009-2017 dari Partai Golkar, memiliki visi dibangunnya sebuah pusat penyelenggaraan konser dan festival musik kelas dunia di Bali Utara.

Pulau Dewata dinilai perlu mengambil langkah lebih berani dengan mengembangkan sektor music tourism atau wisata berbasis konser dan festival musik internasional sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, sebagai bagian pemerataan kesejahteraan bagi seluruh Bali.

Selain memiliki reputasi internasional yang kuat, Bali juga didukung konektivitas penerbangan langsung dari berbagai negara, jaringan hotel dan akomodasi yang luas, infrastruktur pariwisata yang matang, serta daya tarik budaya yang khas.

“Bali bukan hanya destinasi wisata. Bali adalah pengalaman yang dicari wisatawan dunia. Ini menjadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain,” ujar Tantowi Yahya kepada awak media, Senin 15 Juni 2026.

Keberhasilan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara dalam memanfaatkan konser musik sebagai penggerak ekonomi menjadi contoh nyata. Singapura, misalnya, meraih dampak ekonomi signifikan saat menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menggelar konser The Eras Tour milik penyanyi dunia Taylor Swift.

Kehadiran ribuan penggemar dari berbagai negara mendorong peningkatan okupansi hotel, penggunaan transportasi, kunjungan ke restoran, hingga aktivitas belanja.

Sementara itu, Thailand juga terus memperkuat posisinya melalui berbagai agenda festival musik internasional, termasuk rencana penyelenggaraan festival musik elektronik berskala global yang diyakini mampu menarik wisatawan muda, komunitas kreatif, sponsor, serta media internasional.

Melihat perkembangan tersebut, Bali dinilai memiliki peluang untuk mengambil peran yang sama, bahkan lebih besar.

Dampak Ekonomi yang Luas

Konser internasional tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi berbagai sektor ekonomi. Kehadiran ribuan hingga puluhan ribu penonton dari luar daerah dan luar negeri berpotensi meningkatkan pendapatan hotel, vila, restoran, transportasi, pusat perbelanjaan, hingga pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif.

Jika konser dikemas dalam format beberapa hari, dampaknya diperkirakan akan lebih besar. Wisatawan cenderung memperpanjang masa tinggal untuk menikmati berbagai destinasi di Bali seperti Ubud, Sanur, Kuta, Nusa Dua, Canggu, hingga Uluwatu. Selain itu, kunjungan wisatawan juga berpotensi mendorong perjalanan lanjutan ke destinasi lain di Indonesia seperti Lombok dan Labuan Bajo.

“Konser internasional dapat menggerakkan banyak sektor sekaligus. Mulai dari industri perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, pekerja kreatif, hingga pelaku seni lokal,” tambahnya lagi.

Perlunya Dukungan Pemerintah

Meski memiliki potensi besar, Bali dinilai perlu memperkuat daya saing agar mampu menarik promotor dan artis internasional. Salah satu tantangan utama adalah tingginya biaya penyelenggaraan acara serta proses perizinan yang harus lebih efisien.

Industri konser global, menurut para pelaku usaha, sangat mempertimbangkan aspek biaya produksi, keamanan, logistik, serta kepastian regulasi sebelum menentukan lokasi penyelenggaraan.

Karena itu, pemerintah pusat dan daerah didorong untuk membangun kolaborasi dengan promotor, pengelola venue, maskapai penerbangan, hotel, sponsor, serta pelaku industri kreatif guna menciptakan ekosistem yang kompetitif.

“Bali tidak cukup hanya indah. Bali juga harus kompetitif secara bisnis agar mampu bersaing dengan destinasi lain di kawasan,” ungkapnya.

Lima Langkah Strategis

Untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi konser dunia, sejumlah langkah strategis dinilai perlu segera dilakukan.

Pertama, membentuk Bali Music Tourism Task Force yang melibatkan pemerintah, pelaku industri pariwisata, promotor, maskapai, hotel, pengelola venue, aparat keamanan, dan komunitas kreatif. Tim ini bertugas menyusun strategi pengembangan wisata musik, kalender acara, serta pola kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Kedua, mendorong skema kemitraan pengelolaan venue agar biaya penggunaan lokasi konser tetap kompetitif dan tidak membebani promotor.

Ketiga, mempercepat sistem perizinan konser internasional melalui mekanisme yang lebih sederhana, transparan, dan memiliki kepastian waktu.

Red Rocks Amphitheatre.

Keempat, memperkuat dukungan pada aspek keamanan, lalu lintas, kebersihan, kesehatan, serta manajemen keramaian untuk menjamin pengalaman yang aman dan nyaman bagi pengunjung.

Kelima, mengembangkan paket wisata terpadu yang menggabungkan tiket konser dengan layanan hotel, transportasi, kuliner, wellness, hingga kunjungan ke desa wisata sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

“Kita bisa melihat Red Rocks Amphitheatre, dia berada di luar Kota yang aksesnya dan tersedianya lahan parkir yang besar serta dapat menampung ratusan ribu orang, yang tersedia di Bali itu pasti diluar Denpasar dan Badung, bisa dibuat di Bali bagian utara, yang dapat menciptakan magnet baru bagi pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar, ” Sebutnya.

Red Rocks Amphitheatre terletak di Morrison, Colorado, Amerika Serikat. Lokasinya berada sekitar 10 mil (sekitar 16 km) atau 24 km di sebelah barat daya pusat kota Denver.

Menuju Destinasi Konser Internasional
Dengan kekuatan merek yang telah dikenal dunia, Bali dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat konser internasional di Asia. Pengembangan wisata musik tidak hanya akan memperkaya portofolio pariwisata Bali, tetapi juga membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung pada masyarakat.

Apabila didukung regulasi yang tepat, kolaborasi lintas sektor, serta keberanian menghadirkan agenda musik berskala global, Bali berpotensi menjadi destinasi yang tidak hanya dikenal karena keindahan alam dan budayanya, tetapi juga sebagai panggung musik dunia yang mampu menarik jutaan wisatawan dan investasi ke Indonesia.

“Setelah itu letakkanlah Bandara Internasional di Bali Utara, lengkap sudah akses jawa ke Bali Utara tak melewati daerah padat lalu lintas”

Peluncuran desain – Direktur PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko bersama CEO Alien DC, Hardyanthony Wiratama. PT BIBU Panji Sakti secara resmi telah meluncurkan desain Bandara Bali Utara.

Bandara Bali Utara, Rabu, 31 Des 2025

Masuknya proyek Bandara Internasional Bali Utara ke dalam RPJMN 2025–2029 menjadikannya agenda nasional yang dinantikan realisasinya oleh masyarakat Bali. Proyek ini hadir untuk mengatasi ketimpangan pembangunan yang selama ini terpusat di Bali Selatan, tempat sebagian besar aktivitas pariwisata internasional berlangsung dan kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai semakin terbatas.

Dengan memanfaatkan potensi Bali Utara yang kaya sumber daya alam dan strategis secara maritim, bandara ini diharapkan menjadi pendorong pemerataan ekonomi, membuka pusat pertumbuhan baru, serta menciptakan keseimbangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Bali.

Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo.

CEO PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, merangkum arah besar ini dengan tegas.“Bandara Internasional Bali Utara kami rancang sebagai gerbang dunia yang modern, hijau, dan berakar pada budaya Bali. Ini bukan proyek jangka pendek, melainkan investasi peradaban,” pungkasnya.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Label Halal–Nonhalal Adalah Perlindungan Konsumen, Bukan Instrumen Pembentukan Moral

    Label Halal–Nonhalal Adalah Perlindungan Konsumen, Bukan Instrumen Pembentukan Moral

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 96Komentar

    Klungkung – Manggala Madya Pasikian Pecalang Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Klungkung, Putu Yudhi Pasek Kusuma, menilai kebijakan kewajiban pencantuman label halal dan nonhalal oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) harus ditempatkan secara proporsional sebagai bagian dari perlindungan konsumen, bukan sebagai instrumen pembinaan moral publik. Pernyataan tersebut disampaikan Yudhi menanggapi penegasan Kepala BPJPH, Haikal […]

  • Penutupan TPA Suwung Jadi Tekanan ke Desa dan Kelurahan, Padahal Akar Masalah Ada pada Mandeknya TPST

    Penutupan TPA Suwung Jadi Tekanan ke Desa dan Kelurahan, Padahal Akar Masalah Ada pada Mandeknya TPST

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR — Kebijakan penutupan TPA Suwung kini berubah menjadi tekanan serius bagi pemerintah desa dan kelurahan di Kota Denpasar. Dalam percepatan kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber, Wayan Koster menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan menahan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) jika daerah tidak menunjukkan komitmen terhadap sistem pengolahan sampah dari sumbernya. “Saya akan tegas, BKK dari provinsi […]

  • Sorotan Kesewenangan dan Dugaan Tebang Pilih Pemerintah Bali dalam Kasus Lift Kaca Kelingking

    Sorotan Kesewenangan dan Dugaan Tebang Pilih Pemerintah Bali dalam Kasus Lift Kaca Kelingking

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    DENPASAR – Keputusan Gubernur Bali Wayan Koster memerintahkan pembongkaran total proyek Lift Kaca Kelingking di Nusa Penida kembali memicu sorotan publik terkait dugaan kesewenangan dan tebang pilih dalam penegakan aturan. Publik menilai, langkah tegas tersebut tercoreng oleh fakta bahwa sejumlah fasilitas serupa di lokasi lain tetap dibiarkan beroperasi tanpa sorotan yang sama kerasnya. Sebelumnya, proyek […]

  • Ascott Indonesia Salurkan 6.500 Paket Makanan Ramadan di 17 Kota, Perkuat Kepedulian Sosial

    Ascott Indonesia Salurkan 6.500 Paket Makanan Ramadan di 17 Kota, Perkuat Kepedulian Sosial

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Momentum bulan suci Ramadan dimaknai sebagai ajang berbagi oleh Ascott Indonesia melalui program sosial tahunan Ascott Takes Part Ramadan. Dalam kegiatan yang telah memasuki tahun kelima ini, perusahaan menyalurkan sebanyak 6.500 kotak makanan kepada masyarakat di 17 kota di Indonesia. Program yang berlangsung pada 4–11 Maret 2026 tersebut merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan […]

  • Dokter Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Pelanggaran Produk Kesehatan

    Dokter Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Pelanggaran Produk Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 16Komentar

    JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya menahan dokter sekaligus pemengaruh media sosial, Richard Lee, pada Jumat (6/3/2026) malam terkait dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen. Penahanan dilakukan setelah yang bersangkutan menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka dalam kasus yang dilaporkan oleh dokter kecantikan Samira Farahnaz atau yang dikenal dengan sebutan Doktif. Kepala Bidang Humas […]

  • Mercure Kuta Beach Bali Angkat Sejarah Pesisir Lewat Perayaan Tahun Baru “Kampung Nelayan”

    Mercure Kuta Beach Bali Angkat Sejarah Pesisir Lewat Perayaan Tahun Baru “Kampung Nelayan”

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    BADUNG – Menyambut pergantian Tahun Baru 2026, Mercure Kuta Beach Bali menghadirkan perayaan Malam Tahun Baru bertema “Kampung Nelayan”, sebuah konsep yang mengangkat kembali jejak sejarah Pantai Kuta sebagai kawasan pesisir yang dahulu dikenal sebagai kampung nelayan.   Menemui Pantri Arini selaku Hotel Manager Mercure Kuta Beach Bali, Menerangkan Tema “Kampung Nelayan” dihadirkan sebagai refleksi […]

expand_less