Breaking News
light_mode

Meme KDM soal Genderuwo Penjaga Hutan, Menampar Cara Negara Merawat Alam

  • account_circle Ray
  • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Pernyataan Kang Deddy Mulyadi (KDM) yang menyebut bahwa “lebih baik hutan dijaga oleh genderuwo dan kuntilanak daripada Kementerian Kehutanan” mendadak viral dan menjelma menjadi meme di berbagai platform media sosial.

Potongan pernyataan bernada satir itu menyulut reaksi luas publik—mulai dari gelak tawa, kritik tajam terhadap tata kelola hutan, hingga refleksi mendalam tentang kearifan leluhur Nusantara dalam menjaga alam.

Sarcasme yang dilontarkan KDM tidak lahir dari ruang hampa. Di balik ungkapan tersebut tersimpan kritik sosial terhadap masifnya kerusakan hutan akibat pembalakan liar, alih fungsi lahan, serta lemahnya pengawasan negara.

Meme-meme yang beredar justru memperkuat pesan tersebut: bahwa hutan yang dijaga secara spiritual oleh “makhluk tak kasatmata” dalam keyakinan tradisional sering kali lebih lestari dibandingkan kawasan yang berada di bawah otoritas formal namun rentan dieksploitasi.

Dalam kepercayaan leluhur masyarakat Nusantara, hutan bukan sekadar kumpulan pohon, melainkan ruang hidup yang sakral. Pohon-pohon besar diyakini memiliki penghuni—dari yang disebut genderuwo hingga kuntilanak—bukan untuk menakut-nakuti tanpa makna, melainkan sebagai simbol penjaga alam.

Sumber gambar dari berbagai media sosial.

Narasi ini secara turun-temurun ditanamkan agar manusia tidak bertindak serampangan terhadap hutan, tidak menebang pohon besar sembarangan, dan selalu menjaga keseimbangan antara kebutuhan hidup dan kelestarian alam.

Tradisi membalut batang pohon besar dengan kain hitam putih (poleng) menjadi representasi kuat dari filosofi tersebut. Kain itu menandai batas etika: bahwa pohon bukan sekadar objek ekonomi, melainkan entitas yang harus dihormati. Hitam dan putih melambangkan keseimbangan—antara baik dan buruk, manusia dan alam, eksploitasi dan perlindungan. Nilai inilah yang membuat leluhur Nusantara mampu menjaga hutan sebagai ekosistem hidup, tempat satwa dan manusia berdampingan tanpa saling meniadakan.

Viralnya meme KDM pada akhirnya membuka ruang diskusi yang lebih luas: tentang bagaimana modernitas kerap mengabaikan kearifan lokal. Ketika hutan direduksi menjadi angka produksi dan izin konsesi, pesan-pesan moral yang dulu hidup dalam mitologi justru memudar. Padahal, di balik cerita genderuwo dan kuntilanak, tersimpan sistem kontrol sosial yang efektif—menjaga hutan tetap utuh demi generasi mendatang.

Di tengah derasnya arus meme dan satire di media sosial, pernyataan KDM menjadi pengingat bahwa kritik tidak selalu harus disampaikan dengan bahasa teknokratis. Terkadang, ironi dan kearifan leluhur justru lebih tajam menampar nurani publik. Meme boleh berlalu, tetapi pesan tentang penghormatan terhadap hutan dan ekosistem seharusnya tetap tinggal dan direnungkan bersama.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SAMANA 2026 Hidupkan Nuanu! Festival Keluarga yang Padukan Edukasi, Hiburan, dan Kreativitas

    SAMANA 2026 Hidupkan Nuanu! Festival Keluarga yang Padukan Edukasi, Hiburan, dan Kreativitas

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    BADUNG – Kawasan Nuanu Creative City kembali menghadirkan festival keluarga SAMANA pada 3–4 April 2026. Digelar di lingkungan ProEd Global School, acara ini menjadi ruang eksplorasi kreativitas sekaligus sarana edukasi yang dirancang untuk mempererat interaksi keluarga. Festival yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 18.00 WITA tersebut menghadirkan beragam aktivitas interaktif bagi anak-anak. Mulai dari wahana […]

  • Peringati Global Accessibility Awareness Day, Ascott Bali Dorong Industri Perhotelan Lebih Inklusif

    Peringati Global Accessibility Awareness Day, Ascott Bali Dorong Industri Perhotelan Lebih Inklusif

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Momentum Global Accessibility Awareness Day 2026 dimanfaatkan Ascott Indonesia Area Bali untuk mempertegas komitmennya dalam membangun kesadaran terhadap pentingnya aksesibilitas dan inklusivitas di industri perhotelan. Melalui inisiatif bertajuk “Speak Without Sound”, Ascott menghadirkan ruang edukasi dan empati bagi para pelaku hospitality di Bali, yang digelar di Harris Hotel Kuta Tuban, Kamis (21/5/2026). Kegiatan […]

  • Lima Pilar Islam, Fondasi Utama Kehidupan Umat Muslim

    Lima Pilar Islam, Fondasi Utama Kehidupan Umat Muslim

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Islam dibangun di atas lima pilar utama yang menjadi pedoman hidup umat Muslim dalam menjalankan ajaran agama. Kelima pilar tersebut meliputi iman, salat, puasa, zakat atau sedekah, dan ibadah haji. Rukun-rukun ini bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan fondasi spiritual dan sosial yang membentuk karakter serta arah kehidupan seorang Muslim. Iman sebagai Landasan Utama […]

  • Penghormatan Terakhir, Jenazah Prada Lucky Chepril Disambut di Kompi C Yonif 743/PSY Ende

    Penghormatan Terakhir, Jenazah Prada Lucky Chepril Disambut di Kompi C Yonif 743/PSY Ende

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Nagakeo, NTT — Suasana haru menyelimuti keberangkatan jenazah Prada Lucky Chepril Saputra Nemo menuju Kompi C Yonif 743/PSY Kabupaten Ende untuk disemayamkan, Rabu malam, 6 Agustus 2025. Upacara pelepasan berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga, rekan sejawat, serta unsur pimpinan setempat. Upacara pelepasan dipimpin oleh perwira pendamping Letda Inf. Made Juni dan Letda Inf. Yafet. Orang […]

  • Purbaya Soroti Kualitas Buruk Sistem Coretax: “Selevel Anak SMA”

    Purbaya Soroti Kualitas Buruk Sistem Coretax: “Selevel Anak SMA”

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara blak-blakan mengkritik kualitas sistem pelaporan pajak Coretax yang selama ini dikeluhkan publik. Ia menyebut program tersebut dibangun dengan mutu yang sangat rendah, bahkan menilainya “setara hasil kerja anak SMA.” Purbaya mengaku telah membentuk tim ahli teknologi informasi untuk menelusuri akar persoalan dan memperbaiki sistem tersebut. Namun, langkah […]

  • PBJT Dinilai Cekik UMKM, Yonathan Baskoro Tegas Menolak

    PBJT Dinilai Cekik UMKM, Yonathan Baskoro Tegas Menolak

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Kebijakan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang diatur dalam Pasal 16 terkait penjualan atau penyerahan makanan dan minuman menuai penolakan keras dari Anggota DPRD Kota Denpasar Komisi I, Yonathan Andre Baskoro. Ia menilai aturan tersebut berpotensi memberatkan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) serta menunjukkan kurangnya keberpihakan pada ekonomi rakyat. Pasal tersebut […]

expand_less