Breaking News
light_mode

AS Tinggalkan PBB, Dunia Dihantui Bayang-Bayang Kekuatan Amerika

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Washington — Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik AS dari puluhan organisasi internasional, termasuk lembaga-lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tidak serta-merta mengurangi pengaruh Washington di panggung global.

Sebaliknya, langkah ini justru memperkuat satu kenyataan: dunia tetap hidup dalam bayang-bayang ketakutan terhadap kekuatan besar Amerika, yang kini bergerak di luar sistem internasional tanpa ikatan formal.

Melalui perintah eksekutif, AS resmi keluar dari 66 organisasi internasional, termasuk 31 entitas yang berafiliasi langsung dengan PBB. Kebijakan ini menandai pergeseran drastis dari tradisi kepemimpinan multilateral menuju pendekatan unilateral yang lebih keras dan sulit diprediksi.

Pemerintah AS berdalih, lembaga-lembaga tersebut tidak efisien, membebani anggaran, dan tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional Amerika.

Namun bagi banyak negara, persoalannya bukan sekadar efisiensi. Justru absennya AS dari sistem global memunculkan kecemasan baru, Amerika kini bebas bertindak tanpa mekanisme pengawasan internasional, tanpa konsensus global, dan tanpa kewajiban moral yang selama ini dibungkus dalam kerangka multilateralisme.

Trump secara terbuka menegaskan bahwa AS tidak boleh “terbelenggu” oleh kesepakatan global yang dianggap melemahkan kedaulatan. Doktrin America First kembali ditegaskan, tetapi dengan konsekuensi serius bagi dunia. Ketika negara dengan kekuatan militer, ekonomi, dan teknologi terbesar di dunia memilih berdiri di luar sistem, ketidakpastian global justru meningkat.

Di kalangan analis geopolitik, langkah ini juga dibaca sebagai sinyal kecemasan Washington terhadap kebangkitan China. Dalam dua dekade terakhir, Beijing terus memperluas pengaruhnya melalui jalur ekonomi, teknologi, militer, dan diplomasi internasional. China semakin aktif memainkan peran dalam lembaga-lembaga global, termasuk PBB, sekaligus membangun institusi alternatif yang menantang dominasi Barat.

Alih-alih menghadapi China dalam arena multilateral yang kini tak lagi sepenuhnya dapat dikendalikan, AS dinilai memilih keluar dan mempertahankan dominasinya melalui kekuatan unilateral, baik tekanan ekonomi, sanksi, maupun ancaman militer. Strategi ini membuat banyak negara berada dalam posisi dilematis: di satu sisi melihat peluang kepemimpinan baru dari China, di sisi lain tetap dihantui potensi tindakan sepihak Amerika.

Ironisnya, keluarnya AS dari berbagai organisasi internasional justru membuka ruang lebih luas bagi China untuk mengisi kekosongan kepemimpinan global. Namun kekosongan itu bukan tanpa risiko.

Dunia kini menghadapi situasi di mana dua kekuatan besar bergerak dengan logika berbeda, China dari dalam sistem, Amerika dari luar sistem, keduanya sama-sama membawa potensi tekanan.

Kekhawatiran pun merebak luas. Tanpa keterlibatan aktif AS dalam mekanisme internasional, penyelesaian konflik global, perlindungan hak asasi manusia, hingga penanganan krisis lintas negara terancam melemah. Ketakutan bukan hanya soal siapa yang memimpin dunia, tetapi bagaimana kekuatan besar digunakan tanpa kontrol bersama.

Bagi komunitas internasional, keputusan Trump bukan sekadar perubahan kebijakan luar negeri, melainkan sinyal bahwa era baru telah dimulai, era di mana Amerika Serikat tetap menjadi kekuatan paling ditakuti, justru karena tidak lagi terikat oleh aturan yang selama ini membatasi tindakannya.

Satu hal menjadi jelas, meskipun AS menjauh dari panggung multilateral, bayang-bayang kekuatannya tidak pernah benar-benar pergi. Dunia kini memasuki fase ketidakpastian yang lebih gelap, di mana ketakutan tidak lagi datang dari dominasi dalam sistem, melainkan dari kekuatan besar yang berdiri di luarnya.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (29)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antimateri! Zat Misterius Seharga Rp62,5 Triliun per Gram yang Bisa Mengubah Dunia

    Antimateri! Zat Misterius Seharga Rp62,5 Triliun per Gram yang Bisa Mengubah Dunia

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 19Komentar

    Jakarta – Bayangkan sebuah zat yang nilainya menembus Rp62,5 triliun per gram, mengalahkan harga emas, berlian, bahkan minyak bumi. Itulah antimateri, kembaran misterius dari materi biasa, namun dengan muatan listrik berlawanan. Proton memiliki pasangan antiproton, elektron memiliki positron, dan ketika keduanya bertemu, terjadilah ledakan energi murni yang luar biasa besar. Keistimewaan ini justru menjadi alasan […]

  • Silsilah Dipersoalkan, Sertifikat Terbit! Sengketa Waris Keluarga I Gusti Rai Sengkug Mengarah ke Dugaan Pidana

    Silsilah Dipersoalkan, Sertifikat Terbit! Sengketa Waris Keluarga I Gusti Rai Sengkug Mengarah ke Dugaan Pidana

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    BADUNG – Sengketa warisan keluarga besar almarhum I Gusti Rai Sengkug memasuki fase baru yang lebih tajam. Konflik yang semula bergulir di ranah perdata kini merambah dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen, menyusul laporan resmi ke Polres Badung terkait keabsahan silsilah keluarga yang menjadi dasar penerbitan sertifikat delapan bidang tanah. Kuasa hukum pelapor, Ruben Luther, S.H., […]

  • Noorsy Ingatkan Indonesia di Ambang Krisis Kedaulatan Akibat Tekanan Global dan Krisis Moral Play Button

    Noorsy Ingatkan Indonesia di Ambang Krisis Kedaulatan Akibat Tekanan Global dan Krisis Moral

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 10Komentar

    Jakarta, 7 Januari 2026 — Pengamat ekonomi-politik Ichsanudin Noorsy menilai Indonesia tengah memasuki fase genting yang mengancam kedaulatan nasional. Ia menyebut bangsa ini sedang berada dalam situasi “kejutan sistemik” yang bekerja secara senyap namun terstruktur, melalui tekanan ekonomi global sekaligus kerusakan nilai-nilai moral di dalam negeri. Menurutnya, jika kondisi ini tidak disadari sejak dini, Indonesia […]

  • Siswa SMK Wira Bhakti Kembali Torehkan Prestasi di Porjar Kota Denpasar 2026

    Siswa SMK Wira Bhakti Kembali Torehkan Prestasi di Porjar Kota Denpasar 2026

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 2Komentar

    Denpasar – Siswa SMK Wira Bhakti kembali mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Kota Denpasar 2026. Sejumlah siswa berhasil meraih juara pada beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan. Pada cabang pencak silat, Made Nadia Vira Bawanti, siswi kelas X KL1, sukses meraih juara II pada nomor seni tunggal. Sementara itu, pada cabang olahraga […]

  • Pakar Arsitektur Unud! Pansus TRAP Bukan “Super Power”, Eksekutif Wajib Eksekusi Temuan Tata Ruang Bali

    Pakar Arsitektur Unud! Pansus TRAP Bukan “Super Power”, Eksekutif Wajib Eksekusi Temuan Tata Ruang Bali

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    DENPASAR – Isu tata ruang, aset daerah, dan perizinan kian menjadi perhatian krusial bagi arah pembangunan Bali ke depan. Di tengah maraknya inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, dorongan agar lembaga eksekutif ikut turun tangan makin menguat. ​Guru Besar Arsitektur Universitas Udayana (Unud) […]

  • Kerry Klaim Dikriminalisasi, Ungkap Surat dari Rutan Salemba Soal Kasus Dugaan Korupsi Pertamina

    Kerry Klaim Dikriminalisasi, Ungkap Surat dari Rutan Salemba Soal Kasus Dugaan Korupsi Pertamina

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    JAKARTA – Muhamad Kerry Adrianto Riza, anak pengusaha Riza Chalid, kembali menegaskan dirinya dikriminalisasi dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina periode 2018–2023. Ia membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya, termasuk isu yang menyeret nama ayahnya. Kerry menyampaikan pembelaan itu kepada wartawan saat menghadiri sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta […]

expand_less