Breaking News
light_mode

Harta Makarim Tersungkur, Korupsi Chromebook Rp1,98 Triliun Menjeratnya

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 4 September 2025 – Karier gemilang Nadiem Anwar Makarim, pendiri aplikasi transportasi daring Gojek sekaligus mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang kemudian menjabat sebagai Mendikbudristek, kini runtuh di hadapan hukum.

Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Kamis sore resmi menetapkan Nadiem sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook dengan nilai proyek Rp9,3 triliun. Dari proyek itu, kerugian keuangan negara ditaksir mencapai Rp1,98 triliun.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah Nadiem menjalani tiga kali pemeriksaan panjang. Pemeriksaan pertama berlangsung pada 23 Juni 2025 selama 12 jam, lalu berlanjut pada 15 Juli 2025 selama sembilan jam, hingga akhirnya hari ini ia kembali dipanggil dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Tidak hanya itu, Nadiem juga telah dicegah bepergian ke luar negeri sejak 19 Juni 2025 untuk enam bulan ke depan. Usai pengumuman status tersangka, Kejagung langsung menahan Nadiem di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung untuk 20 hari ke depan.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung Nurcahyo Jungkung Madyo.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung, Nurcahyo Jungkung Madyo, menyatakan Nadiem menjadi tersangka kelima dalam kasus ini. Ia dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Tipikor, yang mengatur perbuatan memperkaya diri maupun penyalahgunaan wewenang yang merugikan negara.

Nadiem diduga memiliki peran besar dalam meloloskan skema pengadaan yang membuka jalan bagi Google untuk terlibat dalam proyek teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Kemendikbudristek.

Tidak hanya melanggar peraturan teknis pengadaan barang dan jasa pemerintah, langkah tersebut juga dinilai menerobos Perpres No 123 Tahun 2020 tentang petunjuk teknis pengelolaan DAK Fisik serta berbagai regulasi LKPP.

Kasus ini sebelumnya telah menyeret empat orang lain sebagai tersangka, yaitu mantan staf khusus Nadiem, Jurist Tan; mantan konsultan Kemendikbudristek, Ibrahim Arief; serta dua pejabat eselon Kemendikbudristek, Sri Wahyuningsih (mantan Direktur Sekolah Dasar) dan Mulyatsyah (mantan Direktur Sekolah Menengah Pertama).

Mereka semua diduga terlibat dalam praktik korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook yang seharusnya ditujukan untuk menunjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.

Namun, penetapan tersangka Nadiem tidak lepas dari sorotan publik. Pakar hukum tata negara Mahfud MD menegaskan adanya kekeliruan fatal saat pengumuman status tersangka. Menurutnya, Nurcahyo Jungkung Madyo menyebut Nadiem menjabat sebagai Mendikbudristek sejak Februari 2020, padahal saat itu kementerian riset dan teknologi masih dipimpin oleh Bambang Brodjonegoro dan belum dilebur ke Kemendikbud.

Mahfud MD.

Nadiem baru sah menjabat sebagai Mendikbudristek pada 28 April 2021 setelah adanya perombakan kabinet. Mahfud mengingatkan, kesalahan mendasar semacam ini bisa menjadi celah hukum yang dimanfaatkan dalam dakwaan. “Harus cermat. Hati-hati, karena bisa dieksepsi dalam persidangan nanti,” tulis Mahfud di akun X, Kamis (4/9/2025).

Di luar polemik hukum itu, yang tak kalah mencolok adalah perjalanan harta kekayaan Nadiem yang naik-turun bak roller coaster. Saat pertama kali masuk kabinet Jokowi–Ma’ruf Amin pada 2019, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mencatat kekayaan Nadiem mencapai Rp1,23 triliun dengan utang Rp185 miliar, sebagian besar berbentuk surat berharga.

Pada 2022, harta itu melonjak drastis hingga Rp4,87 triliun seiring dengan pencatatan saham GOTO di Bursa Efek Indonesia, di mana Nadiem tercatat memiliki lebih dari 522 juta lembar saham. Namun, hanya dua tahun berselang, dalam LHKPN terakhir 31 Oktober 2024, kekayaannya anjlok menjadi Rp600,64 miliar dengan utang Rp466 miliar. Penurunan ini terjadi akibat turunnya nilai surat berharga yang semula bernilai Rp5,66 triliun kini tinggal Rp926 miliar.

Kini, ironi besar menimpa sosok yang dulu dielu-elukan sebagai ikon muda sukses dari dunia teknologi. Dari kursi bos raksasa teknologi hingga menteri pendidikan, kini Nadiem Makarim harus berhadapan dengan jerat hukum dan tuduhan korupsi yang mencoreng wajah dunia pendidikan Indonesia. Harta yang pernah menjulang tinggi tak lagi menjadi tameng, karena ancaman pidana berat dan stigma publik telah lebih dulu menjatuhkan martabatnya. (Ray)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (6)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT ke-7 Lintas Bali, Teguhkan Komitmen Bersinergi dan Mengawal Bali

    HUT ke-7 Lintas Bali, Teguhkan Komitmen Bersinergi dan Mengawal Bali

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tujuh tahun perjalanan Lintas Bali menjadi momentum memperkuat profesionalisme, independensi, dan kualitas jurnalistik untuk masyarakat Bali. DENPASAR – Media asal Bali, Lintas Bali, memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-7 pada Kamis (1/10/2026). Perayaan sederhana digelar bersama awak media di Kantor Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bali, Jalan Badak Agung, Denpasar. Mengusung tema “Bersinergi, Menginspirasi, Mengawal […]

  • Crystal Bay dan Sundi Ocean Bungalow by ABM, Liburan Kepingan Surga Tropis di Nusa Penida

    Crystal Bay dan Sundi Ocean Bungalow by ABM, Liburan Kepingan Surga Tropis di Nusa Penida

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    KLUNGKUNG – Nusa Penida adalah permatanya pulau Bali yang belum banyak terasah, potongan surga yang jatuh ke bumi. “Crystal Bay”, sebuah teluk indah di Nusa Penida yang dikenal karena airnya sebening kristal. Saat matahari mulai condong ke barat, langit perlahan berubah warna. Gradasi jingga, ungu, dan emas menyatu seperti lukisan yang hidup. Di kejauhan, seorang […]

  • Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg Dikembalikan Kejagung

    Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg Dikembalikan Kejagung

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Dalam sidang praperadilan di PN Jakarta Selatan, kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah meminta seluruh barang yang disita dari rumah keluarganya, termasuk emas 74 kilogram dan uang tunai, dikembalikan dalam kondisi utuh. JAKARTA — Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) mengembalikan emas seberat 74 kilogram beserta uang […]

  • Dewan Pers Indonesia dan SPRI Ajukan 8 Tuntutan kepada Presiden Prabowo

    Dewan Pers Indonesia dan SPRI Ajukan 8 Tuntutan kepada Presiden Prabowo

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    JAKARTA – Dewan Pers Indonesia (DPI) bersama Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) secara resmi menyampaikan delapan tuntutan penting kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Tuntutan ini dinilai sebagai langkah mendesak untuk menjamin kemerdekaan pers sekaligus menghentikan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Dewan Pers saat ini. Ketua DPI hasil Kongres Pers Indonesia 2019 yang juga Ketua Umum […]

  • Inovasi PETAKERTA Perkuat Peran Posyandu 6 SPM di Banjar Kemenuh Kangin

    Inovasi PETAKERTA Perkuat Peran Posyandu 6 SPM di Banjar Kemenuh Kangin

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 0Komentar

    GIANYAR – Sepanjang Mei–Juni 2026, Posyandu 6 SPM Banjar Kemenuh Kangin, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar melaksanakan pendataan terhadap 184 KK melalui inovasi PETAKERTA (Pemetaan Terpadu untuk Keluarga Sejahtera). Hasil pendataan dengan cara pengisian kuesioner secara mandiri tersebut juga menjadi bagian dari usulan yang disampaikan banjar dalam Musyawarah Desa (Musdes) Kemenuh. Kelian Banjar Dinas sekaligus […]

  • Bedah Makna Dewa Yadnya, PSN Denpasar Gelar Seminar Pemendakan dan Pedatengan

    Bedah Makna Dewa Yadnya, PSN Denpasar Gelar Seminar Pemendakan dan Pedatengan

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Upaya memperdalam pemahaman spiritual berbasis kearifan lokal kembali digaungkan oleh Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Daerah Kota Denpasar melalui penyelenggaraan seminar bertajuk Upacara Dewa Yadnya, Pemendakan dan Pedatengan, Minggu (26/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Shanti Graha Denpasar, Jalan PB Sudirman ini mengangkat tema “Widya Sastra Parama Guna”, yang menekankan pentingnya mempelajari sastra […]

expand_less