Breaking News
light_mode

Manuver Politik PBNU yang Kecentilan

  • account_circle Vaza Fernantha
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Saiful Huda Ems.

JAKARTA – Terdengar kabar di berbagai pemberitaan, bahwa PBNU memberikan saran pada Kedutaan Besar Iran dan AS agar perang segera berhenti dan dilanjutkan dengan perundingan damai. Saya kok jadi bingung, Iran yang duluan diserang oleh AS dan Israel, kemudian Iran membalas serangan-serangan AS dan Israel itu secara presisi dan membuat terperangah dunia dengan kemajuan persenjataannya, kok kemudian Iran disuruh berhenti perang dan memilih jalur damai? Apa itu tidak salah alamat?

Apalagi yang menyuruh damai ini PBNU, Ketuanya Yahya Cholil yang sebelumnya selalu percaya diri dan pernah mendatangi Israel, serta mengadakan pertemuan khusus dengan para pejabat Israel, termasuk dengan Benjamin Netanyahu yang akhirnya dicemooh oleh jutaan Netizen, tak terkecuali oleh warga Nahdliyin sendiri. Ini aneh sekali. Ketum PBNU itu idealnya dahulu itu mendatangi tokoh-tokoh Islam dunia, seperti alm. Ali Khamenei di Iran, bukannya malah mengunjungi Israel dan mengadakan pertemuan tertutup dengan Netanyahu !.

Permintaan PBNU pada Iran agar selekasnya damai, itu ibarat ada satu orang yang tidak bersalah apa-apa, lalu tiba-tiba dikeroyok oleh dua orang bertubuh besar. Satu orang yang dikeroyok itu bangkit melawan, balas memukuli dua orang yang pertama memukulinya. Namun tiba-tiba datang orang peyot yang minta orang tersebut berhenti membalas dan menyuruhnya damai saja. Apa hal tersebut benar dan adil? Terlebih lagi orang yang menyuruh damai itu integritasnya diragukan karena “bermain” tambang yang tidak ada hubungannya dengan organisasi yang dipimpinnya, tapi mengklaim untuk kepentingan anggota organisasinya.

Jangankan PBNU yang menginginkan Iran segera mengakhiri perang dan menempuh jalan damai, Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump saja tidak digubris (tak dihiraukan) oleh Iran, apalagi PBNU. Sebab bagi Iran, yang pertamakali bikin gara-gara melanggar Hukum Internasional, dengan menyerbu Iran tanpa pemberitahuan apapun (tidak ada deklarasi perang sebelumnya) dan membunuh Pemimpin Tertinggi Iran bersama keluarganya itu AS dan Israel. Maka AS dan Israellah yang harusnya pertamakali mengakhiri perang dengan menarik semua pasukannya dari medan perang, kemudian menjamin tidak ada lagi serangan dari AS dan Israel terhadap Iran. Jadi bukan malah dibalik, Iran yang diminta mengakhiri perang !.

Oleh sebab itu semua, saya katakan manuver politik PBNU itu salah dan kecentilan ! Sebagai Warga Nahdliyin saya malah menganjurkan, sebaiknya PBNU lebih fokus saja untuk melakukan evaluasi total terhadap organisasinya sendiri. Ketum PBNU yang banyak menstimulus terjadinya konflik internal di tubuh NU, sampai-sampai pernah mau dimakzulkan oleh Rais Aamnya, harus rajin tafakur di masjid biar jadi orang yang bijak dan tidak ceroboh lagi. Mayoritas Umat Islam di negeri ini sedang menyemangati Iran agar menang melawan AS dan Israel, masak PBNU malah minta Iran segera mengakhiri perang, ya pasti kalian akan kami soraki: Huuuuu !!!…

PBNU harus bisa mengkoordinir kader-kader Nahdliyin yang potensial di bidangnya masing-masing, yang jika negara membutuhkannya, PBNU sudah siap menyodorkan orang-orangnya. Manuver-manuver politik centil, gaya-gayaan seperti mendatangi Benjamin Netanyahu yang terbukti sebagai Dajjal Modern sebagaimana Donald Trump itu jangan pernah diulangi lagi. Sebab semua orang juga tahu, Yahya Cholil bukanlah Gus Dur yang populer dengan kepiawaian manuver politiknya, yang diimbangi dengan pengetahuan sejarah dan keislamannya yang luas. Wallahu a’lamu bishawab…..

7 maret 2026

Vaza Fernantha

Penulis

Berjalanlah bersamaku dengan akal sehat dan keadilan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasal Karet UU Tipikor Dinilai Berbahaya, Jualan Pecel Lele di Trotoar Bisa Kena Jerat Korupsi

    Pasal Karet UU Tipikor Dinilai Berbahaya, Jualan Pecel Lele di Trotoar Bisa Kena Jerat Korupsi

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Mantan Wakil Ketua KPK periode 2007-2009 Chandra Hamzah.  DENPASAR – Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) kembali menuai sorotan tajam. Dalam sidang uji materi Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Tipikor di Mahkamah Konstitusi (MK), ahli hukum sekaligus mantan Wakil Ketua KPK, Chandra M. Hamzah, menyampaikan bahwa ketentuan dalam pasal tersebut sangat rawan […]

  • Godfried Lubis Ancam Lawan Jika Ada Pelarangan, Penertiban Pedagang Babi di Medan Diduga Tebang Pilih

    Godfried Lubis Ancam Lawan Jika Ada Pelarangan, Penertiban Pedagang Babi di Medan Diduga Tebang Pilih

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    Medan – Anggota DPRD Kota Medan, Godfried Effendi Lubis, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan pelarangan penjualan daging babi di Kota Medan. Pernyataan itu disampaikannya, Jumat (20/2/2026), menanggapi penertiban pedagang daging babi di wilayah Medan Kota dan Medan Amplas yang menuai protes warga. Politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut menyebut, langkah yang dilakukan pemerintah kota […]

  • Desa Serangan Bangkit Atasi Sampah Lewat Teba Modern & Angen Bali

    Desa Serangan Bangkit Atasi Sampah Lewat Teba Modern & Angen Bali

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 17Komentar

    DENPASAR – Desa Serangan kian meneguhkan diri sebagai pionir pengelolaan sampah berbasis sumber di Bali. Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi bersama PT Bali Turtle Island Development (BTID), warga pesisir ini tidak hanya menanggulangi persoalan sampah plastik dan organik, tetapi juga mengubahnya menjadi peluang ekonomi baru, 21 Agustus 2025. Sejak 2023, Desa Serangan bersama BTID […]

  • Doktor Ilmu Hukum ke-164 Unud, Agus Samijaya Angkat Reforma Agraria dalam Disertasinya

    Doktor Ilmu Hukum ke-164 Unud, Agus Samijaya Angkat Reforma Agraria dalam Disertasinya

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Ray
    • 11Komentar

    DENPASAR – Agus Samijaya, SH., MH., resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum setelah mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Aula Fakultas Hukum Universitas Udayana (Unud), Senin (22/9/2025). Dalam sidang yang dipimpin Dekan Fakultas Hukum Unud, Prof. Dr. Putu Gede Arya Sumerta Yasa, SH., MHum, Agus memaparkan hasil penelitiannya berjudul “Rekonseptualisasi Badan Bank Tanah […]

  • Restoran Viral Karen’s Diner Resmi Bangkrut! Galak, Judes, Ramai di Sosmed, Tapi Tak Tahan di Dunia Nyata

    Restoran Viral Karen’s Diner Resmi Bangkrut! Galak, Judes, Ramai di Sosmed, Tapi Tak Tahan di Dunia Nyata

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Ray
    • 15Komentar

    Akhir era Karen’s Diner membuktikan, viral belum tentu bertahan. LONDON – Restoran fenomenal Karen’s Diner yang terkenal karena pelayanannya yang sengaja nyebelin, galak, dan penuh sarkasme, akhirnya resmi bangkrut dan menutup operasionalnya permanen di Inggris per akhir Juni 2025. Berbasis di White Lion Street, Islington, London, restoran waralaba ini menggabungkan pengalaman makan dengan drama ala […]

  • Tarawih Berdekatan dengan Nyepi, PWNU Bali Ajak Umat Islam Utamakan Toleransi

    Tarawih Berdekatan dengan Nyepi, PWNU Bali Ajak Umat Islam Utamakan Toleransi

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Pelaksanaan ibadah salat tarawih pada Ramadan tahun ini diperkirakan berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi di Bali. Menyikapi hal tersebut, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali mengajak umat Islam untuk mengedepankan sikap saling menghormati antarumat beragama. Ketua PWNU Bali, KH Abdul Azis, menyampaikan bahwa potensi kedekatan waktu tersebut perlu disikapi dengan bijak demi […]

expand_less