Sorotan Media Gatra Dewata! Investigasi Netti Herawati Bongkar Nestapa Ribuan WNI di Kamboja
- account_circle Admin
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

{"source_type":"vicut","data":{"client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut","source_platform":"mobile_2","appVersion":"17.4.0","enterFrom":"home","os":"android","product":"vicut","editType":"image_edit","region":"ID","picture_id":"574CYOHE-V5O7-NNHL-VVYM-C3YCRDJGWI4F","pictureId":"574CYOHE-V5O7-NNHL-VVYM-C3YCRDJGWI4F","capability_name":"capcut_photo_editor"},"tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut","source_platform":"mobile_2","appVersion":"17.4.0","enterFrom":"home","os":"android","product":"vicut","editType":"image_edit","region":"ID","picture_id":"574CYOHE-V5O7-NNHL-VVYM-C3YCRDJGWI4F","pictureId":"574CYOHE-V5O7-NNHL-VVYM-C3YCRDJGWI4F","capability_name":"capcut_photo_editor"}"}
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, 21 April 2026 — Sorotan tajam mengarah pada kiprah jurnalis investigasi Netti Herawati yang dinilai berperan besar dalam mengungkap penderitaan ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak dalam jaringan penipuan daring (scam center) di Kamboja. Liputan mendalam yang dilakukan sejak awal 2026 membuka fakta serius terkait praktik eksploitasi manusia lintas negara.
Dalam investigasinya, Netti menemukan sedikitnya 5.264 WNI berada dalam kondisi rentan di sejumlah lokasi yang diduga menjadi pusat operasi penipuan digital. Para korban tidak hanya menghadapi jeratan administrasi berupa overstay dengan denda tinggi, tetapi juga mengalami berbagai bentuk pelanggaran hak asasi.
Sejumlah korban mengaku mengalami kekerasan fisik hingga penyiksaan, termasuk pemukulan dan penyekapan. Tak hanya itu, ditemukan pula dugaan kekerasan seksual terhadap perempuan, serta jam kerja yang jauh dari standar kemanusiaan. Para pekerja dipaksa bekerja dalam tekanan tinggi tanpa kebebasan, sementara sistem denda dan pemotongan upah dinilai tidak manusiawi.

Sumber foto istimewa, Bandara baru di Kamboja.
Netti, yang memiliki latar belakang di bidang ekonomi dan hukum, melakukan verifikasi langsung terhadap laporan para korban. Ia juga menelusuri hambatan birokrasi yang memperlambat proses pemulangan. Dari total ribuan korban, sebagian telah mendapatkan keringanan denda dari otoritas setempat, namun proses repatriasi masih berjalan bertahap.
Hingga Maret 2026, tercatat 1.252 WNI telah berhasil dipulangkan ke Indonesia. Namun, ratusan lainnya masih tertahan karena proses verifikasi terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Laporan investigatif tersebut turut menyoroti dugaan praktik pungutan liar di sejumlah fasilitas penahanan, yang semakin memperburuk kondisi korban. Temuan ini memicu perhatian publik dan mendorong respons dari berbagai pihak, termasuk legislatif.
Sorotan yang muncul kemudian memperkuat desakan pembentukan satuan tugas khusus untuk menangani kasus rekrutmen ilegal dan perlindungan pekerja migran Indonesia. Sejumlah pihak menilai, kasus ini menjadi alarm serius atas maraknya kejahatan lintas negara yang menyasar warga Indonesia.
Media Gatra Dewata dalam ulasannya menegaskan bahwa di tengah lambannya proses birokrasi, peran jurnalis investigasi menjadi krusial sebagai pengungkap fakta dan penggerak kesadaran publik. Kiprah Netti Herawati pun dinilai sebagai cerminan fungsi pers dalam mengawal keadilan dan kemanusiaan.
Kasus ini sekaligus mempertegas urgensi penguatan sistem perlindungan bagi WNI di luar negeri, agar praktik eksploitasi serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
Editor – Ray
*Negara wajib hadir tatkala warga negaranya mendapatkan kesulitan administrasi serta kemanusiaan di negara lain.
*Negara harus serius memutus kasus WNI di Kamboja demi kedaulatan negara.

Saat ini belum ada komentar