Breaking News
light_mode

Investasi Berbasis Sosial Jadi Spirit Pembangunan Bandara Bali Utara

  • account_circle Ray
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MATARAM — Gagasan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara tidak hanya diarahkan sebagai proyek infrastruktur semata, tetapi juga didorong menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat lokal.

Hal itu disampaikan CEO PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, dalam kuliah umum bertema “Investasi Sosial sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan dalam Pembangunan Bandara Bali Utara” di Ruang Sidang Senat Universitas Mataram (Unram), Kamis, 7 Mei 2026.

Kuliah umum yang dihadiri sekitar 200 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, hingga tokoh masyarakat itu berlangsung interaktif selama hampir dua jam. Acara dibuka Rektor Unram Prof. Dr. Sukardi dan dimoderatori Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Sitti Hilyana.

Dalam paparannya, Erwanto menegaskan bahwa bisnis tidak semata berbicara mengenai keuntungan finansial, melainkan juga nilai kemanusiaan dan manfaat sosial.

“Bisnis bukan cuma tentang profit. Tapi tentang amanah, manfaat, dan keberkahan,” ujar Erwanto disambut tepuk tangan peserta.

Ia menjelaskan, pembangunan Bandara Bali Utara di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, dirancang menggunakan pendekatan investasi sosial. Konsep tersebut, menurutnya, menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dari pembangunan, bukan sekadar objek terdampak proyek.

Salah satu konsep yang ditawarkan adalah pengembangan kawasan Aerotropolis seluas sekitar 20 ribu hektar tanpa mengambil alih kepemilikan lahan masyarakat.

“Tanah warga tidak diambil alih dan tidak dipindahtangankan. Skemanya berupa sewa dengan pengelolaan dipercayakan kepada PT BIBU, sehingga masyarakat tetap menjadi pemilik aset,” katanya.

Menurut Erwanto, pendekatan itu dipilih untuk menghindari dampak sosial yang selama ini kerap muncul dalam proyek-proyek besar, terutama hilangnya ruang hidup masyarakat lokal akibat alih fungsi lahan.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan di Bali tidak cukup hanya memenuhi aspek legal formal, tetapi juga harus diterima secara sosial dan budaya oleh masyarakat adat.

“Di Bali, pembangunan tidak cukup hanya legal secara administrasi. Ia juga harus diterima secara adat dan budaya,” ujarnya.

Erwanto menyebut dukungan sosial terhadap proyek tersebut telah ditunjukkan oleh 13 desa di Kecamatan Kubutambahan melalui prosesi adat yang melibatkan perbekel, penglingsir, dan tokoh agama di Kabupaten Buleleng.

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, PT BIBU juga mulai melakukan pemberdayaan masyarakat melalui sektor pendidikan dan ekonomi kreatif. Salah satunya melalui kerja sama dengan SMK Taruna Mandara Singaraja guna menyiapkan sumber daya manusia di bidang aviasi.

“Kami tidak ingin masyarakat lokal hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” kata Erwanto.

PT BIBU juga melakukan pembinaan terhadap pengrajin di Desa Bengkala dengan membuka akses pasar domestik dan internasional. Sementara untuk masyarakat nelayan di pesisir Kubutambahan, perusahaan mengaku melakukan pendekatan persuasif serta kajian teknis terkait dampak pembangunan terhadap aktivitas melaut.

Menurut Erwanto, lokasi pembangunan bandara dipilih karena tidak mengganggu jalur tangkap ikan maupun ekosistem terumbu karang. Proyek tersebut, lanjut dia, juga telah memperoleh persetujuan teknis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Bahkan, PT BIBU disebut telah memesan tiga unit pesawat amfibi N-219 untuk mendukung distribusi hasil laut dari sentra nelayan menuju pasar ekspor.

“Ikan, rumput laut, dan hasil budidaya harus bisa terhubung langsung dengan pasar global. Infrastruktur udara harus memberi manfaat langsung bagi rakyat,” ujarnya.

Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sukardi, menilai pendekatan pembangunan yang dipaparkan PT BIBU menarik karena mencoba menghadirkan keseimbangan antara investasi, keberlanjutan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

“Pembangunan masa depan membutuhkan keseimbangan antara investasi, keberlanjutan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Perspektif seperti ini penting dipelajari mahasiswa,” kata Sukardi.
Di akhir kuliah umum, Erwanto kembali menegaskan bahwa pembangunan Bandara Bali Utara harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

“Kalau sebuah investasi hanya membuat perusahaan tumbuh, itu biasa. Tapi kalau investasi membuat masyarakat ikut tumbuh, itu baru memiliki arti,” katanya.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dewan Pers Indonesia dan SPRI Ajukan 8 Tuntutan kepada Presiden Prabowo

    Dewan Pers Indonesia dan SPRI Ajukan 8 Tuntutan kepada Presiden Prabowo

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    JAKARTA – Dewan Pers Indonesia (DPI) bersama Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) secara resmi menyampaikan delapan tuntutan penting kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Tuntutan ini dinilai sebagai langkah mendesak untuk menjamin kemerdekaan pers sekaligus menghentikan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Dewan Pers saat ini. Ketua DPI hasil Kongres Pers Indonesia 2019 yang juga Ketua Umum […]

  • Guru dan Pegawai Bali Public School Dibekali Penanganan Tersedak dan Edukasi Kemasan Ramah Lingkungan

    Guru dan Pegawai Bali Public School Dibekali Penanganan Tersedak dan Edukasi Kemasan Ramah Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 26Komentar

    BALI – Kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat kesehatan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan menjadi fokus utama kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Bali Public School. Kegiatan ini menyasar guru dan pegawai sekolah sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan lingkungan pendidikan serta mendukung perilaku ramah lingkungan. Sebanyak 12 guru dan pegawai Bali Public School mengikuti […]

  • Sabha Pandita PHDI Semprot Keras Ketua Umum, Ungkap Dugaan Cacat Hukum dan Nepotisme dalam Pemilihan Rektor UNHI

    Sabha Pandita PHDI Semprot Keras Ketua Umum, Ungkap Dugaan Cacat Hukum dan Nepotisme dalam Pemilihan Rektor UNHI

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    DENPASAR (30/10/2025) — Situasi internal Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) tengah bergolak. Surat terbuka yang dikeluarkan Sabha Pandita PHDI menjadi sorotan tajam publik setelah secara tegas menegur Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat terkait proses pemilihan Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar yang dinilai sarat kejanggalan, cacat hukum, dan berpotensi disusupi kepentingan pribadi maupun keluarga. […]

  • Ratu yang Dilahirkan dari Solidaritas, Bukan Takdir Play Button

    Ratu yang Dilahirkan dari Solidaritas, Bukan Takdir

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Ray
    • 14Komentar

    DENPASAR – Ketika sang ratu lebah mati, koloni tak gentar, tak gaduh. Mereka tidak menengadah menanti mukjizat, tak menjerit mencari penyelamat. Seperti pepatah lama, “Di kala badai datang, burung gagak bersembunyi, tapi lebah membuat rumah baru.” Dengan naluri kolektif yang jernih dan kekuatan persatuan yang mendarah daging, para lebah pekerja segera mengambil keputusan bersama mereka […]

  • TPST Gagal! Wakil Rakyat Bungkam, Somya Putra Sebut Adanya Potensi Konspirasi Rugikan Publik

    TPST Gagal! Wakil Rakyat Bungkam, Somya Putra Sebut Adanya Potensi Konspirasi Rugikan Publik

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 9Komentar

    DENPASAR – Gembar – gembor penyelesaian sampah TPA Suwung Kangin dengan cara membangun tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Denpasar, Bali, meliputi TPST Kertalangu di Denpasar Timur, TPST Padang Sambian di Denpasar Barat, dan TPST Tahura Ngurah Rai di Denpasar akhirnya gagal total. Sepi tak terdengar suara wakil rakyat di DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat […]

  • Kompensasi Rp1 Miliar Jadi Batu Sandungan, Kandang Babi vs Dapur Makan Gratis Memanas

    Kompensasi Rp1 Miliar Jadi Batu Sandungan, Kandang Babi vs Dapur Makan Gratis Memanas

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    SRAGEN – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sragen tersandung konflik sosial serius. Pemilik kandang babi di Dukuh Kedungbanteng RT 014, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, secara terbuka meminta kompensasi Rp1 miliar kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jika usahanya harus dipindahkan. Permintaan itu hingga kini belum menemui titik temu dan memicu ketegangan di […]

expand_less