Breaking News
light_mode

Jejak Kolonial yang Tetap Teduh! Asam Jawa, Pohon Penjaga Jalan yang Menjadi Bagian dari Identitas Nusantara

  • account_circle Ray
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Di tengah laju pembangunan dan modernisasi kota-kota di Indonesia, keberadaan pohon asam Jawa masih mudah ditemukan berjajar di tepi jalan. Pohon yang memiliki tajuk lebar dan rindang ini ternyata menyimpan sejarah panjang yang berakar sejak masa kolonial Belanda.

Berabad-abad lalu, ketika transportasi utama masih mengandalkan kereta kuda dan jalan-jalan berbatu, pemerintah kolonial Belanda menanam pohon asam Jawa sebagai peneduh di berbagai jalur utama. Pemilihan pohon ini dilakukan secara terencana karena dinilai memiliki karakteristik yang cocok untuk iklim tropis dan kebutuhan infrastruktur saat itu.

Secara ilmiah, asam Jawa dikenal dengan nama Tamarindus indica. Meski kini identik dengan lanskap Nusantara, pohon ini sebenarnya berasal dari kawasan Afrika Timur sebelum menyebar ke berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia.

Pohon asam Jawa dipilih karena memiliki akar yang kuat, mampu bertahan terhadap terpaan angin, serta dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Kanopinya yang lebar memberikan keteduhan bagi pengguna jalan tanpa menghalangi aktivitas lalu lintas. Karakter tersebut menjadikannya salah satu tanaman favorit pemerintah kolonial untuk penghijauan jalan raya.

Tidak hanya berfungsi sebagai peneduh, asam Jawa juga memiliki nilai ekonomi dan budaya yang tinggi. Daun mudanya yang dikenal sebagai sinom sejak lama dimanfaatkan sebagai bahan jamu tradisional. Sementara buahnya menjadi salah satu bahan utama berbagai kuliner Nusantara, termasuk sayur asem yang populer di berbagai daerah.

Kayu pohon asam Jawa yang terkenal keras dan padat juga dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan perabot rumah tangga, seperti kursi dan lemari. Berbagai manfaat tersebut membuat keberadaan pohon ini terus dipertahankan hingga kini.

Di banyak daerah, pohon-pohon asam Jawa yang berusia puluhan hingga ratusan tahun masih berdiri kokoh di sepanjang jalan raya. Keberadaannya bukan sekadar elemen penghijauan, melainkan juga saksi bisu perjalanan sejarah yang menghubungkan masa kolonial dengan kehidupan masyarakat modern.

Pengamat lingkungan menilai keberadaan pohon-pohon tua seperti asam Jawa memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara, menurunkan suhu lingkungan, serta mempertahankan karakter visual kawasan perkotaan. Karena itu, pelestarian pohon bersejarah menjadi bagian penting dalam upaya menjaga warisan alam dan budaya di tengah pesatnya pembangunan.

Kini, warisan yang dahulu ditanam untuk kepentingan infrastruktur kolonial telah bertransformasi menjadi bagian dari identitas masyarakat Indonesia. Dari peneduh jalan, bahan jamu tradisional, hingga pelengkap cita rasa kuliner Nusantara, asam Jawa membuktikan bahwa sejarah dapat hidup dan terus memberi manfaat lintas generasi.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Misteri Patung Dwarapala, Penjaga Gerbang yang Sarat Makna Spiritual dan Simbol Kekuasaan

    Misteri Patung Dwarapala, Penjaga Gerbang yang Sarat Makna Spiritual dan Simbol Kekuasaan

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR, 28 Juni 2025 — Patung berwujud raksasa bersenjata gada yang kerap ditemui di pintu gerbang candi, pura, atau bangunan kuno di Nusantara dikenal dengan nama Dwarapala. Lebih dari sekadar ornamen atau hiasan, Dwarapala memegang fungsi simbolik sebagai penjaga sakral terhadap tempat suci, sekaligus perlambang batas antara dunia profan dan spiritual. Dalam kepercayaan Hindu-Buddha yang […]

  • INSTIKI dan HOCA Gelar Program Inovasi Seni Nusantara 2026 dan Pameran UTOPIA X DISTOPIA: UnBALIveable

    INSTIKI dan HOCA Gelar Program Inovasi Seni Nusantara 2026 dan Pameran UTOPIA X DISTOPIA: UnBALIveable

    • calendar_month 5 jam yang lalu
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    PISN 2026 menghadirkan UTOPIA X DISTOPIA: UnBALIveable di Park 23 Creative Hub Bali, dengan edukasi HaKI dan sertifikasi digital blockchain untuk mendokumentasikan karya. DENPASAR – Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) bersama House of Creative Artist (HOCA) menyelenggarakan Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026 yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik […]

  • Siswa SMAN 1 Denpasar Raih Medali Perak di Ajang Inovasi Internasional JDIE 2026 Osaka, Harumkan Nama Indonesia

    Siswa SMAN 1 Denpasar Raih Medali Perak di Ajang Inovasi Internasional JDIE 2026 Osaka, Harumkan Nama Indonesia

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 2Komentar

    DENPASAR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMAN 1 Denpasar di kancah internasional. Tim KISS (Karya Ilmiah Siswa SMAN 1 Denpasar) berhasil meraih medali perak (Silver Medal) pada ajang Japan Design Idea and Invention Expo (JDIE) 2026 yang diselenggarakan di Osaka, Jepang. Kepala SMAN 1 Denpasar, M. Rida, S.Pd., M.Pd., mengatakan kompetisi tersebut diikuti oleh […]

  • DPR Dukung KEK Kura Kura Bali, Tekankan Lingkungan, Budaya, dan Peran Warga Lokal

    DPR Dukung KEK Kura Kura Bali, Tekankan Lingkungan, Budaya, dan Peran Warga Lokal

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR, BALI – Komisi VII DPR RI menyatakan dukungan terhadap pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, namun menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya Bali, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal. Dukungan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI yang berlangsung di Gedung UID Bali Campus, Senin (4/5). Kegiatan ini dihadiri […]

  • Ketergantungan Energi Bali Disorot, Antara Realitas Infrastruktur dan Tantangan Kemandirian

    Ketergantungan Energi Bali Disorot, Antara Realitas Infrastruktur dan Tantangan Kemandirian

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    BALI — Ketergantungan Pulau Bali terhadap pasokan energi dari luar daerah kembali menjadi sorotan, seiring meningkatnya wacana kemandirian energi di tengah pertumbuhan sektor pariwisata. Saat ini, sebagian besar kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) Bali dipasok dari luar pulau, sementara pasokan listrik masih sangat bergantung pada sistem interkoneksi Jawa-Bali yang dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara. Secara […]

  • SR-71 Blackbird, Legenda Mata-Mata Udara AS yang Tak Pernah Tersentuh Rudal Musuh

    SR-71 Blackbird, Legenda Mata-Mata Udara AS yang Tak Pernah Tersentuh Rudal Musuh

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 10Komentar

    Washington — Lockheed SR-71 Blackbird berdiri sebagai salah satu mahakarya paling legendaris dalam sejarah penerbangan militer Amerika Serikat. Pesawat pengintai strategis ini lahir dari divisi rahasia Lockheed Martin, Skunk Works, pada puncak ketegangan Perang Dingin, ketika Amerika Serikat dan Uni Soviet terlibat dalam perlombaan teknologi dan supremasi militer. SR-71 dirancang dengan satu tujuan mutlak: menguasai […]

expand_less