Breaking News
light_mode

Seruan Kolaborasi di Tengah Krisis Anjing Liar Bali, Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia Tegaskan Aksi Nyata

  • account_circle Ray
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BALI — Isu penyelamatan hewan di Bali kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya populasi anjing liar yang kian mengkhawatirkan. Di tengah kondisi tersebut, Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia menunjukkan langkah konkret dengan menampung lebih dari 230 anjing hasil rescue di dua shelter yang mereka kelola.

Michelle Angel, Ketua Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia.

Ketua yayasan, Michelle Angel, menegaskan bahwa organisasinya tidak sekadar bergerak atas dasar rasa iba, melainkan menjalankan program terstruktur dan berkelanjutan. Selama tiga tahun terakhir, yayasan ini tercatat sebagai mitra resmi platform penggalangan dana KitaBisa.com, yang menjadi salah satu indikator legalitas dan akuntabilitas kegiatan mereka.

“Kami fokus pada penanganan kasus darurat. Tidak hanya menampung, kami juga rutin melakukan sterilisasi, vaksinasi rabies, serta menjalankan program berbagi pakan bagi shelter lain yang membutuhkan,” ujar Michelle, Minggu, 19 April 2026.

Selain itu, yayasan juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait perawatan hewan peliharaan. Ke depan, mereka berencana membangun shelter terpusat berkapasitas besar yang akan mengintegrasikan fungsi rescue, adopsi, dan kegiatan relawan guna meningkatkan efektivitas koordinasi.

Maria Rini, Pembina Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia.

Sementara itu, Pembina yayasan, Maria Rini, menyoroti pentingnya kolaborasi antar komunitas penyelamat hewan di Bali. Ia mengajak seluruh shelter, penampungan, dan relawan untuk meninggalkan perbedaan serta bekerja sama menghadapi persoalan yang semakin kompleks.

“Populasi anjing di Bali sangat besar. Ini bukan lagi masalah satu atau dua pihak, tetapi tanggung jawab bersama. Sudah saatnya kita mengesampingkan persoalan pribadi dan fokus pada penyelamatan,” tegasnya.

Ia juga menyinggung adanya dinamika internal di komunitas penyelamat hewan yang dinilai dapat menghambat upaya kolektif. Menurutnya, ego sektoral dan kurangnya koordinasi justru memperburuk kondisi di lapangan.

Data menunjukkan bahwa populasi anjing liar di Bali masih menjadi tantangan serius, dengan risiko penyebaran rabies serta keterbatasan kapasitas shelter yang ada. Upaya sterilisasi yang belum merata turut mempercepat laju pertumbuhan populasi.

Mango, maskot Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia.

Dengan capaian lebih dari 230 anjing yang telah diselamatkan, Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia berharap dapat menjadi bagian dari solusi, sekaligus mendorong sinergi lintas komunitas.

“Kolaborasi adalah kunci. Ini bukan tentang siapa yang paling terlihat, tetapi bagaimana kita bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa,” tutup Maria Rini.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (3)

  • Guy

    My spouse and I absolutely love your blog and find most of your
    post’s to be just what I’m looking for. can you offer guest writers to write content to suit your needs?
    I wouldn’t mind writing a post or elaborating on a few of the
    subjects you write concerning here. Again, awesome website!

    Also visit my web-site ee88 trang chủ

    Balas20 Agustus 2026 11:04 PM
  • Colette

    Greetings I aam soo thrilled I fpund yojr blpog page, I rewlly flund youu by mistake, whole I wass browaing onn Yahoo
    forr simething else, Anybow I amm herre noow andd would ust like tto sayy thanks
    a lott for a marveoous post aand a aall rounbd entertaining blog (I lso lovfe thee theme/design), I don’t have tkme tto loopk ovrr
    iit all aat tthe momennt but I have book-marked it aand alkso includred your RSS feeds, so when I
    haave time I willl bee bback too red mmuch more, Please doo kewep upp tthe superb
    jo.

    My homeage desixxx.biz

    Balas27 Mei 2026 10:30 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FKPPU Adakan Halal Bihalal 1447H, Mempererat Komunikasi Sampai Anggota dari Jepang dan Australia Hadir

    FKPPU Adakan Halal Bihalal 1447H, Mempererat Komunikasi Sampai Anggota dari Jepang dan Australia Hadir

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 5Komentar

    DENPASAR – Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Udayana (FKPPU) adakan Gelar Halal Bihalal 1447H guna mempererat tali silaturahmi antar anggota komunitas, dengan tema, “Sucikan Hati, Merajut Kebersamaan dan Mempererat Silahturahmi” Dalam tradisi bangsa Indonesia yang mengajarkan kita pentingnya saling memaafkan, mempererat silaturahim, serta memperkuat rasa kebersamaan dan juga Silaturahim antar umat beragama. Kegiatan […]

  • TNI Tegaskan Pembangunan Batalion Teritorial di Atas Lahan Negara, Bantah Tudingan Serobot Tanah Warga

    TNI Tegaskan Pembangunan Batalion Teritorial di Atas Lahan Negara, Bantah Tudingan Serobot Tanah Warga

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    JAKARTA – Markas Besar (Mabes) TNI membantah tudingan bahwa pembangunan Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP) dilakukan dengan menyerobot lahan milik masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan menyusul munculnya sengketa dan penolakan warga terhadap rencana pembangunan satuan baru TNI di sejumlah daerah. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, menegaskan bahwa seluruh pembangunan Yon TP dilaksanakan […]

  • Lagi Citra Kepolisian Tercoreng! Bripda MS Jadi Tersangka Tewasnya Pelajar MTs di Tual

    Lagi Citra Kepolisian Tercoreng! Bripda MS Jadi Tersangka Tewasnya Pelajar MTs di Tual

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    TUAL – Citra kepolisian kembali tercoreng akibat dugaan tindakan arogan oknum aparat. Seorang anggota Brimob, Bripda Masias Siahaya (MS), resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan seorang pelajar madrasah tsanawiyah (MTs) berinisial AT (14) meninggal dunia. Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, menyatakan status hukum Bripda MS telah dinaikkan dari terlapor menjadi tersangka. […]

  • Kejagung Pulihkan Rp19,6 Triliun ke Kas Negara, Fokus Kejar Aset Hasil Kejahatan

    Kejagung Pulihkan Rp19,6 Triliun ke Kas Negara, Fokus Kejar Aset Hasil Kejahatan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) terus memperkuat upaya pemulihan kerugian negara melalui penelusuran, perampasan, dan pengelolaan aset hasil tindak pidana. Sepanjang 2025, lembaga tersebut berhasil mengembalikan dana sebesar Rp19,6 triliun ke kas negara. Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung, Kuntadi, mengatakan paradigma penegakan hukum kini tidak lagi hanya berfokus pada penghukuman pelaku kejahatan, tetapi […]

  • Dukung Program Wali Kota, Komunitas Angen dan BTID Sulap Sampah Organik Jadi Cairan Multifungsi

    Dukung Program Wali Kota, Komunitas Angen dan BTID Sulap Sampah Organik Jadi Cairan Multifungsi

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Denpasar, Bali — Upaya pengelolaan sampah berbasis sumber terus diperkuat di Kota Denpasar. Sejalan dengan program Wali Kota dalam penanganan sampah organik, Komunitas Angen bersama PT Bali Turtle Island Development (BTID) menghadirkan inovasi pengolahan limbah organik menjadi cairan multifungsi ramah lingkungan, Eco-Enzyme. Inisiatif yang berjalan sejak akhir Desember 2025 ini memanfaatkan limbah buah-buahan dari warung […]

  • Ancaman “Kegelapan Digital” dari Selat Hormuz, Indonesia Diminta Siaga Hadapi Risiko Global

    Ancaman “Kegelapan Digital” dari Selat Hormuz, Indonesia Diminta Siaga Hadapi Risiko Global

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAKARTA — Selama ini Selat Hormuz dikenal sebagai jalur vital distribusi energi dunia. Namun di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, perhatian tidak lagi hanya tertuju pada minyak, melainkan pada ancaman yang lebih sunyi: potensi terputusnya kabel serat optik bawah laut yang menopang komunikasi global. Pakar dari Kelompok Ahli Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Drs. Hamidin, […]

expand_less