Breaking News
light_mode

Langit Kediri Diselimuti Burung Migran Rusia, Ribuan Terik Asia Singgah di Sawah Petani

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEDIRI – Fenomena alam menarik terjadi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Ribuan burung migran dari wilayah utara seperti Rusia dan China terlihat memenuhi langit dan hamparan persawahan, menarik perhatian warga setempat dalam beberapa pekan terakhir.

Kawanan burung tampak terbang berkelompok pada pagi dan sore hari, lalu mendarat di area persawahan untuk mencari makan dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan panjang mereka. Pemandangan ini paling sering terlihat di wilayah Kecamatan Gampengrejo serta sejumlah kawasan persawahan lain di Kediri.

Fenomena ini berkaitan dengan musim migrasi burung yang biasanya terjadi saat musim dingin di belahan bumi utara, sekitar Desember hingga Maret. Pada periode tersebut, burung-burung melakukan perjalanan ribuan kilometer menuju wilayah yang memiliki iklim lebih hangat dan sumber makanan yang cukup.

Salah satu spesies yang terlihat singgah di Kediri adalah Terik Asia (Glareola maldivarum). Burung ini dikenal sebagai salah satu spesies migran yang melintasi jalur migrasi internasional East Asian–Australasian Flyway sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Asia Tenggara hingga Australia.

Hamparan sawah, lahan basah, tegalan, hingga area perkebunan tebu di Kediri menjadi lokasi ideal bagi burung-burung migran untuk mencari makan. Mereka biasanya memakan serangga kecil yang banyak ditemukan di area tersebut.

Warga setempat mengaku fenomena ini cukup mencolok karena jumlah burung yang terbang terlihat sangat banyak, bahkan membentuk “awan burung” di langit pada waktu-waktu tertentu.

Selain menjadi pemandangan menarik, keberadaan burung migran juga membawa dampak positif bagi ekosistem pertanian. Burung-burung tersebut membantu mengendalikan populasi serangga hama secara alami sehingga dapat mendukung produktivitas lahan pertanian.

Fenomena ini juga menjadi indikator bahwa kualitas lingkungan di wilayah Kediri masih cukup baik dan mampu mendukung kehidupan satwa liar yang bermigrasi.

Menanggapi peristiwa ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur mengimbau masyarakat agar tidak memburu, menangkap, maupun mengganggu burung-burung migran yang singgah.

Pihak BBKSDA menegaskan bahwa burung migran merupakan bagian penting dari keanekaragaman hayati serta memiliki peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Aktivitas perburuan terhadap burung-burung tersebut dapat melanggar hukum karena sebagian di antaranya termasuk satwa yang dilindungi.

BBKSDA Jawa Timur juga terus melakukan pemantauan di sejumlah titik persinggahan untuk memastikan kawasan tersebut tetap aman hingga burung-burung migran melanjutkan perjalanan kembali ke habitat asalnya.

Masyarakat diharapkan turut menjaga habitat alami, melaporkan jika menemukan aktivitas perburuan ilegal, serta menjadikan fenomena migrasi burung ini sebagai pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

  • Isabella

    I have ffun with, lrad to I found just whyat I used tto bbe takimg a
    loook for. Yoou habe ende mmy fouir daay lengty hunt!
    Good Bles yyou man. Havve a grea day. Bye

    my blpg post – roloxxx.com

    Balas27 Mei 2026 6:22 AM
  • 😩 E-money transaction to your e-wallet. Get the transfer ➵ yandex.com/poll/CzcnvHQfzj9AHyPPgwtJKk?hs=de4a80216269b32cb659ac2b9df0a400& 😩

    ybojpo

    Balas8 Maret 2026 11:08 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelang GPS Terpasang di Kaki Hogi Minaya, Kasus Kejar Jambret Istri Berakhir Restorative Justice

    Gelang GPS Terpasang di Kaki Hogi Minaya, Kasus Kejar Jambret Istri Berakhir Restorative Justice

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    SLEMAN — Gelang Global Positioning System (GPS) sempat terpasang di pergelangan kaki kanan Hogi Minaya (44), warga Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, setelah ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua pelaku penjambretan di kawasan Jembatan Layang Janti pada April 2025. Pemasangan alat pemantau tersebut dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Sleman sebagai bentuk […]

  • Polemik Royalti Lagu Berakhir, DPR dan Pemerintah Sepakat Revisi UU Hak Cipta

    Polemik Royalti Lagu Berakhir, DPR dan Pemerintah Sepakat Revisi UU Hak Cipta

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 7Komentar

    Jakarta – Polemik royalti lagu yang sempat menimbulkan keresahan di masyarakat akhirnya menemukan titik terang. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama pemerintah, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), serta para musisi sepakat mengakhiri kegaduhan melalui langkah konkret berupa revisi Undang-Undang Hak Cipta dan audit sistem penarikan royalti. Kesepakatan tersebut tercapai dalam rapat konsultasi di Kompleks Parlemen, Senayan, […]

  • Meme KDM soal Genderuwo Penjaga Hutan, Menampar Cara Negara Merawat Alam

    Meme KDM soal Genderuwo Penjaga Hutan, Menampar Cara Negara Merawat Alam

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    JAKARTA — Pernyataan Kang Deddy Mulyadi (KDM) yang menyebut bahwa “lebih baik hutan dijaga oleh genderuwo dan kuntilanak daripada Kementerian Kehutanan” mendadak viral dan menjelma menjadi meme di berbagai platform media sosial. Potongan pernyataan bernada satir itu menyulut reaksi luas publik—mulai dari gelak tawa, kritik tajam terhadap tata kelola hutan, hingga refleksi mendalam tentang kearifan […]

  • Len Industri Kenalkan Drone “Kumbang”, UAV Tempur VTOL Buatan Anak Bangsa

    Len Industri Kenalkan Drone “Kumbang”, UAV Tempur VTOL Buatan Anak Bangsa

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bandung — PT Len Industri yang tergabung dalam holding pertahanan DEFEND ID resmi memperkenalkan inovasi terbaru di sektor teknologi militer berupa Drone Kumbang, sebuah wahana tanpa awak (UAV) yang dirancang untuk misi pengintaian sekaligus operasi tempur taktis. Peluncuran drone ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemampuan pertahanan nasional, sekaligus menegaskan komitmen industri dalam negeri dalam […]

  • AWDI Condemns Detention of Indonesian Journalists and Civilians by Israeli Navy in Gaza Waters

    AWDI Condemns Detention of Indonesian Journalists and Civilians by Israeli Navy in Gaza Waters

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    JAKARTA — The Central Executive Board of the Indonesian Democratic Journalists Association, Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI), has strongly condemned the interception and detention of Indonesian journalists and civilians by the Israeli Navy during a humanitarian mission bound for Gaza. The statement was delivered by AWDI Chairman following the organization’s receipt of an official statement […]

  • Ilmuwan Rusia Berhasil Hidupkan Kembali Cacing Berusia 42.000 Tahun

    Ilmuwan Rusia Berhasil Hidupkan Kembali Cacing Berusia 42.000 Tahun

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    RUSIA — Dunia sains digemparkan oleh laporan terbaru dari para ilmuwan Rusia yang bekerja sama dengan Princeton University. Mereka berhasil menghidupkan kembali dua spesies cacing nematoda yang telah membeku dalam permafrost Siberia selama puluhan ribu tahun. Usia kedua cacing tersebut diperkirakan masing-masing mencapai 30.000 dan 42.000 tahun, menjadikannya organisme multisel tertua yang berhasil kembali menunjukkan […]

expand_less