Eksotis Namun Terancam Punah, Buah Badung Khas Bali Kini Mulai Sulit Ditemukan
- account_circle Ray
- calendar_month Selasa, 13 Des 2022
- print Cetak

Buah Badung, buah berasa asam yang unik dan sudah mulai langka.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADUNG – Kabupaten Badung dikenal tidak hanya karena keindahan alam dan pariwisatanya, tetapi juga memiliki kekayaan hayati berupa buah-buahan lokal khas daerah.
Salah satunya adalah buah badung, buah berwarna oranye dengan cita rasa masam sedikit manis yang kini mulai sulit ditemukan di masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Badung, Wayan Wijana, membenarkan bahwa keberadaan buah badung Bali saat ini semakin langka. Meski demikian, buah tersebut masih dapat dijumpai di sejumlah wilayah tertentu di Kabupaten Badung.
“Buah badung memang mulai langka, namun masih bisa dijumpai di beberapa daerah,” ujar Wayan Wijana, Sabtu (17/12/2022).
Menurutnya, kelangkaan buah badung dipengaruhi minimnya budidaya yang dilakukan masyarakat. Selain itu, rendahnya permintaan pasar juga menjadi faktor yang membuat tanaman ini semakin jarang ditanam.
“Rasanya yang masam sedikit manis membuat masyarakat kurang tertarik untuk mengonsumsinya,” jelasnya.
Di balik rasanya yang khas, buah badung ternyata memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Kandungan tersebut dinilai bermanfaat untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
“Buah badung Bali mengandung vitamin C, karena rasanya asam tentu baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” tambah Wayan.
Vitamin C diketahui memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, di antaranya membantu meningkatkan sistem imun, mendukung penyerapan zat besi, hingga membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit kronis.
Selain itu, kandungan antioksidan dalam vitamin C juga berperan melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas yang dapat memicu stres oksidatif.
Melihat keberadaannya yang semakin langka, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian terus berupaya melakukan pelestarian buah khas daerah tersebut. Salah satunya dengan membagikan bibit buah badung kepada masyarakat agar kembali dibudidayakan.
“Dilestarikan sebagai ikon Kabupaten Badung. Kami sudah banyak menyebarkan bibit badung kepada masyarakat,” pungkasnya.
Upaya pelestarian ini diharapkan mampu menjaga keberadaan buah badung agar tidak punah sekaligus memperkenalkan kembali buah lokal khas Bali kepada generasi muda.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar