Breaking News
light_mode

Ancaman Kecil di Alam Terbuka, Kutu Tick Berkembang Biak Cepat dan Mengintai Manusia

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Kutu jenis tick dikenal sebagai parasit kecil yang hidup dengan cara menghisap darah dari inangnya. Hewan seperti anjing, sapi, kucing, hingga rusa menjadi target utama, namun manusia juga berisiko terinfeksi, terutama saat beraktivitas di alam terbuka seperti hutan, padang rumput, atau area semak belukar.

Parasit ini umumnya menempel pada bagian tubuh yang memiliki lipatan atau area tersembunyi. Pada manusia, kutu tick kerap ditemukan di kulit, ketiak, selangkangan, belakang telinga, hingga leher. Berbeda dengan kutu kepala yang hidup di rambut, kutu tick lebih memilih area kulit yang hangat dan lembap untuk menghisap darah.

Salah satu faktor yang membuat kutu ini sulit dikendalikan adalah kemampuan reproduksinya yang sangat tinggi. Setelah menghisap darah, kutu betina dapat menghasilkan hingga 5.000 telur dalam satu siklus hidup. Telur-telur tersebut biasanya tidak diletakkan di tubuh inang, melainkan di tanah atau lingkungan lembap yang mendukung perkembangan larva.

Kondisi ini membuat populasi kutu tick dapat meningkat dengan cepat di alam, terutama di wilayah dengan vegetasi lebat dan kelembapan tinggi. Dalam jumlah besar, keberadaan kutu ini tidak hanya mengganggu, tetapi juga berpotensi membawa berbagai penyakit yang dapat menular ke hewan maupun manusia.

Dengan ukuran yang kecil namun daya berkembang biak yang tinggi, kutu tick menjadi ancaman tersembunyi yang perlu diwaspadai. Kesadaran akan risiko serta upaya pencegahan, seperti menggunakan pakaian tertutup dan memeriksa tubuh setelah beraktivitas di alam, menjadi langkah penting untuk menghindari paparan parasit ini.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kekayaan Satoshi Nakamoto Kembali Tembus US2 Miliar Seiring Rebound Bitcoin Awal Tahun

    Kekayaan Satoshi Nakamoto Kembali Tembus US$102 Miliar Seiring Rebound Bitcoin Awal Tahun

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Kekayaan pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto, kembali melonjak signifikan setelah sempat tergerus sepanjang tahun lalu. Berdasarkan data Arkham Intelligence pada Selasa (6/1), total kekayaan Satoshi kini diperkirakan mencapai US$102 miliar atau setara Rp1,7 kuadriliun, menyusul pemulihan harga Bitcoin di awal tahun 2026. Kenaikan kekayaan tersebut sejalan dengan pergerakan Bitcoin (BTC) yang kembali menguat ke […]

  • Warga RT 24 Kauman Babadan Hidupkan Cinta Budaya Nusantara

    Warga RT 24 Kauman Babadan Hidupkan Cinta Budaya Nusantara

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 12Komentar

    YOGYAKARTA – Menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia, warga RT 24 Kauman Babadan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, menunjukkan semangat guyub rukun dengan mengangkat tema Cinta Budaya Nusantara. Melalui beragam kreasi, masyarakat setempat berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Jawa sekaligus mengenalkan warisan leluhur kepada generasi muda. RT 24 Kauman Babadan terletak di kawasan bersejarah, hanya sekitar 5 kilometer […]

  • AS Dikabarkan Pertimbangkan Tinggalkan Cadangan Emas, Ancaman Dominasi BRICS Jadi Pemicu

    AS Dikabarkan Pertimbangkan Tinggalkan Cadangan Emas, Ancaman Dominasi BRICS Jadi Pemicu

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    WASHINGTON, DC – Amerika Serikat dikabarkan mulai mempertimbangkan langkah radikal dalam struktur cadangan (reserve = cadangan atau aset negara yang disimpan untuk menjaga stabilitas mata uang) ekonominya. Dorongan ini muncul seiring meningkatnya pengaruh ekonomi blok BRICS dan akumulasi emas besar-besaran oleh China yang dinilai dapat menggeser dominasi dolar di panggung global. Sumber internal dari komunitas […]

  • Tomy Wiria Divonis Bersalah, Koalisi Advokasi Bali Nilai Putusan PN Denpasar Legitimasi Kriminalisasi Kritik

    Tomy Wiria Divonis Bersalah, Koalisi Advokasi Bali Nilai Putusan PN Denpasar Legitimasi Kriminalisasi Kritik

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Ray
    • 9Komentar

    Koalisi Advokasi Bali untuk Demokrasi (KABUD) menyatakan putusan perkara Tomy Priatna Wiria mengabaikan aspek kebebasan berekspresi dan sejumlah fakta persidangan yang menurut mereka penting dalam perkara penghasutan. DENPASAR – Aktivis Tomy Priatna Wiria dinyatakan bersalah dalam perkara penyebaran informasi yang dinilai mengandung hasutan terkait aksi “Bali Tidak Diam” pada Agustus 2025. Pengadilan Negeri (PN) Denpasar […]

  • Meme Viral Kritik Syarat Wapres Lebih Rendah dari Pekerja Umum

    Meme Viral Kritik Syarat Wapres Lebih Rendah dari Pekerja Umum

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    “GWS Negeri Ku” Jadi Simbol Kekecewaan Anak Muda JAKARTA – Sebuah meme yang menampilkan kritik tajam terhadap standar pendidikan dalam dunia kerja dan politik Indonesia mendadak viral di media sosial. Meme tersebut menyoroti ironi antara syarat pendidikan untuk melamar pekerjaan umum yang mewajibkan minimal pendidikan Sarjana (S1), sementara syarat untuk mendaftar sebagai Wakil Presiden Republik […]

  • Ekstrak Akar Dandelion Terbukti Bunuh 90 Persen Sel Kanker Usus Besar Hanya dalam 48 Jam

    Ekstrak Akar Dandelion Terbukti Bunuh 90 Persen Sel Kanker Usus Besar Hanya dalam 48 Jam

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Peneliti ungkap potensi tanaman liar sebagai terapi alami antikanker yang selektif tanpa merusak sel sehat DENPASAR – Temuan mengejutkan datang dari dunia sains. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dengan nomor referensi PMID: 27564258 mengungkap bahwa ekstrak akar dandelion (Dandelion Root Extract/DRE) mampu memicu kematian sel kanker usus besar hingga lebih dari 90 persen […]

expand_less