Saling Fitnah Antar Shelter, Maria Tersenyum Ajak Kolaborasi dan Saling Bantu
- account_circle Ray
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi sosok Maria Rini (AI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Persaingan dalam mengurusi anjing liar terkadang tidak disangka – sangka menjadikan sebuah tantangan tersendiri, dari fitnah keji antara pemilik shelter dalam memperebutkan perhatian pendonor sampai tuduhan demi tuduhan soal penelantaran anjing dan yang tak berizin resmi.
Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia melalui Maria Rini selaku pembina, menerangkan bahwa yayasannya tidak memiliki hubungan dengan penjualan daging anjing.
“Kami pencinta anjing, tidak mungkin. Justru perawatan anjing kami saat kami ambil dari jalan atau orang tak bertanggung jawab malah lebih mahal dari dagingnya, ” Ujarnya, Minggu, 19 April 2026.
Ia juga menyebutkan bahwa di shelternya telah tertampung 230 ekor lebih anjing dari berbagai jenis dan berbagai kondisi. Maria juga menerangkan bahwa Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia merupakan lembaga non-profit yang resmi terdaftar.

Maria Rini, Pembina Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia.
“Dari platform kitabisa.com telah menjadi partner kami selama 3 tahun belakangan ini”
Kegiatan mereka tidak hanya sebatas itu, namun telah banyak berbuat kegiatan steril, vaksin rabies, bahkan bikin program berbagi pakan ke shelter lain yang kesusahan. Belum dari sesi edukasi yang mengajarkan masyarakat merawat anjing secara benar.
“Kami punya tim volunteer untuk khusus rescue, adopsi dan lainnya, agar tercipta koordinasi nggak kayak pasar kaget, ” Ucapnya.
Ditanyakan pengalaman soal keributan antar shelter, dirinya tersenyum.
“Kita ini lembaga non-profit, yuk yang lain bergandengan tangan saling membantu, saling berbagi, saling menyelamatkan, khususnya anjing-anjing Bali”
Ia juga menekankan jangan memiliki mental jago kandang, jangan jadikan masalah – masalah ini menjadi dendam pribadi atau golongan.
Belum lagi menurut analisa studi terbaru menunjukkan populasi anjing di Bali mencapai sekitar 1,16 juta ekor (per data awal 2026), di mana sebagian besar adalah anjing liar atau anjing yang berkeliaran bebas.
“Saatnya jaman kolaborasi, bukan kompetisi. Berbagi, bukan pamer donasi, nah, para shelter dan feeder di Bali, siapkah kalian menerima tantangan ini? Atau kalian akan tetap sibuk dengan urusan pribadi sementara ribuan anjing terlantar menunggu ajal? ,” Pungkasnya.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar