Breaking News
light_mode

Apakah Tuhan Marah Kalau Kita Jarang Sembahyang? Ini Penjelasan dalam Ajaran Hindu

  • account_circle Ray
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar — Pertanyaan mengenai apakah Tuhan akan marah ketika umat jarang melakukan sembahyang kerap muncul di tengah masyarakat. Dalam perspektif ajaran Hindu, hal tersebut dipandang bukan sebagai persoalan emosi Tuhan, melainkan berkaitan dengan kondisi batin manusia itu sendiri.

Dalam ajaran Hindu, Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa diyakini sebagai sumber kasih yang tidak terbatas. Sifat ketuhanan ini tidak mengalami perubahan hanya karena intensitas ibadah umat-Nya. Dengan demikian, Tuhan tidak dipandang memiliki sifat marah atau tersinggung layaknya manusia.

Sejumlah tokoh spiritual Hindu menjelaskan bahwa ketika seseorang jarang melakukan sembahyang, kondisi yang terdampak justru adalah dirinya sendiri. Jarak yang tercipta bukan berasal dari Tuhan, melainkan dari manusia yang perlahan menjauh dari kesadaran spiritualnya. Dampaknya dapat dirasakan dalam bentuk kegelisahan batin, pikiran yang tidak tenang, hingga hilangnya arah dalam kehidupan.

Dalam praktik Bhakti Yoga, sembahyang dimaknai sebagai bentuk kebutuhan rohani, bukan sekadar kewajiban ritual. Aktivitas ini diibaratkan sebagai proses “kembali pulang” untuk menenangkan diri, memperkuat kesadaran diri, serta mengingat hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Lebih jauh, ajaran Hindu juga menekankan bahwa Tuhan selalu membuka ruang bagi umat-Nya untuk kembali, kapan pun dan dalam kondisi apa pun. Tidak ada batasan waktu atau penilaian atas seberapa jauh seseorang pernah meninggalkan praktik spiritualnya.

Pandangan ini menegaskan bahwa sembahyang bukan ditujukan untuk menyenangkan Tuhan, melainkan sebagai sarana bagi manusia untuk menemukan ketenangan batin dan keseimbangan hidup. Melalui praktik tersebut, kekosongan batin dapat terisi kembali dan individu mampu melangkah dengan arah yang lebih jelas.

Dengan demikian, ajaran Hindu mengajak umat untuk memahami sembahyang sebagai kebutuhan spiritual yang bersifat personal, bukan sebagai kewajiban yang dilandasi rasa takut akan hukuman Ilahi.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serap Aspirasi Anak Muda, Tutik Kusuma Wardhani Dukung Turnamen Bola Voli di Desa Seraya

    Serap Aspirasi Anak Muda, Tutik Kusuma Wardhani Dukung Turnamen Bola Voli di Desa Seraya

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 3Komentar

    Tutik Kusuma Wardhani menyerahkan peralatan olahraga dan mendorong generasi muda Desa Seraya menjadikan olahraga sebagai wadah membangun kesehatan, prestasi, dan kualitas SDM. KARANGASEM – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani, SE., MM., M.Kes., terus menunjukkan kedekatannya dengan generasi muda. Hal itu terlihat saat dirinya berbaur bersama kaum milenial dalam […]

  • Bendesa Adat Serangan Tegaskan Aspirasi Warga: TPA Suwung Harus Ditutup Total

    Bendesa Adat Serangan Tegaskan Aspirasi Warga: TPA Suwung Harus Ditutup Total

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR — Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat Desa Adat Serangan. Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariartha, menyuarakan kegelisahan warga yang selama puluhan tahun harus menanggung dampak lingkungan tanpa pernah merasakan manfaat dari operasional TPA tersebut. Menurut Jro Bendesa, TPA Suwung yang telah beroperasi sejak 1984 hingga kini […]

  • Istana Sentil Polemik Pidato Prabowo, Jangan Goreng Potongan Kalimat

    Istana Sentil Polemik Pidato Prabowo, Jangan Goreng Potongan Kalimat

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Penasihat Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi meminta masyarakat melihat substansi utuh pidato Presiden Prabowo Subianto dan tidak terjebak pada potongan pernyataan yang viral di media sosial. JAKARTA — Istana meminta masyarakat tidak terjebak pada potongan pidato Presiden Prabowo Subianto yang beredar dan menjadi perbincangan di media sosial. Pemerintah mengimbau publik melihat konteks serta substansi keseluruhan […]

  • RUU Perampasan Aset Diminta Tak Hanya Sasar Koruptor, PKB Dorong Bandar Judi Online Ikut Diburu

    RUU Perampasan Aset Diminta Tak Hanya Sasar Koruptor, PKB Dorong Bandar Judi Online Ikut Diburu

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JAKARTA – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dinilai perlu memiliki cakupan yang lebih luas agar tidak hanya menjadi instrumen pemberantasan korupsi, tetapi juga mampu menjerat pelaku kejahatan lain yang merugikan negara dan masyarakat, terutama jaringan judi online. Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, menegaskan Fraksi PKB mendukung penuh pembahasan RUU Perampasan Aset. Namun, menurutnya, […]

  • Mahasiswa FKIK Universitas Warmadewa Latih Siswa SMAN 4 Denpasar Kuasai Bantuan Hidup Dasar Play Button

    Mahasiswa FKIK Universitas Warmadewa Latih Siswa SMAN 4 Denpasar Kuasai Bantuan Hidup Dasar

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 19Komentar

    DENPASAR – Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Siswa SMAN 4 Denpasar melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai Langkah Awal Menyelamatkan Nyawa”, Sabtu (27/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di ruang multimedia SMAN 4 Denpasar, Jalan Gunung Rinjani No. 1, Tegal Harum, Denpasar Barat, ini diikuti […]

  • Waspada! Era Baru Penipuan Digital, Ketika Suara Orang Terdekat Jadi Senjata AI

    Waspada! Era Baru Penipuan Digital, Ketika Suara Orang Terdekat Jadi Senjata AI

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAKARTA – Dunia digital kembali dihebohkan dengan munculnya modus penipuan baru yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Jika sebelumnya masyarakat dibuat resah dengan pesan palsu, tautan mencurigakan, atau phishing via WhatsApp, kini kejahatan siber memasuki level yang lebih canggih—yakni dengan kloning suara atau voice cloning. Dalam modus ini, pelaku kejahatan siber memanfaatkan teknologi AI untuk meniru […]

expand_less