Guru dan Pegawai Bali Public School Dibekali Penanganan Tersedak dan Edukasi Kemasan Ramah Lingkungan
- account_circle Ray
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026

Pelaksanaan pertolongan pada pasien sumbatan jalan nafas.
BALI – Kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat kesehatan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan menjadi fokus utama kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Bali Public School.
Kegiatan ini menyasar guru dan pegawai sekolah sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan lingkungan pendidikan serta mendukung perilaku ramah lingkungan.

Sebanyak 12 guru dan pegawai Bali Public School mengikuti pelatihan penanganan kasus tersedak atau sumbatan jalan napas, sekaligus edukasi penggunaan kemasan ramah lingkungan.
Program ini digagas sebagai respons atas tingginya risiko kejadian tersedak di lingkungan sekolah dan masih masifnya penggunaan kemasan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari.

Narasumber utama, dr. A.A. Ngurah Rai Kusuma Putra, Sp.B, menjelaskan bahwa sumbatan jalan napas merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang dapat berakibat fatal bila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Menurutnya, kemampuan mengenali tanda awal tersedak dan melakukan pertolongan pertama menjadi keterampilan dasar yang wajib dimiliki oleh tenaga pendidik dan pegawai sekolah.
“Kasus tersedak bisa terjadi kapan saja, terutama di lingkungan sekolah yang dinamis. Jika terjadi sumbatan jalan napas dan tidak segera ditangani, korban bisa mengalami hipoksia hingga kehilangan nyawa. Karena itu, pelatihan teknik pertolongan pertama seperti back blows, chest thrusts, dan abdominal thrusts sangat penting,” jelas dr. Rai.

Foto Bersama Tim Pengabdian dengan Mitra Pengabdian.
Senada dengan itu, dr. Ni Made Puspa Dewi Astawa, Sp.OT, menekankan pentingnya praktik langsung dalam pelatihan kegawatdaruratan. Ia menilai, pembekalan teori saja tidak cukup tanpa disertai simulasi yang mendekati kondisi nyata.
“Melalui pelatihan menggunakan manekin, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga membangun kepercayaan diri untuk bertindak cepat dan benar saat menghadapi situasi darurat. Ini penting untuk meminimalkan risiko cedera lebih lanjut pada korban,” ujarnya.
Selain aspek kesehatan, kegiatan ini juga mengangkat isu lingkungan melalui edukasi penggunaan kemasan ramah lingkungan. Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si, yang menjadi narasumber bidang lingkungan, menyoroti peran fasilitas pendidikan dalam menekan laju pencemaran akibat limbah plastik.
“Sekolah memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Penggunaan kemasan ramah lingkungan seperti kertas, bambu, atau bioplastik bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga menanamkan nilai keberlanjutan kepada generasi muda,” kata Prof. Luh Suriati.

Kegiatan PKM dilaksanakan melalui beberapa tahapan, dimulai dari pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, penyampaian materi mengenai sumbatan jalan napas dan pertolongan pertama, pelatihan praktik menggunakan manekin, hingga edukasi jenis-jenis kemasan ramah lingkungan.
Program kemudian ditutup dengan post-test sebagai alat evaluasi peningkatan pemahaman peserta.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 32 persen setelah mengikuti pelatihan. Peserta dinilai lebih memahami langkah-langkah penanganan tersedak serta menunjukkan komitmen untuk mulai beralih menggunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan dalam aktivitas sekolah.

Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program, tim PKM juga menyerahkan modul edukasi, contoh kemasan ramah lingkungan, serta satu set alat P3K dan emergency kit yang dapat digunakan apabila terjadi kasus sumbatan jalan napas di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini selaras dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 15 tentang perlindungan ekosistem daratan.

Melalui kegiatan ini, Bali Public School diharapkan mampu menjadi contoh lingkungan pendidikan yang tidak hanya sigap dalam menghadapi kegawatdaruratan medis, tetapi juga aktif berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Editor – Ray

I really appreciate this post. I’ve been looking all over for this! Thank goodness I found it on Bing. You’ve made my day! Thx again
15 Januari 2026 1:32 AMm5a24x
6 Januari 2026 3:39 PM