Breaking News
light_mode

Bandara Bali Utara, Ujian Keberanian Negara Memeratakan Pembangunan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Nyoman Shuida, ex Deputi Menko PMK

Singaraja — Selama lebih dari tiga dekade, pembangunan Bali berjalan dengan tumpuan yang timpang. Denpasar, Badung, dan kawasan Bali Selatan tumbuh pesat sebagai pusat pariwisata dan ekonomi, sementara Bali Utara, khususnya Buleleng dan sekitarnya tertinggal dalam akses infrastruktur, arus investasi, dan peluang ekonomi. Ketimpangan ini bukan sekadar persepsi, melainkan realitas struktural yang berlangsung lama tanpa koreksi berarti.

Dalam konteks itulah, rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara menjadi lebih dari sekadar proyek infrastruktur. Kehadirannya dipandang sebagai instrumen koreksi atas ketimpangan pembangunan Bali.

Masuknya proyek ini dalam Peraturan Presiden tentang RPJMN 2025–2029 menandai pengakuan negara atas ketidakseimbangan tersebut, sekaligus menyatakan niat untuk memperbaikinya. Namun, pertanyaan krusial kini mengemuka: apakah komitmen itu akan dieksekusi, atau kembali berhenti di atas kertas kebijakan?

Salah satu fakta penting yang kerap terabaikan dalam polemik publik adalah skema pembiayaan proyek ini. Bandara Internasional Bali Utara tidak menggunakan dana APBN maupun APBD. Seluruh pembiayaan ditopang investasi asing dengan nilai komitmen sekitar USD 3 miliar dari ChangYe Construction Group asal Tiongkok, melalui kerja sama dengan PT BIBU Panji Sakti.

Dengan skema tersebut, proyek ini tidak membebani keuangan negara, tidak menggerus anggaran publik, dan justru menghadirkan arus investasi langsung (FDI) yang berpotensi menciptakan lapangan kerja serta pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Dalam situasi demikian, alasan fiskal untuk menunda proyek ini nyaris tidak relevan. Yang tersisa adalah persoalan keberanian eksekusi dan konsistensi kebijakan negara dalam menjalankan keputusan yang telah ditetapkan sendiri.

Lebih jauh, bandara ini sejak awal tidak dirancang semata untuk menopang pariwisata. Bandara Bali Utara diposisikan sebagai simpul logistik strategis Indonesia Timur. Letaknya yang menghadap jalur distribusi kawasan timur menjadikannya ideal sebagai pusat ekspor ikan segar dan beku dari Maluku, NTT, Papua, hingga Sulawesi Timur, gerbang udara komoditas hortikultura tropis, serta simpul distribusi cepat bagi produk UMKM dan sektor agro-maritim.

Selama ini, komoditas dari Indonesia Timur harus melewati rantai distribusi yang panjang, mahal, dan berisiko menurunkan kualitas produk. Kehadiran Bandara Bali Utara dinilai mampu memangkas biaya logistik, menjaga mutu komoditas, dan meningkatkan daya saing ekspor nasional. Dalam logika tersebut, bandara ini adalah infrastruktur strategis nasional, bukan semata proyek lokal Bali.

Ketimpangan pembangunan Bali yang terlalu bertumpu di selatan juga telah memicu persoalan lanjutan, mulai dari kesenjangan pendapatan antarwilayah, urbanisasi berlebih, hingga tekanan ekologis yang semakin berat. Bandara Bali Utara dipandang sebagai mekanisme penyeimbang dengan mengarahkan ulang arus wisata, logistik, dan investasi ke wilayah yang selama ini terpinggirkan.

Pengamat ekonomi Prof. Dr. Ichsanuddin Noorsy menegaskan bahwa proyek strategis nasional yang telah diputuskan melalui Perpres menyangkut lebih dari sekadar pembangunan fisik. Menurutnya, yang dipertaruhkan adalah wibawa negara dan kepastian hukum.

“Perpres itu mengikat. Jika keputusan Presiden tidak dijalankan secara konsisten, yang rusak bukan hanya proyeknya, tetapi kepercayaan investor dan kredibilitas negara,” ujarnya.

Keunikan lain dari proyek ini adalah dukungan kuat masyarakat adat Bali. Para penglingsir puri yang tergabung dalam Paiketan Puri se-Jebag Bali secara terbuka menyuarakan harapan agar Presiden Prabowo Subianto menepati komitmen pembangunan Bandara Bali Utara. Bagi mereka, bandara ini bukan semata mesin ekonomi, melainkan simbol keadilan sosial bagi masyarakat Bali Utara yang telah lama menunggu pemerataan pembangunan.

Penglingsir Puri Agung Buleleng, AA Ngurah Ugrasena, menyebut proyek ini sebagai awal yang baik dari janji yang telah lama dinantikan masyarakat Bali Utara. Ia menilai bandara ini akan membuka akses, peluang, dan martabat ekonomi wilayah utara Bali yang selama ini berada di pinggiran arus utama pembangunan.

Kini, proyek Bandara Internasional Bali Utara menjadi titik krusial bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Proyek ini berpotensi menjadi warisan keberanian politik, simbol nyata pemerataan pembangunan, dan bukti bahwa negara hadir tidak hanya di pusat-pusat pertumbuhan lama. Ketika proyek tidak membebani APBN, telah memiliki investor, mendapat dukungan masyarakat adat, serta dibutuhkan secara strategis, penundaan justru memunculkan pertanyaan besar tentang arah dan konsistensi kebijakan negara.

Sejarah, pada akhirnya, lebih sering mencatat siapa yang berani mengeksekusi keputusan daripada siapa yang paling banyak berjanji. Bandara Internasional Bali Utara adalah kesempatan itu. Langit telah terbuka, tinggal kemauan negara untuk benar-benar lepas landas.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ajik ARUN Bali Sorot Pemkot Legalkan Izin Bangunan Gallery Kohinoor Walau Langgar Sempadan Sungai

    Ajik ARUN Bali Sorot Pemkot Legalkan Izin Bangunan Gallery Kohinoor Walau Langgar Sempadan Sungai

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 10Komentar

    DENPASAR – Polemik bangunan Gallery Kohinoor yang diduga melanggar ketentuan sempadan sungai kembali menjadi sorotan publik. Sekretaris ARUN Bali, Anak Agung Gede Agung Aryawan, ST, meminta Pemerintah Kota Denpasar bersikap tegas dan tidak menjadikan izin bangunan sebagai alasan untuk melegitimasi dugaan pelanggaran aturan tata ruang. Dalam keterangannya di Denpasar, Jumat (12/6/2026), Agung Aryawan menilai penegakan […]

  • Bunga Telang, “Blue Matcha” Alami yang Memikat Mata dan Menyehatkan

    Bunga Telang, “Blue Matcha” Alami yang Memikat Mata dan Menyehatkan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    DENPASAR – “Blue matcha” adalah bubuk berwarna biru cerah yang berasal dari bunga butterfly pea atau bunga telang, tanaman tropis yang sudah lama dikenal di Indonesia. Meski namanya mengandung kata matcha, bahan ini sama sekali tidak berasal dari daun teh hijau. Blue matcha dibuat dari bunga telang yang dikeringkan dan dihaluskan, sehingga hampir tidak mengandung […]

  • Tiga Kata Sederhana, Sejuta Makna Sebuah Warisan Kebijaksanaan Orang Jawa

    Tiga Kata Sederhana, Sejuta Makna Sebuah Warisan Kebijaksanaan Orang Jawa

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TITENI, TIRAKATI, ENTINI, Tiga Laku Jawa yang Mengajarkan Cara Menjalani Hidup JATENG – Di tengah zaman yang serba cepat, ketika segala sesuatu ingin diraih seketika dan diukur dari hasil yang tampak, masyarakat Jawa sesungguhnya telah lama mewariskan sebuah rumus kehidupan yang sederhana, namun sarat makna. Rumus itu terdiri dari tiga kata: Titeni, Tirakati, dan Entini. […]

  • Wilson Lalengke berfoto bersama Ketua Konferensi Ke-80 Komite Keempat PBB, Mr. José Alberto Briz Gutiérrez usai konferensi.  Play Button

    Ketua Konferensi Ke-80 Komite Keempat PBB Berikan Komentar atas Pidato Wilson Lalengke

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    New York — Komite Keempat Perserikatan Bangsa-Bangsa (Fourth Committee of the United Nations) mengadakan konferensi ke-80 bertempat di Conference Room #4 Markas Besar PBB di New York City, Amerika Serikat, pada tanggal 08-10 Oktober 2025. Dalam sesi konferensi penting di Komite Keempat PBB yang diadakan pada hari pertama, Rabu (08 Oktober 2025), Mr. José Alberto […]

  • HARRIS Riverview Kuta Bali dan POP! Hotel Kuta Beach Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sumatra

    HARRIS Riverview Kuta Bali dan POP! Hotel Kuta Beach Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sumatra

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Bali, 16 Desember 2025 – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan HARRIS Hotel & Residences Riverview Kuta Bali dan POP! Hotel Kuta Beach. Berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), kedua hotel tersebut menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di Sumatra yang terdampak bencana banjir. Banjir yang melanda sejumlah wilayah, mulai dari Aceh, Agam, Sibolga, hingga Tapanuli […]

  • Kasus Dugaan Penggelapan Rp200 Miliar di Nusa Penida Cermin Gelap Dominasi Modal Asing dalam Pariwisata Bali

    Kasus Dugaan Penggelapan Rp200 Miliar di Nusa Penida Cermin Gelap Dominasi Modal Asing dalam Pariwisata Bali

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 3737Komentar

    KLUNGKUNG – Laporan dugaan penggelapan dana senilai Rp200 miliar oleh Trinh Ngoc Tran, warga negara Amerika keturunan Vietnam, terhadap rekannya Christopher Capel di PT Lembongan Monkey Water Sport, Nusa Penida, membuka tabir persoalan mendasar dalam industri pariwisata Bali, dominasi modal asing yang rawan penyimpangan. Laporan resmi yang diterima SPKT Polres Klungkung pada Senin (18/8/2025) itu […]

expand_less