Breaking News
light_mode

Penglingsir Puri Bali Kunjungi PTDI, dari Bali Utara Untuk Nusantara Bersama Dirgantara

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG – Di tengah udara sejuk Kota Bandung, Selasa pagi itu, suasana di kawasan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) terasa berbeda. Rombongan para penglingsir puri di Bali, didampingi CEO PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko, datang membawa semangat persaudaraan dan cita-cita besar: mewujudkan Bandara Internasional Bali Utara sebagai ikon kolaborasi antara budaya, teknologi, dan kemandirian bangsa.

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Marsekal Muda (Purn) Gita Amperiawan, bersama jajaran direksi dan pimpinan puncak PTDI. Kunjungan ini merupakan balasan atas pertemuan sebelumnya antara PTDI dan PT BIBU Panji Sakti di Bali, menandai semakin eratnya sinergi dua kekuatan: kearifan tradisi dan inovasi teknologi penerbangan nasional. “Ini bukan sekadar kunjungan kehormatan,” ujar Erwanto Sad Adiatmoko, CEO PT BIBU Panji Sakti. “Ini adalah pertemuan dua dunia yang saling menguatkan: dunia budaya yang berakar dan dunia teknologi yang melesat. Dari Bali Utara, kita ingin melahirkan harapan baru bagi Nusantara.”

 

PTDI, Siapkan SDM Penerbangan, Bangun Industri dari Hulu

Dalam pertemuan itu, Dirut PTDI Marsekal Muda (Purn) Gita Amperiawan menjelaskan bahwa keberadaan Bandara Internasional Bali Utara akan menjadi trigger pertumbuhan industri penerbangan nasional secara signifikan. Menurutnya, bandara di Bali Utara akan membuka potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia bagian tengah dan timur – wilayah yang selama ini menunggu pemerataan infrastruktur transportasi udara.

“Kehadiran Bandara Internasional Bali Utara akan menjadi pemicu kebangkitan industri penerbangan Indonesia. Karena itu, PTDI berkomitmen tidak hanya dalam aspek teknologi dan manufaktur, tetapi juga dalam penyiapan sumber daya manusia yang unggul di bidang dirgantara,” ujar Gita Amperiawan.

Sebagai langkah konkret, PTDI telah menemui enam rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali untuk menjalin kerja sama dalam pembentukan kurikulum dan pelatihan SDM di sektor aviasi. “Industri penerbangan adalah industri yang very, very highly regulated, sangat menuntut presisi, disiplin, dan keterampilan tinggi,” tegas Gita. “Bayangkan, seorang sarjana lulusan S1 masih harus menempuh sekitar 800 jam pelajaran tambahan untuk bisa masuk ke industri ini — hanya 70 jam teori, sisanya 730 jam adalah praktik.”

Ia menjelaskan, mulai awal tahun 2026 mendatang, akan dilakukan penyesuaian kurikulum di beberapa program studi agar mahasiswa di Bali memiliki peluang langsung masuk ke pasar kerja industri aviasi nasional.

“Kami ingin agar SDM asal Bali menjadi pelopor dalam industri aviasi Nusantara. Moto kami: Dari Bali Utara, untuk Nusantara, bersama Dirgantara,” ujar Gita disambut tepuk tangan hadirin.

 

Sinergi Tradisi dan Teknologi

Sementara itu juga menyertai pertemuan itu adalah rombongan para penglingsir berasal dari Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali (P3SB), sebuah wadah kebersamaan puri (kerajaan) berpengaruh yang tersebar di seluruh Bali. Dalam kunjungan ke Bandung ini, mereka diwakili oleh empat raja, yaitu A.A. Ngurah Ugrasena (Penglingsir Puri Buleleng, sekaligus Sekjen P3SB), A.A. Ngurah Alit Kakarsana (Puri Ageng Blahbatuh), A.A. Ngurah Puja Utama (Puri Kerambitan), dan A.A. Ngurah Juli Artawan (Puri Anyar Tabanan).

Dalam sambutannya, A.A. Ngurah Ugrasena menegaskan pentingnya kehadiran Bandara Internasional Bali Utara untuk menyeimbangkan pembangunan Pulau Dewata. “Selama ini, pembangunan Bali lebih banyak terkonsentrasi di selatan. Bandara Internasional Bali Utara akan menjadi tonggak perubahan. Bukan hanya untuk Buleleng, tetapi juga untuk kesejahteraan Bali secara menyeluruh, bahkan Indonesia. Kami melihat ini sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang. Berkat PTDI, anak-anak Bali nantinya akan ambil bagian sebagai pelopor industri aviasi nasional,” ujar Raja Buleleng itu dengan penuh keyakinan.

Seperti diketahui bahwa belum lama ini, Dirut PTDI Marsekal Gita menerima Lencana Kehormatan dari Puri Ageng Blahbatuh di Gianyar. Penyematan lencana oleh AA Ngurah Alit Kakarsana, penglingsir Puri Ageng Blahbatuh itu adalah tanda penerimaan: bahwa seorang tokoh dari dunia teknologi dan aviasi telah diakui sebagai bagian dari keluarga besar Bali. “Kami memberikan lencana ini sebagai simbol bahwa Pak Gita kini sudah menjadi bagian dari keluarga Puri Ageng Blahbatuh dan keluarga besar dari Puri-puri Se-Jebag Bali,” ujar AA Ngurah Alit Kakarsana.

 

Simbol Persatuan dari Langit ke Bumi

Kunjungan balasan tersebut juga menjadi refleksi tentang bagaimana proyek Bandara Internasional Bali Utara bukan semata proyek fisik, melainkan gerakan besar untuk membangkitkan pemerataan ekonomi, pendidikan, dan kebanggaan nasional.

“BIBU adalah proyek dengan jiwa. Ia lahir dari kebutuhan akan keseimbangan pembangunan, tetapi tumbuh dengan semangat kebangsaan,” ucap Erwanto Sad Adiatmoko. “Kami tidak hanya membangun bandara, tapi membuka jalan bagi anak-anak bangsa agar bisa terbang lebih tinggi bersama teknologi Indonesia.”

Rangkaian kunjungan ditutup dengan penyerahan cenderamata simbolik dan sesi foto bersama di depan hanggar utama PTDI, tempat beberapa pesawat N219 dan CN235 berdiri tegak sebagai saksi lahirnya sinergi baru antara Bali dan Bandung – antara tanah para leluhur dan langit teknologi Nusantara.

“Langit dan bumi Nusantara harus bersatu. Dari Bali Utara, kita buktikan bahwa warisan leluhur dan inovasi teknologi bisa berjalan beriringan demi Indonesia yang lebih maju,” pungkas Erwanto menutup kunjungan dengan pesan yang sarat makna. (Tim)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demokrat Buka Jalan 1,26 Kilometer di Tabanan, Mudarta: Hampir 60 Tahun Warga Menanti

    Demokrat Buka Jalan 1,26 Kilometer di Tabanan, Mudarta: Hampir 60 Tahun Warga Menanti

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    Akses penghubung Munduk Dawa–Puring di Desa Sangketan dibangun secara gotong royong untuk memangkas jarak menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan jalur pengangkutan hasil pertanian. TABANAN – Aspirasi warga terkait akses jalan akhirnya mulai terwujud di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT Partai Demokrat, PAC Partai Demokrat Penebel bersama […]

  • Diplomasi Moralitas, Wilson Lalengke Serahkan Buku “Ijazah Jokowi” kepada Duta Besar Rusia Sergey Tolchenov

    Diplomasi Moralitas, Wilson Lalengke Serahkan Buku “Ijazah Jokowi” kepada Duta Besar Rusia Sergey Tolchenov

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 12Komentar

    Jakarta – Sebuah momen diplomasi kebudayaan yang unik dan sarat pesan moral mendalam terjadi di Kediaman Resmi Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 24 Juni 2026. Usai menggelar sesi press briefing resmi mengenai berbagai isu geopolitik global dan perkembangan dunia terkini di hadapan puluhan awak media nasional serta […]

  • Evakuasi Dramatis di Yahukimo, TNI Selamatkan Puluhan Guru dan Nakes Usai Serangan OPM

    Evakuasi Dramatis di Yahukimo, TNI Selamatkan Puluhan Guru dan Nakes Usai Serangan OPM

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Yahukimo – Tentara Nasional Indonesia (TNI) bergerak cepat mengevakuasi puluhan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan, menyusul serangan brutal yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), Minggu (23/3/2025). Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa TNI berkomitmen melindungi masyarakat sipil, khususnya tenaga pengajar dan tenaga kesehatan […]

  • Jangan Sembarangan Membunuh Biawak, Ini Dampak Besar bagi Ekosistem dan Kehidupan Manusia

    Jangan Sembarangan Membunuh Biawak, Ini Dampak Besar bagi Ekosistem dan Kehidupan Manusia

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Biawak bukan sekadar reptil liar. Hewan ini memiliki peran penting sebagai pengendali hama, pemakan bangkai, hingga penjaga keseimbangan rantai makanan. DENPASAR – Biawak kerap dianggap sebagai hewan yang mengganggu karena sering ditemukan di sekitar permukiman, kolam ikan, hingga kandang unggas. Penampilannya yang besar, dilengkapi gigi tajam dan cakar kuat, membuat banyak orang memilih membunuhnya saat […]

  • HOT NEWS! Jokowi Siap “Turun Gunung” Besarkan PSI hingga Akar Rumput

    HOT NEWS! Jokowi Siap “Turun Gunung” Besarkan PSI hingga Akar Rumput

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Makassar — Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), kembali menegaskan kesiapannya untuk turun langsung mendukung dan membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), bahkan hingga ke tingkat paling bawah seperti kecamatan dan RT/RW. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI 2026 yang digelar di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). Dalam arahannya di […]

  • MoU Fakultas Hukum Unud Bersama KPK Gandeng Pengadilan Negeri Denpasar Rekam Proses Sidang

    MoU Fakultas Hukum Unud Bersama KPK Gandeng Pengadilan Negeri Denpasar Rekam Proses Sidang

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    DENPASAR – Dibawah kepemimpinan Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana Prof. Dr. Putu Gede Arya Sumerta Yasa, S.H., M.Hum., gerak langkah kemajuan dunia pendidikan hukum semakin didepan. Akreditasi unggul tidak membuat Prof Gede Arya Sumerta Yasa berdiam diri. Kali ini Fakultas Hukum Unud mengundang Dr. Iman Luqmanul Hakim, S.H., M.Hum., selaku ketua Pengadilan Negeri (KPN) Denpasar […]

expand_less