“Rolls-Royce” Dari Simbol Kemewahan ke Raja Mesin Pesawat
- account_circle Admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Gambar mengandung Gemini AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GATRA DEWATA: Berawal dari Mobil Mewah, Kini Menggerakkan Ribuan Pesawat di Langit Dunia
DENPASAR – Rolls-Royce merupakan salah satu nama paling bergengsi dalam dunia industri. Meski dikenal luas sebagai produsen mobil mewah, perusahaan asal Inggris ini juga menjadi salah satu pemain utama dalam industri mesin pesawat terbang yang digunakan maskapai sipil maupun militer di berbagai negara.
Perjalanan Rolls-Royce bermula pada 1904 ketika dua tokoh asal Inggris, Charles Rolls dan Sir Henry Royce, sepakat membangun perusahaan otomotif yang mengutamakan kualitas, ketahanan, dan teknologi tinggi. Setahun kemudian, tepatnya pada 1906, berdirilah Rolls-Royce Limited.
Mobil Rolls-Royce Silver Ghost yang diluncurkan pada 1907 menjadi tonggak sejarah perusahaan. Kendaraan tersebut dijuluki sebagai “The Best Car in the World” karena kehalusan mesin dan tingkat keandalannya yang belum pernah ada pada masa itu.
Memasuki era Perang Dunia I, Rolls-Royce mulai mengembangkan mesin pesawat. Mesin Eagle V12 menjadi produk pertama yang diproduksi secara massal dan digunakan pesawat tempur Inggris. Keberhasilan tersebut membuka jalan bagi perusahaan untuk menjadi pemasok mesin pesawat militer.
Pada Perang Dunia II, Rolls-Royce menciptakan mesin legendaris Merlin V12 yang digunakan pada pesawat tempur Supermarine Spitfire, Hawker Hurricane, hingga Avro Lancaster. Mesin tersebut dinilai berperan penting dalam kemenangan Sekutu, terutama dalam Pertempuran Britania (Battle of Britain).
Seiring berkembangnya teknologi penerbangan, Rolls-Royce bertransformasi menjadi produsen mesin jet. Berbagai inovasi terus dikembangkan hingga melahirkan mesin turbofan modern yang kini digunakan oleh sejumlah pesawat berbadan lebar.
Saat ini, Rolls-Royce Holdings plc merupakan salah satu dari tiga produsen mesin pesawat terbesar di dunia bersama GE Aerospace dan Pratt & Whitney. Mesin buatannya digunakan pada berbagai pesawat komersial seperti Airbus A350, Airbus A330neo, Boeing 787 Dreamliner, hingga pesawat bisnis dan militer.
Selain memproduksi mesin, Rolls-Royce juga dikenal melalui layanan TotalCare, yakni sistem pemeliharaan mesin berbasis jam terbang yang memungkinkan maskapai membayar biaya perawatan sesuai penggunaan mesin.
Dalam pernyataan resminya, Rolls-Royce menyebut, “Kami merintis teknologi yang menghadirkan daya bagi kebutuhan penting masyarakat, menghubungkan manusia, masyarakat, budaya, dan ekonomi di seluruh dunia.” Pernyataan tersebut mencerminkan fokus perusahaan dalam mengembangkan teknologi penerbangan yang efisien dan berkelanjutan.
Perusahaan juga tengah mengembangkan teknologi ramah lingkungan, termasuk mesin yang kompatibel dengan Sustainable Aviation Fuel (SAF), sistem propulsi listrik, hingga reaktor nuklir modular kecil (Small Modular Reactor/SMR) untuk mendukung transisi energi global.
Meski divisi mobil mewah Rolls-Royce kini dimiliki BMW Group melalui Rolls-Royce Motor Cars, bisnis mesin pesawat tetap berada di bawah Rolls-Royce Holdings plc yang berkantor pusat di London, Inggris.
Hingga kini, nama Rolls-Royce tidak hanya identik dengan kemewahan kendaraan premium, tetapi juga menjadi simbol keandalan teknologi penerbangan yang menggerakkan ribuan pesawat di berbagai belahan dunia.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar