Breaking News
light_mode

Reaktivasi Alcatraz Disorot, Usulan Anggaran Rp2,4 Triliun Tuai Perdebatan di AS

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WASHINGTON D.C. — Rencana menghidupkan kembali penjara legendaris Alcatraz Island sebagai fasilitas maksimum keamanan memicu pro dan kontra di Amerika Serikat. Wacana ini mencuat setelah Donald Trump mengusulkan alokasi anggaran sebesar 152 juta dolar AS (sekitar Rp2,4 triliun) dalam rancangan anggaran tahun 2027.

Dana tersebut disebut sebagai tahap awal dari proyek besar untuk mengembalikan fungsi Alcatraz, yang kini menjadi destinasi wisata sejarah, menjadi penjara bagi pelaku kejahatan berisiko tinggi. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan fasilitas itu ditujukan untuk menampung “pelaku kejahatan paling berbahaya dan brutal di Amerika Serikat.”

Penjara Alcatraz ditutup pada 1963 karena tingginya biaya operasional serta keterbatasan infrastruktur dasar. Pulau yang terletak di Teluk San Francisco itu tidak memiliki pasokan air bersih mandiri, sistem pembuangan limbah memadai, serta fasilitas logistik yang efisien.

Rencana reaktivasi diperkirakan membutuhkan anggaran jauh lebih besar dari usulan awal. Selain renovasi bangunan tua, pemerintah juga harus membangun ulang sistem utilitas, transportasi, serta teknologi keamanan modern yang sesuai dengan standar penjara masa kini.

Usulan tersebut langsung menuai kritik tajam, salah satunya dari Nancy Pelosi. Ia menyebut rencana itu sebagai langkah yang tidak rasional dan berpotensi membebani anggaran negara.

Menurut Pelosi, dana sebesar itu seharusnya dialokasikan untuk sektor yang lebih mendesak seperti pendidikan, layanan kesehatan, dan pembangunan infrastruktur publik.

Di tengah masyarakat, rencana ini memicu perdebatan luas. Pendukung proyek menilai reaktivasi Alcatraz dapat menjadi simbol ketegasan hukum terhadap pelaku kejahatan berat sekaligus memperkuat sistem pemasyarakatan.

Namun, pihak yang menolak mempertanyakan efektivitasnya. Mereka menilai biaya besar yang dibutuhkan tidak sebanding dengan manfaat yang dihasilkan, terlebih mengingat status Alcatraz saat ini sebagai objek wisata bersejarah yang bernilai ekonomi.

Perdebatan juga diwarnai berbagai spekulasi dan komentar satir di ruang publik. Meski demikian, hingga kini belum ada rincian resmi terkait operasional maupun daftar calon penghuni fasilitas tersebut.

Pemerintah hanya menegaskan bahwa tujuan utama proyek adalah menyediakan tempat penahanan dengan tingkat keamanan tinggi bagi narapidana berisiko besar.

Rencana reaktivasi Alcatraz kini menjadi isu nasional yang mempertemukan kepentingan keamanan dan efisiensi anggaran. Realisasi proyek ini masih bergantung pada persetujuan legislatif serta hasil kajian kelayakan teknis dan ekonomi yang lebih mendalam.

Dengan berbagai tantangan yang ada, masa depan Alcatraz sebagai penjara aktif kembali masih berada dalam ketidakpastian.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Zoonosis dan Risiko Kerja, Tim Akademisi Gelar Pelatihan Penanganan Gigitan Hewan di Bali Zoo Play Button

    Cegah Zoonosis dan Risiko Kerja, Tim Akademisi Gelar Pelatihan Penanganan Gigitan Hewan di Bali Zoo

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 12Komentar

    GIANYAR – Risiko gigitan hewan dan persoalan limbah organik menjadi tantangan serius di kawasan wisata berbasis konservasi satwa. Menjawab persoalan tersebut, tim akademisi Universitas Warmadewa menggelar Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan penanganan awal gigitan binatang dan pengelolaan limbah kebun binatang di Bali Zoo, Gianyar. Kegiatan ini menghadirkan dr. A.A. Ngurah Rai Kusuma Putra, […]

  • Kasus Pengeroyokan Jurnalis ViralNTT.com oleh Oknum Kades Letmafo Berlanjut: Polres TTU Gelar Pra-Rekonstruksi

    Kasus Pengeroyokan Jurnalis ViralNTT.com oleh Oknum Kades Letmafo Berlanjut: Polres TTU Gelar Pra-Rekonstruksi

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 9Komentar

    TTU – Proses hukum terkait dugaan pengeroyokan terhadap jurnalis ViralNTT.com, Felix Nopala, yang melibatkan oknum Kepala Desa Letmafo, Donatus Nesi, terus bergulir. Polres Timor Tengah Utara (TTU), melalui Satuan Reserse Kriminal (Reskrim), secara resmi menggelar pra-rekonstruksi kasus ini pada Selasa, 7 Oktober 2025. Pra-rekonstruksi dilaksanakan di halaman Unit Reskrim Polres TTU, dihadiri oleh korban, terduga […]

  • A Voice for Humanity! Wilson Lalengke’s UN Speech and the Winds of Peace in the Middle East

    A Voice for Humanity! Wilson Lalengke’s UN Speech and the Winds of Peace in the Middle East

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    New York, October 09, 2025 – In a moment that may one day be remembered as a turning point in global diplomacy, Indonesian citizen journalist Wilson Lalengke delivered a stirring speech at the Fourth UN Committee Conference on October 8, 2025. Though not directly aimed at the Israeli-Palestinian conflict, his words reverberated far beyond Conference […]

  • KPK Bongkar Skema Pemotongan Dana Hibah Jatim, 30 Persen Mengalir ke Anggota DPRD

    KPK Bongkar Skema Pemotongan Dana Hibah Jatim, 30 Persen Mengalir ke Anggota DPRD

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap praktik korupsi sistematis dalam pengelolaan dana hibah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur. Hasil evaluasi menunjukkan, hingga 30 persen dari dana hibah dipotong untuk kepentingan pribadi dan ijon anggota DPRD. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan skema pemotongan itu dilakukan oleh koordinator lapangan. Dari jumlah […]

  • Kasus Timothy Anugerah, Momentum Unud Perkuat Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Kampus

    Kasus Timothy Anugerah, Momentum Unud Perkuat Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Kampus

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Kasus yang menyelimuti duka di lingkungan Universitas Udayana (Unud) setelah seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Timothy Anugerah Saputra (22), ditemukan jatuh dari lantai atas gedung kampus di kawasan Sudirman, Denpasar, Rabu (15/10/2025). Pihak Universitas Udayana melalui Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, Ni Nyoman Dewi Pascarani, dalam konferensi pers-nya menegaskan […]

  • Ironi Konservasi dan “Tikus Berdasi”, Saat Satwa Dilindungi Terancam, Korupsi Justru Subur

    Ironi Konservasi dan “Tikus Berdasi”, Saat Satwa Dilindungi Terancam, Korupsi Justru Subur

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    Oleh I Made Richy Ardhana Yasa (Ray) DENPASAR – Di tengah gencarnya kampanye penyelamatan satwa endemik Nusantara, publik dihadapkan pada ironi yang tak bisa dipandang sebelah mata. Upaya melindungi Harimau Sumatra, Ajag, hingga berbagai spesies langka lain terus digelorakan. Namun di saat yang sama, ada “satwa” lain yang justru berkembang pesat—bukan di rimba raya, melainkan […]

expand_less