Taft Diesel Lawas Naik Kelas, Kini Diburu Kolektor dan Penggemar 4×4
- account_circle Ray
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dari jip pekerja hingga kendaraan overlanding, Daihatsu Taft F70 GT mempertahankan pesona klasiknya dan terus hidup lewat restorasi serta modifikasi.
DENPASAR – Daihatsu Taft Diesel lawas kembali mencuri perhatian di tengah tren mobil klasik dan kendaraan 4×4. Jip yang dahulu dikenal sebagai kendaraan tangguh untuk berbagai medan kini mulai memiliki nilai lebih di mata penghobi otomotif, terutama setelah banyak unit direstorasi dan dimodifikasi dengan konsep off-road maupun overlanding.
Salah satu unit yang terlihat dalam foto menunjukkan karakter kuat Daihatsu Taft generasi lama. Bentuk bodi yang kotak, emblem “DIESEL” pada bagian fender, desain pintu dengan engsel luar, bentuk kabin serta proporsi kap mesin menjadi sejumlah petunjuk yang mengarah pada Taft Diesel.
Jika melihat keseluruhan desain, mobil tersebut paling mungkin berasal dari keluarga Daihatsu Taft F70 atau yang populer disebut Taft GT. Namun, identifikasi tipe dan tahun secara pasti tetap membutuhkan pemeriksaan nomor rangka, dokumen kendaraan serta komponen asli karena mobil lawas sangat mungkin telah mengalami restorasi dan pergantian part.

Daihatsu sendiri mencatat Taft sebagai kendaraan dengan sistem penggerak 4WD atau 4×4, kecuali varian berkode F10 yang menggunakan penggerak 4×2. Untuk Taft produksi 1984–1987, mesin yang digunakan adalah diesel DL41 berkapasitas 2.765 cc dengan transmisi manual empat percepatan. Mulai 1988, Taft menggunakan mesin DL42 berkapasitas sama dengan transmisi manual lima percepatan.
Karakter tersebut membuat Taft memiliki tempat tersendiri di kalangan penggemar jip lawas. Bodi sederhana dan konstruksi 4×4 membuatnya tidak hanya menarik sebagai kendaraan klasik, tetapi juga menjadi basis yang fleksibel untuk berbagai konsep modifikasi.
Hal itu terlihat dari komunitas Taft Diesel Indonesia. Daihatsu menyebut komunitas tersebut menaungi pengguna Taft dengan berbagai gaya, mulai dari pemilik yang mempertahankan kondisi standar, modifikasi untuk penggunaan perkotaan, hingga kendaraan yang disiapkan untuk kebutuhan off-road.
“Jadi TDI bukan merupakan komunitas offroad, tetapi merupakan rumah bagi pengguna kendaraan Daihatsu Taft apapun jenis dan gaya penggunaannya,” demikian keterangan Daihatsu mengenai komunitas Taft Diesel Indonesia.
Menariknya, keberadaan Taft sebagai mobil koleksi juga tidak berhenti pada unit yang dipertahankan dalam kondisi standar. Sejumlah pemilik justru memilih melakukan restorasi dan modifikasi tanpa menghilangkan karakter dasar jip tersebut.
Salah satunya David Kamil, pemilik Taft GT keluaran 1998 yang dikisahkan dalam pemberitaan otomotif. Ia mengaku tertarik dengan Taft GT karena karakter desain dan kemampuan 4×4-nya.
“Pokoknya saya kepingin punya Taft GT, suka banget saya sama 4×4 dari Daihatsu ini,” ujar David.
Taft milik David yang awalnya diperoleh dalam kondisi mulus kemudian diarahkan menjadi kendaraan bergaya off-road. Ia menambahkan berbagai perangkat seperti exo cage, roof rack, bumper custom, winch serta melakukan peningkatan pada sektor mesin.
David juga mengungkapkan alasan akhirnya memilih memodifikasi kendaraan tersebut.
“Tapi lama-lama saya gatal juga ingin memodifikasinya, pengin dibuat lebih gahar lagi,” katanya.
Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana Taft lawas mengalami perubahan fungsi di tangan penghobi. Kendaraan yang dahulu identik dengan mobil pekerja dan kendaraan medan berat kini bisa berubah menjadi barang koleksi sekaligus kendaraan hobi.
Pada unit yang menjadi perhatian dalam foto, konsep modifikasinya bahkan terlihat mengarah ke overlanding. Ban berprofil kasar, roof rack, perlengkapan camping, awning, ban serep belakang, bumper serta over-fender memberikan kesan bahwa kendaraan tersebut dipersiapkan untuk perjalanan jauh dan petualangan.
Modifikasi seperti itu bukan sesuatu yang asing dalam dunia Taft. Sejumlah pemilik bahkan menggunakan Taft GT sebagai basis kendaraan off-road dengan ban berukuran besar, roof rack, bumper custom, winch dan perangkat pendukung lainnya.
Karakter bodi Taft yang tegas juga menjadi salah satu alasan kendaraan ini tetap menarik meski usianya sudah puluhan tahun. Dalam salah satu kisah pemilik Taft GT, David menyebut desain kendaraan tersebut sebagai salah satu daya tarik utama.
“Suka dengan bentuk bodinya yang tegas, kokoh dan tidak dimakan waktu,” demikian alasan yang disampaikan David mengenai ketertarikannya terhadap Taft GT.
Di sisi lain, nilai sebuah Taft lawas sebagai kendaraan koleksi sangat bergantung pada kondisi unit. Keaslian mesin dan bodi, kondisi sasis, sistem 4×4, kelengkapan dokumen, kualitas restorasi serta riwayat perawatan menjadi faktor yang dapat menentukan daya tariknya bagi kolektor.
Karena itu, tidak semua Taft tua otomatis menjadi barang koleksi bernilai tinggi. Unit yang masih memiliki bodi sehat, struktur sasis baik, mesin terawat dan dokumen lengkap biasanya lebih menarik dibandingkan kendaraan yang telah mengalami kerusakan berat atau modifikasi tanpa memperhatikan konstruksi dasar.
Untuk mobil dalam foto, ciri visual memang sangat kuat mengarah kepada Daihatsu Taft Diesel, kemungkinan keluarga F70/GT. Namun, penyebutan kode F70 atau tahun produksinya tetap harus dianggap sebagai identifikasi berdasarkan tampilan, bukan kepastian administratif kendaraan.
Yang membuatnya menarik justru perpaduan antara identitas klasik dan modifikasi modern. Taft tersebut tidak lagi tampil sebagai jip lawas biasa, melainkan sebagai kendaraan petualang dengan karakter 4×4 klasik, diesel, dan gaya overlanding.
Produksi Taft yang telah dihentikan Daihatsu juga membuat keberadaan unit-unit lawas yang masih hidup semakin menarik bagi komunitas. Daihatsu mencatat komunitas Taft Diesel Indonesia sendiri lahir dari aktivitas para pemilik dan pemerhati Taft yang saling bertukar informasi mengenai kendaraan mereka.
Pada akhirnya, perjalanan Taft Diesel menunjukkan bahwa umur bukan selalu menjadi alasan sebuah kendaraan kehilangan nilai. Bagi sebagian penghobi, semakin tua usia kendaraan justru semakin kuat identitas dan ceritanya.
Taft Diesel kini bukan sekadar jip tua. Ia telah berubah menjadi bagian dari kultur otomotif klasik—dikoleksi, direstorasi, dimodifikasi, lalu kembali dibawa menjelajah medan yang menjadi habitatnya sejak dahulu.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar