BTID Salurkan Hewan Kurban di Serangan, Tradisi Toleransi Antarumat Kembali Menguat saat Idul Adha
- account_circle Admin
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai sebagai ajang mempererat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Desa Serangan, Denpasar. PT Bali Turtle Island Development (BTID) kembali menyalurkan bantuan hewan kurban kepada Masjid As-Syuhada Kampung Bugis, Desa Serangan.

Pada perayaan Idul Adha tahun ini, BTID menyerahkan satu ekor sapi dan satu ekor kambing kepada panitia kurban Masjid As-Syuhada. Bantuan tersebut merupakan kegiatan rutin yang telah dilakukan perusahaan selama beberapa tahun terakhir sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.
Penyerahan hewan kurban dilakukan langsung kepada panitia masjid dan disambut hangat oleh warga Kampung Bugis Serangan.
Kepala Departemen Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy, mengatakan bantuan kurban tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan baik dan kebersamaan dengan masyarakat Desa Serangan.

“Bantuan kurban ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus bentuk silaturahmi sederhana dari kami sebagai bagian dari komunitas Desa Serangan. Kami berharap kontribusi yang selama ini berjalan dapat membawa berkah, kegembiraan, serta memperkuat rasa kebersamaan,” ujar Zefri.
Tahun ini, total hewan kurban yang terkumpul di Masjid As-Syuhada mencapai 4 ekor sapi dan 36 ekor kambing. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada sekitar 300 penerima manfaat di wilayah tersebut.
Ketua Takmir Majelis Masjid As-Syuhada Serangan, Muhammad Amir, mengapresiasi konsistensi BTID yang dinilai terus menunjukkan kepedulian terhadap kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat Kampung Bugis.
“Kami bersyukur BTID selama beberapa tahun terakhir terus memberikan kontribusi yang luar biasa dan konsisten kepada masyarakat kami. Semoga ke depan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan masjid bisa terus berlanjut,” katanya.

Suasana Idul Adha di kawasan pesisir Serangan juga diwarnai semangat gotong royong lintas keyakinan. Ketua Seksi Pembagian Daging Kurban, Usman, menyebut proses penyembelihan hingga distribusi daging melibatkan partisipasi warga dari berbagai latar belakang agama, termasuk umat Hindu setempat.
“Semua pihak ikut terlibat dalam proses penyembelihan dan pembagian daging kurban. Daging juga kami salurkan kepada aparat keamanan serta para jro bendesa sebagai bentuk silaturahmi kepada seluruh masyarakat Desa Serangan,” ujar Usman.
Menurutnya, kebersamaan antarwarga di Serangan telah menjadi tradisi yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Hal senada disampaikan Muhammad Amir yang menegaskan hubungan harmonis antara warga Muslim dan Hindu di Serangan sudah berlangsung sejak lama.
“Bagi kami ini hal yang biasa karena sejak dulu masyarakat di sini hidup berdampingan dan saling membantu, tidak hanya saat hari raya keagamaan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
BTID selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali berharap pengembangan kawasan dapat terus berjalan selaras dengan nilai kebersamaan, toleransi, dan keharmonisan sosial yang hidup di tengah masyarakat Desa Serangan.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar