Breaking News
light_mode

AKNSB Yogyakarta Memukau PKB XLVIII Lewat Sendratari Satya Paramartha, Kisah Bratasena Sarat Nilai Spiritual

  • account_circle Ray
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kolaborasi Program Studi Seni Tari, Karawitan, dan Kriya Kulit AKNSB Yogyakarta sukses menyuguhkan pertunjukan artistik yang memikat perhatian penonton di Gedung Ksirarnawa.

DENPASAR – Akademi Komunitas Negeri Seni Budaya (AKNSB) Yogyakarta menghadirkan pertunjukan Sendratari Satya Paramartha (Pencarian Kebenaran Tertinggi) pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Kamis (9/7) sore.

Tampilan sendratari yang ditampilkan sungguh memukau dari unsur Koreografi, kostum, musik Kreativitas Karawitan yang dibawanya, yang terkesan lebih mantap dari tahun – tahun sebelumnya.

Otok Fitrianto, M.Pd., selaku Sutradara Pagelaran pertunjukan Sendratari Satya Paramartha (Pencarian Kebenaran Tertinggi) pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII.

Menemui sutradara Otok Fitrianto, M.Pd., yang bertanggung jawan terhadap pagelaran itu menyebutkan menggarap sendratari itu lantaran menyesuaikan dengan tema Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII yakni “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha, Memuliakan Jiwa Paripurna”

Dalam sendratari itu menceritakan kisah Bratasena yang diperintahkan oleh gurunya Bernama Resi Durna, untuk mencari air kehidupan (Tirta Perwitasari) sebagai syarat mencapai kesempurnaan ilmu. Namun sebenarnya, perintah itu adalah tipu daya untuk mencelakakan Bratasena.

Tanpa ragu, Bratasena menjalankan tugas tersebut dengan penuh tekad. Ia menghadapi berbagai rintangan, termasuk melawan raksasa penunggu hutan gunung Candramuka dan Naga penjaga di samudra luas.

Setelah melewati beberapa rintangan dan mampu mengalahkannya Akhirnya, Bratasena masuk ke dasar lautan dan bertemu sosok kecil bercahaya bernama Dewa Ruci. Dewa Ruci meminta Bratasena masuk ke dalam tubuhnya.

Di dalamnya, Bratasena melihat alam semesta yang luas dan mendapatkan pengetahuan sejati, hakikat kehidupan, asal dan tujuan manusia, kesatuan antara manusia dengan Tuhan. Sejak mendapatkan pencerahan dari Dewa Ruci, Bratasena mencapai kesadaran spiritual tertingginya.

Sebanyak 110 seniman dilibatkan dalam pertunjukan yang mengolaborasikan Program Studi Seni Tari, Seni Karawitan, dan Kriya Kulit. Ketiganya menyajikan perpaduan tari, musik tradisi, dan seni kriya dalam satu kesatuan artistik.

Ali Nur Sotya Nugraha, M.Sn., dari Kaprodi Tari.

Ali Nur Sotya Nugraha, M.Sn., dari Kaprodi Tari juga menyebutkan ada 3 karya yang ditampilkan yakni, penampilan Tari Topeng Gunungsari dari Fragmen Cerita Panji, konser Karawitan membawakan karya Lelagon Pangatak berlaras Pelog Pathet Nem ciptaan maestro Ki Narto Sabdo, dan Sendratari Satya Paramartha.

“Dalam sendratari tersebut kita mengolah basic tari yogya, kita kembangkan dan modifikasi sedemikian rupa tetapi masih terlihat nafas keyogyaannya, ” Ungkap Ali Nur Sotya.

Ima Novilasari M.Sn., dari Kaprodi Kriya Kulit.

Ima Novilasari M.Sn., dari Kaprodi Kriya Kulit juga menyajikan lokakarya (workshop) tatah sungging (membuat wayang kulit). “Kami memamerkan hasil karya mahasiswa yakni wayang kulit gagrak Yogyakarta dan Kulitan jarik gagrak Yogyakarta”

Prodi Kriya Kulit menyajikan lokakarya (workshop) tatah sungging (membuat wayang kulit).

Saat bertandang ke Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, beberapa mahasiswa dikatakannya menanyakan tatahan Yogyakarta yang lebih rumit dari yang ada di Bali. “Tatahan Yogyakarta itu ada yang kecil – kecil sedangkan Bali agak berbeda Tatahannya lebih besar, ” Ungkap Ima.

Bayu Purnama, M.Sn., selaku Kaprodi Karawitan.

Lanjut ke Bayu Purnama, M.Sn., selaku Kaprodi Karawitan, ia menyebutkan bahwa yang akan dibawakan dalam pagelaran itu adalah Karawitan gending (lagu) dolanan karya maestro Ki Narto Sabdo yang di aransemen oleh mahasiswa prodi karawitan.

“Awal kita bawakan Gending Soran yang merupakan pakem gaya Yogyakarta, kemudian kita mengiringi Tari Klana Topeng Alus Gunungsari yang merupakan pakem yang dimiliki oleh Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, ” Ungkapnya.

Dosen kreativitas karawitan Agustinus Welly Hendratmoko, M.Sn. (efek bunyi).

Dalam seni Karawitan ini bersama dosen kreativitas karawitan Agustinus Welly Hendratmoko, M.Sn. (efek bunyi) bersama mengiringi Sendratari Satya Paramartha.

Prof. Dr. Drs. Kuswarsantyo, M.Hum., selaku Direktur Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya (AKNSB) Yogyakarta.

Prof. Dr. Drs. Kuswarsantyo, M.Hum., selaku Direktur Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya (AKNSB) Yogyakarta menyebutkan support dari pemerintah daerah dari dana keistimewaan yang membuat Praktek Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa bisa terakomodir dengan baik.

“Setiap tahun kita mengadakan ini, tidak aja tari kita juga melaksanakan karawitan, kriya kulit seperti pameran wayang kulit, ” Jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa kedepannya tidak hanya menyajikan kreasi dari tarian basis Yogyakarta saja tetapi akan dikreasikan sesuai dengan perkembangan seni di Indonesia, “Apalagi kita datang ke Bali, jadi anak – anak harus terus diasah kemampuannya untuk berkeeasi walaupun basicnya dari kesenian tari Yogyakarta, ” Ungkapnya.

Drs. Raden Suci Rohmadi, M.I.P.., selaku Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Drs. Raden Suci Rohmadi, M.I.P.., selaku Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), juga ikut hadir menyaksikan pagelaran ini.

“Pemerintah daerah akan tetap komitmen dalam upaya melestarikan budaya Yogyakarta ini dengan dana keistimewaan, ini merupakan bagian dari pembelajaran di AKN Seni Budaya, dukungan itu akan terus kita tingkatkan dalam menunjang pendidikan budaya dan sarana prasarananya, ” Sebut Kabid di Disdikpora tersebut.

Wisnu Dermawan M.Sn., Koreografer.

Terakhir awak media menemui Wisnu Dermawan M.Sn., seorang Koreografer. Ia menerangkan bahwa pertunjukan Sendratari Satya Paramartha adalah kreatifitas baru dari pakem lama khas Yogyakarta.

Pagelaran Tari Klana Topeng Alus Gunungsari yang merupakan pakem yang dimiliki oleh Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Warna yang dominan coklat dan lainnya khas yogyakarta kita kembangkan menjadi leboh menarik, seperti penggunaan warna hijau terang pada naga, laut dengan gradasi biru serta raksasa pada merah, itu semua merupakan sentuhan kreasi kami yang lebih mengikuti jaman walau dasarnya tetap berakar pada budaya Yogyakarta, ” Pungkasnya.

Editor – Ray

 

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MGPSSR Sahkan Dua Pedoman Tata Kelola Pura, Perkuat Kepastian Hukum dan Pelayanan Umat

    MGPSSR Sahkan Dua Pedoman Tata Kelola Pura, Perkuat Kepastian Hukum dan Pelayanan Umat

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    Dua pedoman menjadi acuan pengelolaan Pura Punduk Dawa dan Pura Patilasan Kyayi Gusti Agung Pemacekan guna mewujudkan tata kelola parhyangan yang modern, profesional, dan berlandaskan Dharma. DENPASAR – Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) mengambil langkah strategis dalam memperkuat tata kelola organisasi dengan mengesahkan dua pedoman tata kelola dan tata laksana pura sebagai dasar […]

  • Milad ke-6, Ponpes Harfan Mafatihil Billad Jembrana Gelar Haflatul Imtihan dan Santunan Yatim

    Milad ke-6, Ponpes Harfan Mafatihil Billad Jembrana Gelar Haflatul Imtihan dan Santunan Yatim

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 7Komentar

    JEMBRANA – Pondok Pesantren Tahfidz Quran Yayasan Harfan Mafatihil Billad menggelar tasyakuran dan Haflatul Imtihan dalam rangka Milad ke-6, Sabtu (14/2/2026) sore. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan ponpes, Banjar Teluk Limo, Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, itu dirangkaikan dengan pemberian santunan sembako bagi santri yatim/piatu, ustaz pengasuh, serta wali santri dan warga […]

  • ARUN Bali Soroti Perizinan Bangunan Bermasalah, KPK dan Kejaksaan Diminta Usut Tuntas

    ARUN Bali Soroti Perizinan Bangunan Bermasalah, KPK dan Kejaksaan Diminta Usut Tuntas

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR  – Persoalan perizinan bangunan di Bali kembali menjadi sorotan. Sekretaris DPD ARUN Bali, Anak Agung Gede Agung Aryawan, S.T. alias Gung De, mempertanyakan penerbitan izin bangunan yang dinilai berpotensi bertentangan dengan tata ruang, fungsi ruang publik, hingga ketentuan perlindungan lingkungan. Gung De menilai persoalan tersebut tidak cukup dilihat dari ada atau tidaknya dokumen perizinan. […]

  • Meutya Hafid Tekankan Kolaborasi Kampus dan Pemerintah dalam Akselerasi AI di Universitas Udayana

    Meutya Hafid Tekankan Kolaborasi Kampus dan Pemerintah dalam Akselerasi AI di Universitas Udayana

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    Jimbaran, 28 Agustus 2025 – Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Meutya Hafid, B.Eng., M.I.P., hadir memberikan kuliah umum di Auditorium Widya Sabha Universitas Udayana (Unud), Jimbaran. Lebih dari 1.500 mahasiswa baru dari jenjang S1, S2, hingga Program Pendidikan Dokter Spesialis antusias mengikuti kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Digital dan Peran Kecerdasan Buatan untuk […]

  • Silsilah Dipersoalkan, Sertifikat Terbit! Sengketa Waris Keluarga I Gusti Rai Sengkug Mengarah ke Dugaan Pidana

    Silsilah Dipersoalkan, Sertifikat Terbit! Sengketa Waris Keluarga I Gusti Rai Sengkug Mengarah ke Dugaan Pidana

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    BADUNG – Sengketa warisan keluarga besar almarhum I Gusti Rai Sengkug memasuki fase baru yang lebih tajam. Konflik yang semula bergulir di ranah perdata kini merambah dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen, menyusul laporan resmi ke Polres Badung terkait keabsahan silsilah keluarga yang menjadi dasar penerbitan sertifikat delapan bidang tanah. Kuasa hukum pelapor, Ruben Luther, S.H., […]

  • MoU Fakultas Hukum Unud Bersama KPK Gandeng Pengadilan Negeri Denpasar Rekam Proses Sidang

    MoU Fakultas Hukum Unud Bersama KPK Gandeng Pengadilan Negeri Denpasar Rekam Proses Sidang

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    DENPASAR – Dibawah kepemimpinan Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana Prof. Dr. Putu Gede Arya Sumerta Yasa, S.H., M.Hum., gerak langkah kemajuan dunia pendidikan hukum semakin didepan. Akreditasi unggul tidak membuat Prof Gede Arya Sumerta Yasa berdiam diri. Kali ini Fakultas Hukum Unud mengundang Dr. Iman Luqmanul Hakim, S.H., M.Hum., selaku ketua Pengadilan Negeri (KPN) Denpasar […]

expand_less