Dosen FKIK Warmadewa Edukasi Anak Panti Soal PHBS dan Resistensi Antimikroba
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pengabdian kepada masyarakat di Panti Asuhan Anugrah Denpasar menyasar kesehatan anak, penguatan karakter, pengelolaan sampah, hingga pencegahan resistensi antimikroba.
DENPASAR — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menyasar anak-anak dan pengurus Panti Asuhan Anugrah, Denpasar, Bali.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 10.00-12.00 WITA tersebut mengangkat tema edukasi penyakit infeksi, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta penguatan karakter sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang sehat dan berdaya.

Selain menyasar anak-anak panti, kegiatan juga memberikan edukasi kepada pengurus mengenai resistensi antimikroba dan pelatihan pengelolaan sampah.
Sebanyak 20 mitra mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 15 anak panti asuhan dan lima orang pengurus Panti Asuhan Anugrah yang beralamat di Jalan Diponegoro No. 170/190, Denpasar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test melalui 10 pertanyaan pilihan ganda atau multiple choice question (MCQ). Tes awal tersebut menjadi bagian dari proses untuk melihat pemahaman peserta sebelum menerima materi edukasi.

Materi mengenai pencegahan penyakit infeksi dan penerapan PHBS disampaikan oleh dr. Marta Setiabudy, Sp.MK, M.Biomed. Edukasi diarahkan pada pentingnya kebiasaan hidup bersih dan sehat sebagai langkah sederhana untuk membantu mencegah penularan penyakit infeksi dalam kehidupan sehari-hari.
“Penerapan pola hidup bersih dan sehat merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah penyakit infeksi,” demikian pokok edukasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, pengurus panti mendapatkan materi mengenai pengenalan resistensi antimikroba beserta langkah-langkah pencegahannya. Materi tersebut disampaikan oleh dr. Ni Wayan Widhidewi, M.Biomed.

Edukasi resistensi antimikroba menjadi penting karena penggunaan antimikroba yang tidak tepat dapat berkontribusi terhadap munculnya mikroorganisme yang semakin sulit ditangani.
Tidak berhenti pada aspek kesehatan, tim pengabdian FKIK Universitas Warmadewa juga memberikan pelatihan pengelolaan sampah organik dan anorganik kepada pengurus panti.
Peserta diperkenalkan pada pemilahan sampah sekaligus teknik pengolahan sampah organik menjadi kompos. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab di lingkungan panti asuhan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan sejumlah bantuan untuk mendukung kebutuhan anak-anak dan operasional Panti Asuhan Anugrah. Bantuan tersebut berupa buku, alat tulis, seperangkat peralatan mandi, tempat sampah organik dan anorganik, kantong komposter, serta sembako.
Melalui kegiatan tersebut, pengabdian FKIK Universitas Warmadewa tidak hanya menempatkan kesehatan sebagai materi edukasi, tetapi juga menghubungkannya dengan pendidikan, kebersihan lingkungan, pembentukan karakter, dan kepedulian sosial.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera (Good Health and Well-Being), tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas (Quality Education), tujuan ke-6 mengenai air bersih dan sanitasi layak (Clean Water and Sanitation), serta tujuan ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (Responsible Consumption and Production).
Dengan pendekatan yang memadukan edukasi kesehatan, penguatan karakter, pencegahan resistensi antimikroba, serta pengelolaan lingkungan, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi anak-anak maupun pengurus Panti Asuhan Anugrah.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar