Breaking News
light_mode

Arya Wedakarna Ajak “Mulat Sarira” Kasus “Sampradaya”, Buka Ashram Untuk Spiritual Tourism

  • account_circle Ray
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Gaya bicara berapi – api seorang Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa atau Arya Wedakarna (AWK) dalam membela kaum lemah di acara Rapat Kerja Anggota Komite I Bidang Hukum dan Badan Akuntabilitas Publik DPD RI Provinsi Bali, dalam rangka pengawasan Undang – Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, di kantor Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, Denpasar, 30 Juli 2026.

Arya Wedakarna, Senator.

Ia menyinggung kasus kekerasan yang pernah dialami penganut Sampradaya,

*Sampradaya adalah tradisi spiritual atau aliran rohani dalam agama Hindu yang mewariskan ajaran, pengetahuan, dan disiplin suci dari guru kepada murid secara turun-temurun.

Penganut Hare Kresna, Sai Baba, dan lainnya yang dianggap sebagian kelompok dinilai tidak sejalan dengan dresta (tradisi lokal) Bali. Keberadaannya memicu perdebatan antara menjaga kemurnian adat turun-temurun dan kebebasan mengamalkan ajaran spiritual.

Banyaknya penganut sampradaya di dunia ini membuat Bali akan terkesan jelek di mata dunia terutama China dan India bila kekerasan dan kesewenangan terhadap penganut Sampradaya masih saja terus terjadi.

“Jangan macam – macam dengan negara India dan China. Hanya negara – negara ini masih sangat menghormati Bali yang dianggap mirip dengan kepercayaan yang dianut mereka, ” Tekannya.

Negara India sebutnya telah banyak membantu vaksin saat Covid -19 melanda negeri, sekarang ini Prabowo Subianto disebutnya sangat sayang dengan India karena kerjasama rudal BrahMos, yang merupakan rudal jelajah supersonik tercepat di dunia hasil kerja sama India dan Rusia, yang memiliki kecepatan hingga Mach 3 dan jangkauan lebih dari 400 km.

“Kekerasan terhadap penganut Sampradaya tidak boleh lagi terjadi, karena itu melanggar Hak Asasi Manusia dalam menjalankan kepercayaannya, ” Tegas AWK.

AWK juga memberikan kesempatan bagi pemilik atau pengelola ashram yang bisa disinggahi untuk kegiatan spiritual tourism, ini merupakan bentuk nilai tambah bagi pariwisata Bali kedepannya.

“Ya, daftar saja ke kita siapa pemilik Ashram yang sudah siap, Ashram kan tempat terbuka untuk umum sebenarnya, jadi kita bantu untuk bisa meningkatkan pendapatan dan kedatangan turis asing terutama dari India ke Bali, ” Sebutnya menjelaskan, sambil menekankan agar meningkatnya dari 80.000 orang turis dari India ke Bali.

Ia mengingatkan juga untuk tidak membully kinerja pemerintah pusat, karena Bali membutuhkan perjuangan dari sisi anggaran.

“Meneng (diam / tenang) saja, kita masih butuh pemerintah pusat kok untuk membangun infrastruktur di Bali, jangan ikut – ikutan membully pemerintah pusat, ” Pungkasnya.

Menemui I Nyoman Kenak, S.H., selaku Ketua Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, ia menjelaskan Bali mengalami tekanan yang ekstrim pada saat itu.

I Nyoman Kenak, S.H., Ketua Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali.

“Pilihan saat itu adalah pilihan yang bijaksana, sementara waktu membatasi pergerakan penganut Sampradaya di luar wilayahnya, ” Sebutnya.

Jro Nyoman Kenak juga memberikan pemahaman karena dirinya pun tidak mampu menolak, masyarakatlah yang menekan PHDI untuk berbuat.

“Banyak hal yang bertentangan dengan ajaran yang telah ratusan tahun terlaksana sebagai budaya di desa kala patra, itu ingin dirubah, diganti itu yang membuat masyarakat marah, ” Ujarnya.

“Seperti haturan ayam diganti ayam vegetarian, atau melaksanakan Agni Hotra yang notabene banyak atap sanggah masyarakat menggunakan bahan yang mudah terbakar, ” Jelasnya.

editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HARRIS Hotel Sunset Road Bali Suguhkan “Sunset Tempo Doeloe” Bernuansa Nostalgia

    HARRIS Hotel Sunset Road Bali Suguhkan “Sunset Tempo Doeloe” Bernuansa Nostalgia

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – HARRIS Hotel Sunset Road Bali kembali menghadirkan inovasi kuliner yang memanjakan lidah sekaligus hati lewat program terbaru bertajuk “Sunset Tempo Doeloe”. Konsep ini menawarkan pengalaman bersantap unik dengan memadukan cita rasa khas Indonesia dan suasana nostalgia tempo dulu yang hangat serta penuh kenangan. Program “Sunset Tempo Doeloe” mengajak para tamu menikmati berbagai sajian […]

  • TikTok Kena Sanksi Rp126,5 Miliar, Otoritas Korea Bongkar Pelanggaran Data Pribadi

    TikTok Kena Sanksi Rp126,5 Miliar, Otoritas Korea Bongkar Pelanggaran Data Pribadi

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    PIPC menyebut TikTok mengumpulkan data perilaku jutaan pengguna tanpa pemberitahuan memadai, sementara Apple disanksi atas pengumpulan rekaman dan transkrip Siri tanpa persetujuan. SEOUL – Otoritas perlindungan data pribadi Korea Selatan menjatuhkan sanksi tegas kepada TikTok Pte. Ltd. dengan denda sebesar 10,3 miliar won atau sekitar Rp126,5 miliar setelah terbukti mengumpulkan dan memanfaatkan data perilaku pengguna […]

  • Polemik BPJS PBI Nonaktif, Ancaman Nyata bagi Pasien Cuci Darah

    Polemik BPJS PBI Nonaktif, Ancaman Nyata bagi Pasien Cuci Darah

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Jakarta — Polemik penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) kembali menuai sorotan publik. Kebijakan tersebut dinilai berdampak serius terhadap kelompok rentan, terutama pasien cuci darah yang sangat bergantung pada jaminan kesehatan negara. Sorotan tajam disampaikan Purbaya yang menilai penonaktifan PBI tanpa mekanisme transisi dan perlindungan khusus bagi pasien penyakit kronis telah memunculkan persoalan […]

  • Bendesa Adat Serangan Tegaskan Aspirasi Warga: TPA Suwung Harus Ditutup Total

    Bendesa Adat Serangan Tegaskan Aspirasi Warga: TPA Suwung Harus Ditutup Total

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR — Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat Desa Adat Serangan. Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariartha, menyuarakan kegelisahan warga yang selama puluhan tahun harus menanggung dampak lingkungan tanpa pernah merasakan manfaat dari operasional TPA tersebut. Menurut Jro Bendesa, TPA Suwung yang telah beroperasi sejak 1984 hingga kini […]

  • Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Buronan Interpol Asal Rumania

    Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Buronan Interpol Asal Rumania

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    BADUNG – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai mendeportasi seorang warga negara asing (WNA) asal Rumania berinisial CCZ yang masuk dalam daftar buronan internasional Interpol Red Notice. Deportasi dilakukan pada Selasa (20/1) malam melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. CCZ diketahui merupakan buronan paling dicari oleh otoritas Rumania atas keterlibatannya dalam […]

  • Kabasarnas Apresiasi Peluncuran Buku Potensi SAR di Jambore 2026, Dorong Penguatan Literasi Kesiapsiagaan Nasional

    Kabasarnas Apresiasi Peluncuran Buku Potensi SAR di Jambore 2026, Dorong Penguatan Literasi Kesiapsiagaan Nasional

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 12Komentar

    JAKARTA — Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memberikan apresiasi atas peluncuran buku karya Potensi SAR yang digelar dalam rangkaian Jambore Potensi SAR 2026 di PIK Avenue, Jakarta, Sabtu (2026). Karya tersebut dinilai sebagai kontribusi konkret dalam memperkuat kapasitas pencarian dan pertolongan di Tanah Air. Dalam sambutannya, Kabasarnas menegaskan […]

expand_less