Breaking News
light_mode

Bali Percepat Proyek PSEL, Sampah Diolah Jadi Energi Listrik Mulai 2026

  • account_circle Budi Susilawarsa
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah pusat mematangkan percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang mengatasi persoalan sampah di Pulau Dewata.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penuh realisasi proyek tersebut. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di Bali sudah berjalan solid.

“Kami di Bali sudah satu tim, gubernur, wali kota, dan para bupati. Lahan sudah disiapkan, akses jalan sudah ada, dan sosialisasi kepada masyarakat juga sudah dilakukan,” kata Koster di Denpasar, Kamis.

Ia menegaskan Bali siap menjadi daerah prioritas dalam pengembangan teknologi PSEL. Bahkan masyarakat di sekitar lokasi proyek disebut telah memberikan dukungan karena proyek ini dinilai menjadi solusi atas meningkatnya volume sampah seiring posisi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.

Koster menambahkan, pemerintah daerah hanya meminta kepastian jadwal dan progres pembangunan dari pemerintah pusat agar proses implementasi dapat berjalan efektif.

“Kami siap mendukung apa pun yang dibutuhkan agar proyek ini berjalan lancar. Isu pengolahan sampah ini sangat ditunggu masyarakat Bali, jadi kita dorong percepatannya,” ujarnya.

Dari pihak pemerintah pusat, Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, menyatakan komitmen untuk mengawal percepatan pembangunan PSEL. Koordinasi juga dilakukan dengan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) Danantara.

Setelah tahap pematangan di Bali, pemerintah pusat akan menggelar rapat terbatas untuk membahas proyek PSEL yang masuk gelombang pertama, termasuk Bali.

Proyek tersebut ditargetkan diluncurkan di empat lokasi pada 6 April 2026, yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), salah satunya di Denpasar.

“Kami mohon dukungan pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan PKS antara pemda dan BUPP Danantara, termasuk komitmen jumlah volume sampah yang akan diolah setiap harinya,” kata Nani.

Pemerintah juga menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek PSEL di Bali dapat dilakukan pada akhir Juni 2026.

Selama masa transisi menuju operasional fasilitas tersebut, pemerintah pusat akan mengawal kebijakan penutupan TPA Suwung serta memastikan pengelolaan sampah tetap berjalan.

Melalui percepatan proyek ini, Bali diharapkan menjadi daerah pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas PSEL skala besar sekaligus menjadi model pengelolaan sampah terpadu bagi daerah lain.

Sementara itu, investor asal Tiongkok, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd, memastikan teknologi Waste-to-Energy yang digunakan di Bali akan memenuhi standar emisi Eropa sehingga aman bagi kualitas udara.

Selain itu, fasilitas PSEL dirancang menggunakan sistem zero limbah air (lindi). Residu hasil pengolahan akan dimanfaatkan secara maksimal, bahkan sebagian dapat diolah menjadi produk turunan seperti conblock, paving block, dan material konstruksi.

Sebagai bagian dari dukungan sistem pengelolaan sampah modern, pemerintah pusat bersama investor juga menyiapkan bantuan tambahan berupa truk listrik pengangkut sampah untuk operasional di Bali. | Ray

Budi Susilawarsa

Penulis

Saya orangnya ganteng, suka senyum, dan periang.

Komentar (2)

  • 💰 Transfer of funds to your name. Receive a funds transfer >>> graph.org/TRANSACTION-05-05-6?hs=c25ced62dcbe0e811a7af987ae9614ef&

    ea2lvf

    Balas22 Juni 2026 3:28 AM
  • 😩💦 Available BTC. Next - yandex.com/poll/WRVjqbSX2yscgTuFhiPPi5?hs=c25ced62dcbe0e811a7af987ae9614ef& 😩💦

    r73fl7

    Balas13 Maret 2026 9:23 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demi Keadilan! ARUKKI Diduga Lupa Cantumkan Hancurnya Mangrove di Proyek Normalisasi Sungai Ngenjung ke KPK

    Demi Keadilan! ARUKKI Diduga Lupa Cantumkan Hancurnya Mangrove di Proyek Normalisasi Sungai Ngenjung ke KPK

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Merespons laporan yang dilayangkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Rakyat untuk Keadilan dan Kesejahteraan Indonesia (ARUKKI) ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkesan tebang pilih dan mengabaikan keadilan bila menyangkut lingkungan. Kondisi ini direspon tegas oleh pengelola BTID, mereka membantah terkait dugaan tuduhan penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) […]

  • Komisi III DPR, RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat “Perampokan” oleh Aparat Korup

    Komisi III DPR, RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat “Perampokan” oleh Aparat Korup

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAKARTA – Komisi III DPR RI menegaskan tidak menolak pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Namun, DPR mengingatkan agar regulasi tersebut tidak membuka ruang penyalahgunaan kewenangan oleh aparat penegak hukum yang justru berpotensi merugikan masyarakat dan melahirkan praktik koruptif baru. Peringatan itu disampaikan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, dalam rapat kerja Komisi III DPR […]

  • Dua Balita Yatim di Lereng Kintamani Bertahan dalam Keterbatasan, Mengetuk hati dan Pendampingan

    Dua Balita Yatim di Lereng Kintamani Bertahan dalam Keterbatasan, Mengetuk hati dan Pendampingan

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Peringatan: Menghimbau untuk masyarakat yang mau membantu untuk datang langsung ke lokasi.  BANGLI – Duka belum genap sebulan menyelimuti sebuah keluarga kecil di Dusun Kayupadi, Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Dua anak bersaudara, I Wayan Darta (2) dan Ni Wayan Sarmi (4 bulan), kini harus tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu yang meninggal […]

  • Aneh! Divonis 4,5 Tahun, Tom Lembong Tak Terima Uang Korupsi

    Aneh! Divonis 4,5 Tahun, Tom Lembong Tak Terima Uang Korupsi

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 12Komentar

    Jakarta – Mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dijatuhi vonis 4 tahun 6 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat, 18 Juli 2025, dalam kasus impor gula periode 2015–2016. Vonis ini menuai sorotan karena majelis hakim tidak menemukan adanya niat jahat (mens rea) maupun keuntungan pribadi yang diperoleh Tom dari kebijakan […]

  • Sentinelese Menolak Dunia Luar, Panah Jadi Benteng Pulau North Sentinel Play Button

    Sentinelese Menolak Dunia Luar, Panah Jadi Benteng Pulau North Sentinel

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Respons keras terhadap orang asing disebut berkaitan dengan upaya mempertahankan wilayah dan menghindari risiko penyakit dari luar DENPASAR – Di tengah dunia yang semakin terhubung, masih terdapat komunitas adat yang memilih hidup hampir sepenuhnya terpisah dari masyarakat modern. Salah satu yang paling dikenal adalah suku Sentinelese yang mendiami Pulau North Sentinel, Kepulauan Andaman dan Nicobar, […]

  • Seruan Kolaborasi di Tengah Krisis Anjing Liar Bali, Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia Tegaskan Aksi Nyata

    Seruan Kolaborasi di Tengah Krisis Anjing Liar Bali, Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia Tegaskan Aksi Nyata

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    BALI — Isu penyelamatan hewan di Bali kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya populasi anjing liar yang kian mengkhawatirkan. Di tengah kondisi tersebut, Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia menunjukkan langkah konkret dengan menampung lebih dari 230 anjing hasil rescue di dua shelter yang mereka kelola. Ketua yayasan, Michelle Angel, menegaskan bahwa organisasinya tidak sekadar bergerak atas […]

expand_less