Breaking News
light_mode

Kritik MBG Menguat, Presiden Dinilai Gunakan Logika Dikotomis dalam Menjawab Publik

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pernyataan Presiden terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai kritik setelah dianggap menyederhanakan persoalan menjadi dua pilihan ekstrem. Dalam sebuah wawancara bersama jurnalis Najwa Shihab, Presiden menyatakan akan mempertahankan program MBG “daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat bisa makan.”

Sejumlah pengamat menilai pernyataan tersebut menghadirkan dikotomi yang tidak sepenuhnya tepat. Kritik publik menyebut masih terdapat opsi lain, seperti melakukan perbaikan desain program agar lebih terukur, efisien, dan tepat sasaran, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat miskin. Selain itu, sebagian kalangan mengusulkan agar sebagian anggaran dialihkan untuk pembenahan sanitasi dan akses air bersih yang selama ini dinilai berkontribusi besar terhadap masalah stunting.

Dalam analisis yang berkembang, pendekatan Presiden juga dinilai cenderung menutup ruang kritik dengan membangun narasi berbasis empati, seperti menyoroti kondisi anak-anak stunting. Meski dinilai manusiawi, pendekatan tersebut dianggap tidak cukup kuat sebagai landasan utama dalam perumusan kebijakan publik yang berskala nasional.

Di sisi lain, Presiden sebelumnya juga mengakui adanya persoalan klasik dalam birokrasi, seperti budaya Asal Bapak Senang (ABS), kebocoran anggaran, hingga gaya hidup pejabat yang tidak sederhana. Namun, kritik muncul karena implementasi MBG dinilai justru berpotensi menciptakan titik-titik baru kerawanan, terutama dengan rencana pembangunan puluhan ribu dapur MBG serta puluhan ribu Koperasi Merah Putih (KMP) di berbagai daerah.

Pengamat menilai, perluasan skala program secara masif tanpa penguatan sistem pengawasan berpotensi meningkatkan risiko inefisiensi. Kompleksitas distribusi dan logistik di tingkat nasional juga dinilai berbeda jauh dengan keberhasilan program serupa dalam skala kecil atau percontohan desa.

Selain itu, klaim mengenai dampak ekonomi melalui efek pengganda (multiplier effect) turut menjadi sorotan. Beberapa pihak menilai asumsi penciptaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi dari MBG perlu diuji secara lebih realistis, mengingat tantangan distribusi dan integritas aparat di lapangan.

Kritik juga diarahkan pada penggunaan referensi global dalam mendukung program MBG. Meski lembaga internasional kerap menyebut program makan bergizi sebagai investasi berdampak tinggi, para pengamat mengingatkan pentingnya penyesuaian dengan konteks lokal Indonesia, termasuk kondisi rantai pasok dan tata kelola birokrasi.

Di tengah perdebatan tersebut, muncul pula perbandingan gaya kepemimpinan Presiden dengan tokoh sejarah seperti Napoleon Bonaparte. Namun, sebagian pihak menilai analogi tersebut tidak relevan dan justru berpotensi memicu persepsi negatif terhadap sensitivitas pemerintah dalam menangani kebijakan publik.

Perdebatan mengenai MBG menunjukkan pentingnya ruang dialog yang terbuka antara pemerintah dan publik. Pengamat menekankan bahwa kebijakan berskala besar memerlukan evaluasi berkelanjutan, transparansi, serta kesiapan sistem pengawasan agar tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara efektif.

Menutup pernyataannya, sejumlah pihak tetap mengajak masyarakat menjaga suasana kebersamaan, khususnya dalam momentum Hari Raya Idulfitri, sembari berharap perumusan kebijakan publik ke depan semakin inklusif dan berbasis data.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejati Bali Tambahkan Pemberitaan Yang Kurang Lengkap! Ungkap Penanganan 63 Perkara Korupsi Sepanjang 2025

    Kejati Bali Tambahkan Pemberitaan Yang Kurang Lengkap! Ungkap Penanganan 63 Perkara Korupsi Sepanjang 2025

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 21Komentar

    DENPASAR – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali meluruskan pemberitaan yang menyebut pihaknya hanya menangani tiga perkara korupsi. Melalui keterangan resmi, Kejati menegaskan bahwa sepanjang 2025, penanganan kasus tindak pidana korupsi di Bali jauh lebih banyak dan dilakukan secara konsisten, baik oleh Kejati maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) di seluruh kabupaten/kota. Berita sebelumnya !  Bali Bersih? Jaksa Agung […]

  • Arya Wedakarna Ajak “Mulat Sarira” Kasus “Sampradaya”, Buka Ashram Untuk Spiritual Tourism

    Arya Wedakarna Ajak “Mulat Sarira” Kasus “Sampradaya”, Buka Ashram Untuk Spiritual Tourism

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR – Gaya bicara berapi – api seorang Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa atau Arya Wedakarna (AWK) dalam membela kaum lemah di acara Rapat Kerja Anggota Komite I Bidang Hukum dan Badan Akuntabilitas Publik DPD RI Provinsi Bali, dalam rangka pengawasan Undang – Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi […]

  • Potensi SDA Indonesia! Jangan Hanya Lihat Freeport, Negeri Ini Punya Harta Karun Lebih Besar

    Potensi SDA Indonesia! Jangan Hanya Lihat Freeport, Negeri Ini Punya Harta Karun Lebih Besar

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    JAKARTA – Indonesia dikenal sebagai negeri dengan kekayaan alam berlimpah. Selama ini, sorotan publik kerap terpusat pada PT Freeport Indonesia, tambang emas dan tembaga raksasa yang beroperasi di Papua. Padahal, menurut para ahli, Freeport hanyalah sebagian kecil dari “harta karun” sumber daya alam yang dimiliki negeri ini. Freeport Indonesia sendiri berkontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional. […]

  • BNN Pertimbangkan Larangan Vape, Susul Kebijakan Ketat Singapura

    BNN Pertimbangkan Larangan Vape, Susul Kebijakan Ketat Singapura

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol. Suyudi Ario Seto mengungkapkan kemungkinan pelarangan penggunaan rokok elektrik atau vape di Indonesia. Rencana ini mengemuka setelah Singapura lebih dulu mengambil langkah tegas dengan melarang peredaran vape di negaranya. “Ini bagian dari pendalaman yang akan kami lakukan. Kita perlu duduk bersama dulu, baru kita lihat seperti […]

  • Badung Berlakukan Denda Rp25 Juta bagi Pembuang Sampah Sembarangan, Pengawasan Diperketat dari Sumber

    Badung Berlakukan Denda Rp25 Juta bagi Pembuang Sampah Sembarangan, Pengawasan Diperketat dari Sumber

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    BADUNG — Pemerintah Kabupaten Badung akhirnya mengambil langkah tegas dalam menangani persoalan sampah yang selama ini menjadi polemik serius di Bali, bahkan mendapat sorotan dunia internasional. Melalui kebijakan terbaru, Pemkab Badung resmi menerapkan sanksi berat bagi pelanggar yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Tidak tanggung-tanggung, pelanggar dapat dikenakan denda hingga Rp25 juta. Kebijakan ini diberlakukan sebagai […]

  • Jamur Pemakan Plastik Ditemukan di Amazon, Harapan Baru Atasi Pencemaran TPA

    Jamur Pemakan Plastik Ditemukan di Amazon, Harapan Baru Atasi Pencemaran TPA

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Hutan hujan Amazon kembali menyumbang penemuan ilmiah penting yang dapat mengubah arah perjuangan melawan pencemaran plastik global. Para ilmuwan dari Yale University berhasil mengidentifikasi jamur Pestalotiopsis microspora yang mampu mengurai plastik jenis poliuretan—bahkan dalam kondisi lingkungan tanpa oksigen, seperti yang biasa ditemukan di tempat pembuangan akhir (TPA). Kemampuan luar biasa jamur ini bukan […]

expand_less