Breaking News
light_mode

Pelangi Setelah Hujan, Catatan Kehidupan dari Negeri Sakura

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Dari Negeri Matahari Terbit, tempat hamparan bunga sakura bermekaran, Dai Nippon (Jepang), saya mengawali coretan sederhana ini:

“Niji no Kagayaki, Niji ga genki ni afurete iru”

— Pelangi yang berkilau, pelangi yang memberi semangat.

Sebagian besar dari kita tentu merasa bahagia saat melihat pelangi. Warnanya lembut, indah, dan menenangkan. Namun, pelangi bukanlah sesuatu yang mudah dijumpai. Ia hanya hadir setelah hujan, dan bahkan tidak setiap hujan menghadirkannya. Di sanalah tersimpan pelajaran hidup yang begitu dalam.

Hujan lebat sering kali membawa masalah: rumah bocor, banjir, kemacetan, hingga datangnya penyakit. Namun, ketika pelangi muncul, seolah seluruh kegelisahan itu sirna. Rasa resah dan gundah berubah menjadi kekaguman yang menenangkan hati.

Begitulah kehidupan kita. Saat dilanda masalah, kita kerap kehilangan kemampuan untuk melihat sisi baik. Hati dipenuhi kecemasan, keluh kesah, bahkan amarah yang tak terbendung. Namun, ketika semua itu telah berlalu, kita mulai melihat makna di baliknya. Kita menoleh ke belakang, tersenyum, bahkan mampu tertawa dengan lapang.

Masalah sejatinya adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Tanpanya, hidup kehilangan makna. Setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk bahagia, tetapi juga memiliki “musim hujan” — masa penuh ujian dan rintangan. Di situlah proses pendewasaan terjadi, membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana.

Karena itu, tetaplah berpikir jernih dan positif saat masalah datang menyapa. Percayalah, semua akan berganti menjadi kebaikan, sebagaimana pelangi yang hadir setelah hujan sebagai anugerah Ida Hyang Parama Wisesa.

Sesungguhnya, setiap orang memiliki pelangi dalam hidupnya. Maka, setiap orang pun memiliki musim hujannya. Ketika badai datang, ingatlah bahwa kita sedang menanti pelangi — warna-warni kehidupan yang indah, yang memang telah menjadi bagian dari takdir kita.

Tulisan ini menjadi pengingat untuk terus belajar dari kehidupan, mengambil hikmah, membangun optimisme, dan bangkit kembali dengan energi baru. Menjadi pribadi yang lebih tangguh dalam menjalani dan mensyukuri setiap proses kehidupan.

Di penghujung tulisan ini, saya mengutip bait lagu Latin lawas yang sarat makna:

“Oye Como Va, Vaya Con Dios”

Dengarkanlah bagaimana hidupmu berjalan, tetaplah melangkah, karena pada akhirnya kita semua akan kembali kepada Tuhan.

– I Nyoman Sukataya (Man Tayax) —

Tags

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT ke-53 Media Indonesia, Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Donor Darah

    HUT ke-53 Media Indonesia, Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Donor Darah

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke-53 yang jatuh pada 19 Januari 2023, Media Indonesia menggelar rangkaian kegiatan sosial dan edukatif berupa donor darah serta pelatihan jurnalistik, Senin (16/1/2023). Kegiatan donor darah dilaksanakan di Ruang Rapat Besar, Lobi 3 kantor Media Indonesia, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang. Aksi kemanusiaan […]

  • Lempar Monyet Keramat, Pemuda “Kesurupan” di Ubud, Karma Bali Tak Pernah Salah Alamat!

    Lempar Monyet Keramat, Pemuda “Kesurupan” di Ubud, Karma Bali Tak Pernah Salah Alamat!

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    Ubud, Gianyar – Bali kembali diguncang peristiwa nyeleneh yang menyulut amarah netizen. Seorang pemuda terekam dalam video viral berperilaku ganjil seperti kesurupan, menirukan gerakan monyet, dan kehilangan kendali di kawasan sekitar Monkey Forest, Ubud. Kejadian itu langsung memicu kehebohan di media sosial. Banyak yang meyakini bahwa pemuda tersebut kerasukan setelah nekat melempar seekor monyet yang […]

  • Rencana Peternakan 500 Ribu Hektare Dinilai Tak Realistis, Ahli Soroti Minimnya Literasi Fiskal

    Rencana Peternakan 500 Ribu Hektare Dinilai Tak Realistis, Ahli Soroti Minimnya Literasi Fiskal

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Rencana pemerintah membuka 500.000 hektare lahan peternakan sapi untuk mengatasi kelangkaan susu MBG memicu kritik keras dari kalangan ekonomi dan kebijakan publik. Program raksasa yang setara tujuh kali luas Singapura itu dinilai tidak berbasis kajian biaya, tidak memiliki desain arus kas, dan belum didukung peta rantai pasok yang memadai. Para pengamat menilai akar […]

  • Edukasi ASF di Bangli, Benteng Awal Selamatkan Peternak Babi dari Wabah Mematikan Play Button

    Edukasi ASF di Bangli, Benteng Awal Selamatkan Peternak Babi dari Wabah Mematikan

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    BANGLI – Ancaman African Swine Fever (ASF) yang terus menghantui peternak babi mendorong Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa turun langsung ke lapangan. Pada Sabtu, 15 November 2025, tim dosen FKIK Unwar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Banjar Dinas Tambahan Kelod, Desa Tambahan, Bangli, dengan fokus utama edukasi pencegahan ASF—penyakit virus […]

  • Akses Jalan Tani Subak Munggu Diperlebar, Posko Dibongkar Sukarela

    Akses Jalan Tani Subak Munggu Diperlebar, Posko Dibongkar Sukarela

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    BADUNG – Polemik akses menuju lahan pertanian Subak Munggu, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, berakhir dengan kesepakatan. Posko yang sebelumnya berada di area akses dibongkar secara sukarela sehingga jalan menuju lahan pertanian dapat diperlebar dan kembali dimanfaatkan petani serta warga. Pembongkaran secara simbolis berlangsung pada Selasa (15/9/2026). Proses tersebut disaksikan sejumlah pihak, di antaranya Satpol […]

  • JMSI Bali Genap Dua Tahun, Tegaskan Peran Pers sebagai Kontrol Sosial dan Pengawal Pembangunan

    JMSI Bali Genap Dua Tahun, Tegaskan Peran Pers sebagai Kontrol Sosial dan Pengawal Pembangunan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar – Memasuki usia ke-2, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran pers sebagai kontrol sosial sekaligus pengawal pembangunan daerah. Penegasan tersebut disampaikan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 JMSI Bali yang digelar di Casa Bunga, Renon, Kamis (30/4/2026). Ketua JMSI Bali, Nyoman Ady Irawan, dalam sambutannya menekankan […]

expand_less