Breaking News
light_mode

Kritik Pedas Man Tayax untuk Koster, “Nangun Sat Kerthi Loka Bali Tinggal Slogan Kosong”

  • account_circle Ray
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Kritik tajam terhadap kepemimpinan Gubernur Bali periode kedua kembali mencuat di ruang publik. Kali ini datang dari tokoh masyarakat Bali, I Nyoman Sukataya atau yang dikenal sebagai Man Tayax, yang menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap arah kepemimpinan Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M.

Dalam pernyataan terbukanya, Man Tayax menilai semangat “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang selama ini digaungkan pemerintah mulai kehilangan makna substantif dan hanya menjadi slogan semata. Ia menyoroti berbagai kebijakan, pola komunikasi publik, hingga strategi media sosial pemerintah yang dinilai justru memunculkan polemik dan menurunkan kewibawaan institusi pemerintahan.

Menurutnya, penggunaan lagu berbasis kecerdasan buatan (AI) sebagai sarana sosialisasi kebijakan menjadi salah satu contoh pendekatan komunikasi yang dinilai kurang tepat dan memicu respons negatif masyarakat di media sosial.

“Semakin jauh dari pemaknaan awal Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang kini tinggal slogan kosong belaka,” tulis Man Tayax dalam pernyataannya.

Ia juga menilai kepemimpinan periode kedua Gubernur Koster mengalami penurunan dari sisi kinerja, program, hingga pengaruh politik di mata masyarakat. Kritik tersebut tidak hanya diarahkan kepada gubernur, tetapi juga terhadap pola komunikasi publik yang dinilai kerap menimbulkan perdebatan tidak produktif di media sosial.

Selain itu, Man Tayax menyinggung kualitas tim media sosial pemerintah yang menurutnya tidak lagi memiliki kapasitas respons komunikasi publik yang kuat seperti pada periode pertama pemerintahan.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan sikap kritis yang diambil bukan dilatarbelakangi persoalan pekerjaan ataupun kepentingan finansial, melainkan karena menurunnya kepercayaan pribadi terhadap figur yang sebelumnya sangat dihormatinya.

“Saya lakukan dengan tegas pilihan antagonis kepada Bapak di periode kedua ini bukan karena persoalan tidak diperlukan lagi atau tidak dipekerjakan lagi, tetapi perihal personal trust saya yang terdegradasi,” ungkapnya.

Man Tayax juga menyoroti dinamika politik internal yang dinilai turut memengaruhi citra kepemimpinan pasangan Koster-Giri. Ia menyebut adanya figur-figur politik tertentu yang dianggap memperburuk kualitas komunikasi dan citra pemerintahan di mata publik.

Meski menyampaikan kritik keras, Man Tayax tetap menegaskan rasa hormat personalnya kepada Wayan Koster. Ia mengaku masih merindukan sosok pemimpin yang dahulu dianggap sederhana, dekat dengan rakyat, dan menjunjung tinggi semangat ngayah.

Dalam bagian akhir pernyataannya, Man Tayax mengungkapkan bahwa rasa kehilangan kepercayaan yang dialaminya terasa lebih menyakitkan dibanding penyakit kanker stadium 4B yang tengah dideritanya saat ini.

“Sakit kehilangan kepercayaan ini jauh lebih merusak daripada kanker yang saya derita,” tulisnya.

Ia menutup pernyataannya dengan doa dan harapan agar Gubernur Bali beserta keluarga senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan.

Pernyataan tersebut kini ramai menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial dan memantik beragam tanggapan dari masyarakat Bali.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ternyata! Stand Workshop Island Bazzar Kura Kura Bali Ada Kerajinan Ubah Sampah Plastik Jadi Barang Serbaguna

    Ternyata! Stand Workshop Island Bazzar Kura Kura Bali Ada Kerajinan Ubah Sampah Plastik Jadi Barang Serbaguna

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR – Kepedulian BTID terlihat berkat kreativitas warga Serangan yang mengubah sampah plastik menjadi barang kerajinan yang berguna fungsi. Ini terlihat dalam Island Bazzar yang diadakan di kawasan Kura Kura Bali SEZ edisi kedua. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 2 sampai 3 Mei 2026, sebuah perayaan yang memadukan budaya, kreativitas, dan gaya hidup dalam satu […]

  • Tutik Kusuma Wardhani: Koruptor Harus Dihukum, Program Makan Bergizi Gratis Jangan Dikorbankan

    Tutik Kusuma Wardhani: Koruptor Harus Dihukum, Program Makan Bergizi Gratis Jangan Dikorbankan

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap dilanjutkan karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, jika ditemukan praktik korupsi dalam pelaksanaannya, yang harus ditindak adalah pelakunya, bukan menghentikan program yang telah membantu jutaan penerima manfaat. Pernyataan tersebut […]

  • Mengenal Perbedaan Cheetah, Leopard, dan Jaguar! Tiga Kucing Besar dengan Corak yang Kerap Disamakan

    Mengenal Perbedaan Cheetah, Leopard, dan Jaguar! Tiga Kucing Besar dengan Corak yang Kerap Disamakan

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Dunia satwa liar menyimpan banyak spesies kucing besar yang memiliki penampilan sekilas mirip, namun sebenarnya memiliki ciri khas yang sangat berbeda. Tiga di antaranya adalah cheetah, leopard, dan jaguar yang kerap membuat masyarakat sulit membedakannya karena sama-sama memiliki pola tutul pada tubuhnya. Padahal, masing-masing satwa ini memiliki karakteristik fisik, habitat, hingga kemampuan berburu […]

  • Bahlil Minta Masyarakat Tak Boros Untuk Masak, Ketergantungan Impor Masih 70 Persen

    Bahlil Minta Masyarakat Tak Boros Untuk Masak, Ketergantungan Impor Masih 70 Persen

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat untuk menggunakan liquefied petroleum gas (LPG) secara bijak di tengah tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor energi tersebut. Pemerintah mencatat sekitar 70 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari impor. Kondisi ini dinilai rentan terhadap gejolak global, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik yang […]

  • Warga Temukan Pos Jaga Mewah Normalisasi Tukad Ngenjung, Dugaan Buat Kontrol Keluar Masuk 

    Warga Temukan Pos Jaga Mewah Normalisasi Tukad Ngenjung, Dugaan Buat Kontrol Keluar Masuk 

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR – “Ini plang bodoh, plang bodoh dan tolol” begitu kira – kira bahasa yang dilontarkan oleh seorang Pengamat Kebijakan Publik AA Gede Agung Aryawan, ST., (Gung De) terhadap keberadaan Proyek Normalisasi Tukad (Sungai) Ngenjung di Desa Sidakarya. Bunyi plang itu, DILARANG !! MELAKUKAN AKTIFITAS DALAM BENTUK APAPUN DIDALAM KAWASAN HUTAN TAHURA NGURAH RAI TANPA […]

  • Dugaan Penganiayaan terhadap Jhonsen Ajiman Ang Gugur, Polisi: Tak Ada Luka dari Hasil Visum

    Dugaan Penganiayaan terhadap Jhonsen Ajiman Ang Gugur, Polisi: Tak Ada Luka dari Hasil Visum

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Ray
    • 13Komentar

    Hasil visum menjadi dasar kepolisian menyatakan dugaan penganiayaan tidak memenuhi unsur pidana, sementara laporan dugaan pemerasan disebut belum diterima. DENPASAR – Perkara yang menyeret nama Jhonsen Ajiman Ang dalam dugaan penganiayaan yang muncul di tengah polemik laporan kehilangan alat DJ Pioneer XDJ-RR senilai sekitar Rp15 juta mendapat kejelasan dari Polsek Denpasar Selatan. Kepolisian menyatakan hasil […]

expand_less