Breaking News
light_mode

Kritik Pedas Man Tayax untuk Koster, “Nangun Sat Kerthi Loka Bali Tinggal Slogan Kosong”

  • account_circle Ray
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Kritik tajam terhadap kepemimpinan Gubernur Bali periode kedua kembali mencuat di ruang publik. Kali ini datang dari tokoh masyarakat Bali, I Nyoman Sukataya atau yang dikenal sebagai Man Tayax, yang menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap arah kepemimpinan Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M.

Dalam pernyataan terbukanya, Man Tayax menilai semangat “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang selama ini digaungkan pemerintah mulai kehilangan makna substantif dan hanya menjadi slogan semata. Ia menyoroti berbagai kebijakan, pola komunikasi publik, hingga strategi media sosial pemerintah yang dinilai justru memunculkan polemik dan menurunkan kewibawaan institusi pemerintahan.

Menurutnya, penggunaan lagu berbasis kecerdasan buatan (AI) sebagai sarana sosialisasi kebijakan menjadi salah satu contoh pendekatan komunikasi yang dinilai kurang tepat dan memicu respons negatif masyarakat di media sosial.

“Semakin jauh dari pemaknaan awal Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang kini tinggal slogan kosong belaka,” tulis Man Tayax dalam pernyataannya.

Ia juga menilai kepemimpinan periode kedua Gubernur Koster mengalami penurunan dari sisi kinerja, program, hingga pengaruh politik di mata masyarakat. Kritik tersebut tidak hanya diarahkan kepada gubernur, tetapi juga terhadap pola komunikasi publik yang dinilai kerap menimbulkan perdebatan tidak produktif di media sosial.

Selain itu, Man Tayax menyinggung kualitas tim media sosial pemerintah yang menurutnya tidak lagi memiliki kapasitas respons komunikasi publik yang kuat seperti pada periode pertama pemerintahan.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan sikap kritis yang diambil bukan dilatarbelakangi persoalan pekerjaan ataupun kepentingan finansial, melainkan karena menurunnya kepercayaan pribadi terhadap figur yang sebelumnya sangat dihormatinya.

“Saya lakukan dengan tegas pilihan antagonis kepada Bapak di periode kedua ini bukan karena persoalan tidak diperlukan lagi atau tidak dipekerjakan lagi, tetapi perihal personal trust saya yang terdegradasi,” ungkapnya.

Man Tayax juga menyoroti dinamika politik internal yang dinilai turut memengaruhi citra kepemimpinan pasangan Koster-Giri. Ia menyebut adanya figur-figur politik tertentu yang dianggap memperburuk kualitas komunikasi dan citra pemerintahan di mata publik.

Meski menyampaikan kritik keras, Man Tayax tetap menegaskan rasa hormat personalnya kepada Wayan Koster. Ia mengaku masih merindukan sosok pemimpin yang dahulu dianggap sederhana, dekat dengan rakyat, dan menjunjung tinggi semangat ngayah.

Dalam bagian akhir pernyataannya, Man Tayax mengungkapkan bahwa rasa kehilangan kepercayaan yang dialaminya terasa lebih menyakitkan dibanding penyakit kanker stadium 4B yang tengah dideritanya saat ini.

“Sakit kehilangan kepercayaan ini jauh lebih merusak daripada kanker yang saya derita,” tulisnya.

Ia menutup pernyataannya dengan doa dan harapan agar Gubernur Bali beserta keluarga senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan.

Pernyataan tersebut kini ramai menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial dan memantik beragam tanggapan dari masyarakat Bali.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Praperadilan Ditolak, Semangat Juang Dr. Togar Situmorang Tak Padam

    Praperadilan Ditolak, Semangat Juang Dr. Togar Situmorang Tak Padam

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Advokat senior Dr. Togar Situmorang, S.H., M.H., MAP, CLA, CRA., resmi mengajukan gugatan praperadilan untuk menentang penetapan status tersangka yang diberikan oleh Polda Bali terhadap dirinya. Langkah hukum ini ia tempuh sebagai bentuk perlawanan terhadap apa yang disebutnya sebagai penggunaan hukum untuk melampiaskan kekecewaan pihak tertentu. Biasanya tampil di ruang persidangan untuk memperjuangkan […]

  • Ilmuwan NASA Ungkap Skenario Mengerikan Jika Bumi Tiba-Tiba Berhenti Berputar

    Ilmuwan NASA Ungkap Skenario Mengerikan Jika Bumi Tiba-Tiba Berhenti Berputar

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    JAKARTA – Apa jadinya jika Bumi mendadak berhenti berputar? Pertanyaan itu sempat dibahas oleh para peneliti NASA Earth Science Division. Dalam laporan berjudul “What If Earth Stopped Spinning?” (nasa.gov), para ilmuwan menggambarkan dampak dahsyat yang akan terjadi. “Jika rotasi Bumi terhenti secara tiba-tiba, semua benda di permukaan akan terlempar ke arah timur dengan kecepatan lebih […]

  • Sugeng/Azy Melaju ke Final! Singkirkan Putu Arly/Komang BL di Semifinal PB Roberset 79

    Sugeng/Azy Melaju ke Final! Singkirkan Putu Arly/Komang BL di Semifinal PB Roberset 79

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 12Komentar

    “Pengalaman Berbicara, Final Impian Tersaji!” DENPASAR – Semifinal Kejuaraan Bulutangkis PB Roberset 79 dalam rangka HUT RI ke-80 kembali menghadirkan laga penuh gengsi. Pasangan Putu Arly/Komang BL, runner-up Grup A, dipaksa menghadapi duet sarat pengalaman, Sugeng/Azy, yang berstatus juara Grup B. Sejak set pertama, pertandingan berlangsung ketat. Kedua pasangan bermain hati-hati dengan strategi penuh perhitungan. […]

  • Purbaya dan Strategi “Memukul Ekor Ular” Langkah Canggih Politik Prabowo Subianto

    Purbaya dan Strategi “Memukul Ekor Ular” Langkah Canggih Politik Prabowo Subianto

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Oleh: I Made Richy Ardhana Yasa (Ray) Jurnalis    DENPASAR – Di tengah rutinitas pemerintahan yang sering kali tampak datar, muncul satu nama yang mulai mengguncang keseimbangan lama: Purbaya Yudhi Sadewa. Seorang ekonom tenang, birokrat yang jarang tampil di layar kaca, namun dalam beberapa pekan terakhir, namanya mendadak melesat, membawa getaran ke jantung dua institusi […]

  • KSPN Bali Diterjang Proyek LNG, “Jukung” Nelayan Bisa “Leketik” Kena Ombak Kapal Besar 

    KSPN Bali Diterjang Proyek LNG, “Jukung” Nelayan Bisa “Leketik” Kena Ombak Kapal Besar 

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    DENPASAR – Dugaan Kedok Normalisasi Tukad Ngenjung berujung terlihatnya ambisi investor membangun Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Liquefied Natural Gas (LNG) dengan membuat jalan masuk mencapai puluhan milyar rupiah yang ngotot hanya digunakan untuk Melasti, ternyata terbuka sudah ke publik. Dalam kutipan media, Koster menyebutkan keberadaan terminal LNG akan menjadi kunci bagi Bali untuk […]

  • Komplotan Pencuri Besi Pelindung Jembatan Suramadu Ditangkap, Sudah 21 Kali Beraksi

    Komplotan Pencuri Besi Pelindung Jembatan Suramadu Ditangkap, Sudah 21 Kali Beraksi

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bangkalan – Aksi pencurian yang menyasar fasilitas vital di Jembatan Suramadu kembali terungkap. Aparat Satpolair Polres Bangkalan berhasil menangkap tujuh pelaku pencurian besi anti karat pelindung tiang pancang jembatan pada Minggu (8/3/2026) dini hari. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 03.00 WIB saat petugas tengah melakukan patroli rutin di perairan sekitar jembatan. Polisi mencurigai sebuah perahu mesin […]

expand_less