Breaking News
light_mode

AMPI Bali Dorong Generasi Muda Jadi Garda Depan Jaga Identitas dan Arah Masa Depan Pulau Dewata

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Generasi muda Bali didorong untuk mengambil peran strategis dalam menjaga identitas budaya sekaligus menentukan arah masa depan Pulau Dewata. Hal itu mengemuka dalam talkshow bertajuk “Peran Pemuda Bali, Menguatkan Identitas dan Arah Bali di Masa Mendatang” yang digelar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Bali di Kantor DPD Golkar Bali, Jumat (24/4).

Ketua Komisi II DPRD Bali sekaligus Ketua AMPI Bali, Agung Bagus Pratiksha Linggih, menegaskan pentingnya kesadaran generasi muda dalam menjaga adat dan budaya Bali. Ia mengakui terdapat sejumlah tantangan yang kerap dihadapi anak muda, seperti keterbatasan waktu, biaya, hingga anggapan bahwa budaya mulai kehilangan relevansi di era modern.

“Apakah masalahnya biaya, waktu, atau relevansi? Ini yang harus dijawab bersama,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Ajus Linggih itu menilai budaya Bali tetap relevan dalam seluruh aspek kehidupan, baik secara ekonomi maupun spiritual. Bahkan, menurutnya, keberlangsungan ekonomi Bali sangat bergantung pada pelestarian budaya, terutama karena dominasi sektor pariwisata.

“Kalau berbicara relevansi, adat budaya Bali ini sangat relevan di seluruh elemen kehidupan kita, baik dari ekonomi maupun segi spiritual,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya sikap kritis generasi muda terhadap kebijakan pemerintah. Menurutnya, pemuda memiliki peran sebagai check and balance agar arah pembangunan tetap berpihak pada masyarakat serta tidak terjebak dalam politisasi desa adat.

“Pemuda harus kritis, karena pemerintah adalah nahkoda arah identitas Bali ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, akademisi Universitas Pendidikan Nasional, Kiki Syah, menilai Bali saat ini berada di persimpangan arah pembangunan: mempertahankan basis agraris atau bertransformasi menjadi pulau modern.

“Bali mau diarahkan ke mana? Jika agraria, maka pertanian dan swasembada pangan harus diperkuat serta alih fungsi lahan dikendalikan. Jika menuju modern island, regulasinya harus tetap berlandaskan konsep Tri Hita Karana,” jelasnya.

Ia juga menyoroti dampak pembangunan masif yang menyebabkan lonjakan harga tanah, sehingga semakin sulit dijangkau generasi muda, khususnya Gen Z.

“Dengan pola kerja 9 to 5, generasi muda akan kesulitan mengejar harga tanah yang terus naik,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Forum Alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (FA KMHDI) Bali, I Ketut Sae Tanju, menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama pembangunan Bali.

“Tidak bisa membangun Bali tanpa SDM yang kuat. Pendidikan adalah jalan menuju kebijaksanaan,” katanya.

Ia menilai pembangunan infrastruktur tidak akan berarti tanpa kualitas SDM yang memadai. Bahkan, menurutnya, SDM yang unggul mampu mengoptimalkan kondisi yang terbatas sekalipun.

Sae Tanju juga menyoroti ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas pendidikan, serta mempertanyakan implementasi konsep Tri Hita Karana yang dinilai belum maksimal.

“Konsepnya dijual, tetapi implementasinya belum tentu ada,” kritiknya.

Ia menegaskan bahwa penguatan identitas Bali harus dimulai dari peningkatan kualitas pendidikan dan ekonomi masyarakat, disertai roadmap yang jelas dari pemerintah.

Talkshow ini dihadiri oleh anggota AMPI Bali, akademisi, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Para pembicara sepakat bahwa masa depan Bali sangat ditentukan oleh kemampuan generasi muda dalam menjaga keseimbangan antara budaya, ekonomi, dan pembangunan.

Pemerintah pun diharapkan hadir melalui kebijakan dan alokasi anggaran yang berpihak pada pelestarian identitas Bali di tengah derasnya arus modernisasi.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (6)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Dugaan Pelanggaran Penggunaan Jalur Utilitas Jababeka Resmi Naik ke Penyidikan

    Kasus Dugaan Pelanggaran Penggunaan Jalur Utilitas Jababeka Resmi Naik ke Penyidikan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 12Komentar

    JAKARTA – Laporan Pidana PT Mastertama Adhi Properti (MAP) terhadap PT Jababeka di Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran hukum penggunaan lahan telah dinaikan statusnya menjadi Penyidikan pada September 2025. Kasus ini berawal dari jaringan pipa atau utilitas milik PT Jababeka Tbk yang berada di atas lahan seluas 176.525 meter persegi milik PT MAP di […]

  • Kelalaian Prajurit Picu Kebocoran Lokasi Kapal Induk Prancis di Tengah Ketegangan Timur Tengah

    Kelalaian Prajurit Picu Kebocoran Lokasi Kapal Induk Prancis di Tengah Ketegangan Timur Tengah

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Sebuah insiden keamanan mencuat di tubuh Angkatan Laut Prancis setelah lokasi kapal induk Charles de Gaulle diduga bocor akibat penggunaan aplikasi kebugaran Strava oleh salah satu prajuritnya. Kebocoran ini terjadi saat kapal tengah menjalankan misi strategis menuju kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Laporan media Prancis Le Monde menyebutkan seorang prajurit […]

  • Temuan Mengejutkan, Lumpur Lapindo Ternyata Mengandung Mineral Langka Bernilai Global

    Temuan Mengejutkan, Lumpur Lapindo Ternyata Mengandung Mineral Langka Bernilai Global

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Tragedi Lumpur Lapindo di Sidoarjo yang pada 2006 menenggelamkan rumah, sawah, hingga desa-desa, selama ini selalu dikenang sebagai salah satu bencana ekologis terbesar di Indonesia. Namun, penelitian terbaru dari Badan Geologi dan Kementerian ESDM kini memunculkan fakta mengejutkan yang mengubah cara dunia memandang wilayah tersebut. Di balik semburan lumpur panas yang tak pernah […]

  • Eksodus Talenta Berlanjut, Desainer Kunci iPhone Air Tinggalkan Apple untuk Gabung Startup AI Misterius

    Eksodus Talenta Berlanjut, Desainer Kunci iPhone Air Tinggalkan Apple untuk Gabung Startup AI Misterius

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    CALIFORNIA – Arus hengkangnya talenta elite Apple kembali berlanjut. Kali ini, Abidur Rahman Chowdhury—desainer utama di balik konsep iPhone Air, perangkat futuristik yang belakangan ramai diperbincangkan—resmi meninggalkan perusahaan setelah bertahun-tahun menjadi bagian penting tim desain industri Apple. Kepergian Chowdhury memicu perhatian luas di industri teknologi global. Sosoknya dikenal sebagai desainer yang mendorong batas estetika dan […]

  • Dinilai Mulai Tumpang Tindih, Langkah Pansus TRAP DPRD Bali Picu Kekhawatiran Disharmoni Pusat-Daerah

    Dinilai Mulai Tumpang Tindih, Langkah Pansus TRAP DPRD Bali Picu Kekhawatiran Disharmoni Pusat-Daerah

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Polemik yang berkembang pasca langkah Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali terhadap sejumlah proyek dan kebijakan tata ruang mulai memunculkan kekhawatiran terkait sinkronisasi kebijakan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Sorotan Pansus TRAP yang turut menyentuh isu kawasan hutan dan pemanfaatannya dinilai memicu respons dari pemerintah pusat. Salah […]

  • I Nengah Yasa Adi Susanto, Dari Desa Bugbug ke Kampus Pencetak Pahlawan Devisa

    I Nengah Yasa Adi Susanto, Dari Desa Bugbug ke Kampus Pencetak Pahlawan Devisa

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Nama I Nengah Yasa Adi Susanto, S.H., dikenal luas sebagai pendiri Monarch Bali, kampus pelatihan perhotelan dan kapal pesiar yang melahirkan ribuan tenaga kerja profesional asal Bali. Namun, di balik kiprah besarnya, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang putra desa yang menempuh jalan berliku sebelum akhirnya sukses mencetak generasi baru “pahlawan devisa”. Lahir dan […]

expand_less