Prabowo Siaga El Nino, Perintahkan Antisipasi Kekeringan dan Karhutla Nasional
- account_circle Admin
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Presiden Instruksikan Penguatan Ketahanan Air, Pangan, dan Teknologi Pemadam Karhutla
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman musim kemarau yang diperkirakan berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino berkekuatan kuat pada 2026. Arahan tersebut disampaikan saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Fokus utama pemerintah adalah mengantisipasi dampak kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gangguan ketahanan pangan, hingga ketersediaan air bersih melalui langkah-langkah terintegrasi lintas kementerian dan lembaga.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Presiden meminta seluruh instansi bergerak lebih cepat sebelum dampak El Nino meluas.
“Bapak Presiden menekankan bahwa pemerintah harus siap menghadapi potensi El Nino yang diprediksi cukup kuat. Seluruh langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini, mulai dari penguatan cadangan pangan, percepatan pompanisasi, optimalisasi operasi modifikasi cuaca, hingga penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menjaga ketersediaan air serta mencegah kebakaran hutan dan lahan,” ujar Teddy Indra Wijaya.
Presiden juga menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, TNI, dan Polri untuk memetakan kebutuhan teknologi desalinasi air laut dan air payau sebagai solusi menghadapi potensi krisis air.
Pemetaan tersebut mencakup lokasi prioritas, jumlah peralatan yang dibutuhkan, hingga estimasi anggaran agar implementasi teknologi dapat berjalan efektif. Selain itu, Presiden meminta optimalisasi lahan pertanian, termasuk di kawasan dataran tinggi, guna menjaga produktivitas pangan nasional selama musim kemarau.
Teddy menambahkan, Presiden Prabowo juga menginginkan percepatan pemanfaatan teknologi dalam memperkuat ketahanan air nasional.
“Bapak Presiden juga meminta kesiapan helikopter water bombing di wilayah rawan, percepatan pengadaan pesawat angkut strategis, serta penyiapan personel dan peralatan yang memadai untuk penanganan titik api,” kata Teddy.
Tidak hanya itu, pemerintah juga diminta memperluas penggunaan teknologi udara melalui pengoperasian drone pemadam kebakaran dan pengembangan sistem pemantauan titik api secara real time agar kebakaran dapat dideteksi serta ditangani lebih cepat.
Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga perusahaan pemegang izin usaha perkebunan dan hutan tanaman industri.
Mereka diminta mematuhi standar operasional pencegahan karhutla, membangun sarana pendukung seperti menara air, serta memperkuat langkah mitigasi sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Melalui langkah antisipatif tersebut, pemerintah berharap dampak El Nino terhadap sektor pangan, lingkungan, dan kehidupan masyarakat dapat diminimalkan, sekaligus memperkuat ketahanan nasional menghadapi musim kemarau tahun ini.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar