Breaking News
light_mode

Utang Amerika Menggunung, Perebutan Energi Global Menguat

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Amerika Serikat kembali menjadi sorotan dunia setelah total utang negaranya menembus angka sekitar US$ 38 triliun, setara kurang lebih Rp 627.000 triliun. Lonjakan utang ini bukan hanya mencerminkan persoalan fiskal internal Washington, tetapi juga menandai rapuhnya fondasi dominasi ekonomi global yang selama puluhan tahun bertumpu pada dolar AS.

Di saat yang sama, kepercayaan terhadap dolar mulai diuji oleh menguatnya inisiatif negara-negara BRICS yang mendorong transaksi internasional tanpa mata uang Amerika, sebuah pergeseran yang berpotensi mengubah peta kekuatan ekonomi dunia.

Tekanan ekonomi tersebut berjalan beriringan dengan memanasnya persaingan geopolitik, terutama antara Amerika Serikat dan China. Energi menjadi episentrum konflik kepentingan. China selama ini mengamankan pasokan minyak murah dari negara-negara yang berada di bawah sanksi Barat seperti Venezuela dan Iran. Bagi Beijing, akses energi murah merupakan fondasi bagi kelangsungan industrinya dan stabilitas pertumbuhan ekonomi.

Sementara bagi Washington, aliran minyak tersebut dipandang sebagai keuntungan strategis yang tidak boleh dibiarkan memperkuat posisi China di tengah rivalitas global yang kian terbuka.

Ekonom dan analis geopolitik menilai situasi ini menempatkan Washington dalam tekanan ganda. “Utang yang terlalu besar membuat Amerika Serikat semakin bergantung pada kepercayaan global terhadap dolar. Ketika kepercayaan itu mulai terkikis, ruang manuver ekonomi dan politik AS otomatis menyempit,” kata Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), yang dikutip dari Tempo.

Dalam konteks ini, langkah-langkah keras Amerika Serikat terhadap Venezuela dan Iran—mulai dari pengetatan sanksi, pembatasan pengiriman minyak, hingga tekanan diplomatik—dinilai sebagai upaya membatasi ruang gerak China dalam mengamankan pasokan energi jangka panjang.

Konflik dan instabilitas di kawasan produsen minyak tidak lagi berdiri sebagai persoalan domestik semata, melainkan bagian dari pertarungan pengaruh antara dua kekuatan besar dunia.

Ketegangan tersebut merembet hingga kawasan Asia Pasifik. Laut China Selatan, jalur perdagangan dan energi paling strategis di dunia, kembali menjadi titik rawan. Sebagian besar impor energi China melewati perairan ini, menjadikannya kepentingan vital bagi Beijing. Kehadiran militer Amerika Serikat bersama sekutu-sekutunya di kawasan tersebut kerap dibaca sebagai sinyal pengendalian jalur perdagangan global, sekaligus pesan geopolitik untuk menahan laju ekspansi ekonomi China.

Bagi Indonesia, dinamika ini bukan sekadar konflik jauh di luar negeri. Laut China Selatan bersinggungan langsung dengan kepentingan nasional, baik dari sisi kedaulatan wilayah, keamanan maritim, maupun stabilitas perdagangan. Sebagai negara kepulauan dengan jalur laut strategis dan anggota aktif ASEAN, Indonesia berada di persimpangan kepentingan global.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan China berpotensi memengaruhi arus perdagangan, harga energi, serta stabilitas kawasan yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Situasi global hari ini menunjukkan dunia tengah bergerak menuju tatanan multipolar yang penuh gesekan. Utang Amerika Serikat yang menggunung, melemahnya dominasi dolar, menguatnya BRICS, serta perebutan energi dan jalur perdagangan menjadi satu rangkaian fenomena yang saling terkait.

Dalam pusaran rivalitas tersebut, Indonesia dituntut menjaga posisi nonblok yang aktif dan pragmatis, memperkuat ketahanan ekonomi dan energi, serta memastikan kepentingan nasional tidak terseret dalam konflik kekuatan besar yang kian sulit diprediksi.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perempuan Penggerak Perubahan, Nuanu Creative City Rayakan Semangat Kartini Lewat Aksi Nyata

    Perempuan Penggerak Perubahan, Nuanu Creative City Rayakan Semangat Kartini Lewat Aksi Nyata

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    BADUNG, 21 April 2026 — Peringatan Hari Kartini diwarnai semangat pemberdayaan perempuan di Nuanu Creative City. Kawasan kreatif ini menghadirkan narasi bertajuk “She Builds, She Leads, She Inspires”, sebagai refleksi nyata peran perempuan dalam membangun, memimpin, dan menciptakan dampak di ekosistem kreatif modern. Mengusung nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini, Nuanu tidak hanya menjadikan peringatan ini […]

  • Pemerintah Tetapkan Harga Minimum Ayam Hidup Rp19.500 dan Telur Rp24.000 per Kg Mulai 15 Juli 2026

    Pemerintah Tetapkan Harga Minimum Ayam Hidup Rp19.500 dan Telur Rp24.000 per Kg Mulai 15 Juli 2026

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) resmi menetapkan harga minimum ayam hidup (live bird) sebesar Rp19.500 per kilogram dan telur ayam Rp24.000 per kilogram di tingkat peternak. Kebijakan tersebut mulai berlaku efektif pada 15 Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas harga unggas nasional sekaligus memastikan peternak memperoleh keuntungan yang layak tanpa […]

  • Ilustrasi Monster Penjilat Kaki dari Manuskrip Persia 1921 Ternyata Asli, Bukan Buatan AI

    Ilustrasi Monster Penjilat Kaki dari Manuskrip Persia 1921 Ternyata Asli, Bukan Buatan AI

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    Manuskrip langka dari Isfahan yang kini berada di Princeton University Library memuat 56 ilustrasi makhluk gaib, termasuk sosok yang digambarkan menjilati telapak kaki orang sedang tidur. DENPASAR – Sebuah ilustrasi yang memperlihatkan makhluk aneh menjilati telapak kaki manusia yang sedang tertidur kembali menarik perhatian di internet. Bentuknya yang tidak lazim bahkan membuat sebagian orang menduga […]

  • Ironi Jeruk RI! Produksi Melimpah, Impor Tembus 208 Ribu Ton

    Ironi Jeruk RI! Produksi Melimpah, Impor Tembus 208 Ribu Ton

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Produksi Jeruk Indonesia Naik, tetapi Impor Masih Mendominasi dan Ekspor Tertinggal Jauh DENPASAR – Indonesia kembali mencatatkan peningkatan produksi jeruk pada 2025. Namun di balik capaian tersebut, neraca perdagangan komoditas hortikultura ini masih menyisakan ironi. Meski menjadi salah satu produsen jeruk terbesar di Asia Tenggara, Indonesia justru masih sangat bergantung pada pasokan jeruk dari luar […]

  • Rotasi Kilat di Kejaksaan Agung Picu Kritik, Pengamat: “Sudah di Luar Kebiasaan”

    Rotasi Kilat di Kejaksaan Agung Picu Kritik, Pengamat: “Sudah di Luar Kebiasaan”

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 10Komentar

    JAKARTA – Gelombang mutasi pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung kembali menimbulkan tanda tanya besar. Melalui Keputusan Jaksa Agung Nomor 1043 Tahun 2025 yang diteken pada 18 November, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin merombak jajaran strategisnya dengan tempo yang dinilai tidak lazim. Pengamat politik Andi Yusran mengingatkan bahwa rotasi memang merupakan bagian dari penyegaran organisasi, namun frekuensinya […]

  • AS Tinggalkan PBB, Dunia Dihantui Bayang-Bayang Kekuatan Amerika

    AS Tinggalkan PBB, Dunia Dihantui Bayang-Bayang Kekuatan Amerika

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 29Komentar

    Washington — Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik AS dari puluhan organisasi internasional, termasuk lembaga-lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tidak serta-merta mengurangi pengaruh Washington di panggung global. Sebaliknya, langkah ini justru memperkuat satu kenyataan: dunia tetap hidup dalam bayang-bayang ketakutan terhadap kekuatan besar Amerika, yang kini bergerak di luar sistem internasional tanpa ikatan […]

expand_less