Breaking News
light_mode

Denmark Siap Melawan jika AS Memaksakan Ambisi Greenland, Washington Lempar Umpan Rp1,6 Miliar per Warga

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOPENHAGEN, 13 Januari 2026 — Tarik-menarik kepentingan antara Denmark dan Amerika Serikat atas Greenland memasuki fase paling sensitif dalam sejarah hubungan transatlantik.

Pemerintah Denmark secara terbuka menyatakan tidak akan mundur selangkah pun apabila Washington memaksakan ambisi mengambil alih Greenland, wilayah otonom yang selama ini berada di bawah kedaulatan Kerajaan Denmark dan memiliki posisi kunci dalam peta kekuatan global di kawasan Arktik.

Kopenhagen menegaskan Greenland bukan komoditas geopolitik yang bisa diperdagangkan, apalagi dipaksakan oleh sekutu sendiri. Setiap upaya pengambilalihan tanpa persetujuan sah dipandang sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan.

Denmark bahkan memperingatkan bahwa langkah sepihak Amerika Serikat akan mengguncang fondasi NATO, aliansi militer yang dibangun atas prinsip pertahanan kolektif, bukan dominasi satu negara atas negara lain. Greenland turut menegaskan posisinya bahwa masa depan pulau Arktik itu hanya dapat ditentukan oleh rakyatnya melalui mekanisme demokratis, bukan oleh tekanan kekuatan besar.

Di saat ketegangan meningkat, pemerintahan Presiden Donald Trump justru dikabarkan menyiapkan pendekatan transaksional yang menuai kontroversi. Washington disebut mempertimbangkan pemberian pembayaran tunai langsung kepada warga Greenland sebagai insentif agar bersedia melepaskan diri dari Denmark dan bergabung dengan Amerika Serikat.

Nilai yang dibahas mencapai USD 100.000 atau sekitar Rp1,6 miliar per orang, sebuah angka yang jika dikalikan dengan seluruh populasi Greenland dapat menelan anggaran hampir USD 6 miliar. Langkah ini dipandang sebagai upaya membeli legitimasi politik melalui kekuatan finansial, sekaligus mencerminkan gaya diplomasi keras yang menempatkan uang sebagai alat tawar kedaulatan.

Respons dari Denmark dan Greenland berlangsung cepat dan tegas. Pemerintah Denmark menilai tawaran tersebut sebagai bentuk tekanan politik yang tidak etis dan berbahaya, sementara suara-suara dari Nuuk menyebut gagasan itu sebagai pengingkaran terhadap martabat dan hak penentuan nasib sendiri rakyat Greenland.

Banyak warga menegaskan mereka tidak ingin menjadi pion dalam permainan geopolitik Washington, maupun sekadar objek transaksi antarnegara.

Greenland sendiri telah lama dipandang sebagai aset strategis bernilai tinggi. Selain kaya mineral langka yang vital bagi industri teknologi dan pertahanan modern, pulau ini berada di jalur strategis Arktik yang semakin terbuka akibat mencairnya es kutub. Presiden Trump berulang kali menyebut penguasaan Greenland sebagai kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat untuk mengimbangi pengaruh Rusia dan China di utara. Namun bagi banyak sekutu Eropa, pendekatan koersif semacam itu justru dinilai mempercepat erosi tatanan internasional berbasis aturan.

Perseteruan ini kini berubah menjadi ujian nyata bagi kredibilitas NATO dan masa depan hubungan Barat. Ancaman pengambilalihan, disusul wacana “membeli persetujuan” rakyat Greenland, menempatkan isu ini jauh melampaui sekadar sengketa wilayah. Greenland telah menjadi simbol benturan antara prinsip kedaulatan dan ambisi kekuatan besar.

Dengan Denmark bersikukuh bertahan dan Greenland menolak ditekan, konflik ini berpotensi menjadi salah satu titik api geopolitik paling berbahaya di tahun 2026, bukan hanya bagi Arktik, tetapi bagi tatanan dunia itu sendiri.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

  • Monty

    Thanks for your personal marvelous posting!
    I quite enjoyed reading it, you can be a great author.I will
    ensure that I bookmark your blog and will often come back later in life.
    I want to encourage yourself to continue your great job, have a nice holiday
    weekend!

    My blog: 96in.com

    Balas13 Januari 2026 11:52 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TPST Gagal! Wakil Rakyat Bungkam, Somya Putra Sebut Adanya Potensi Konspirasi Rugikan Publik

    TPST Gagal! Wakil Rakyat Bungkam, Somya Putra Sebut Adanya Potensi Konspirasi Rugikan Publik

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR – Gembar – gembor penyelesaian sampah TPA Suwung Kangin dengan cara membangun tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Denpasar, Bali, meliputi TPST Kertalangu di Denpasar Timur, TPST Padang Sambian di Denpasar Barat, dan TPST Tahura Ngurah Rai di Denpasar akhirnya gagal total. Sepi tak terdengar suara wakil rakyat di DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat […]

  • HARRIS Hotel Sunset Road Bali Perkuat Sinergi Mitra Lewat Client Gathering 2026

    HARRIS Hotel Sunset Road Bali Perkuat Sinergi Mitra Lewat Client Gathering 2026

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    BALI — HARRIS Hotel Sunset Road Bali kembali menegaskan komitmennya dalam membangun hubungan jangka panjang dengan para mitra strategis melalui penyelenggaraan Client Gathering 2026 bertema “A Night to Remember”. Kegiatan ini digelar di Kecak Grand Ballroom, Jumat malam (30/1/2026), dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh kebersamaan. Sebanyak lebih dari 150 tamu undangan yang terdiri […]

  • Gunung Es Keadilan! Membedah Kriminalisasi Hogi di Sleman dan Busuknya Akar Penegakan Hukum

    Gunung Es Keadilan! Membedah Kriminalisasi Hogi di Sleman dan Busuknya Akar Penegakan Hukum

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Jakarta – Tragedi yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta, telah menjadi diskursus nasional yang memicu kemarahan publik. Hogi, yang hanya mencoba membela hak dan keselamatan istrinya dengan mengejar pelaku penjambretan, justru berakhir sebagai tersangka atas kematian kedua jambret tersebut. Meskipun banyak pihak, termasuk para legislator di DPR RI, telah bersuara menyalahkan Kapolres dan Kejari […]

  • Preman Berbaju Polisi, Ironi Kapolda Riau Herry Heryawan Gunakan Jaringan Herkules Intimidasi Aktivis

    Preman Berbaju Polisi, Ironi Kapolda Riau Herry Heryawan Gunakan Jaringan Herkules Intimidasi Aktivis

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Pekanbaru – Situasi penegakan hukum di Provinsi Riau mencapai titik nadir yang mengkhawatirkan. Di tengah perjuangan para aktivis kemanusiaan membela Jekson Sihombing, seorang warga negara yang dikriminalisasi dan disiksa di sel isolasi (strapsel), muncul fenomena mengerikan: penggunaan kekuatan premanisme untuk membungkam suara kritis. Peristiwa yang terjadi pada Minggu sore, 25 Januari 2026, menjadi bukti nyata […]

  • Resep Ayam Woku Ala Chef Juna, Pedas Gurih dan Menggugah Selera

    Resep Ayam Woku Ala Chef Juna, Pedas Gurih dan Menggugah Selera

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Ayam merupakan bahan makanan yang serbaguna dan mudah ditemukan di mana saja. Namun, jika menu ayam goreng atau ayam bakar mulai terasa membosankan, tak ada salahnya mencoba sajian khas Manado yang kaya akan rempah: Ayam Woku ala Chef Juna. Masakan ini dikenal dengan cita rasa pedas, gurih, dan aromanya yang harum menggoda. Woku […]

  • Rayakan HUT Lucky Seven! Teo Chew Bali Ajak Anggota Tingkatkan Rasa Persaudaraan

    Rayakan HUT Lucky Seven! Teo Chew Bali Ajak Anggota Tingkatkan Rasa Persaudaraan

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    BADUNG – Perkumpulan Teo Chew Bali (峇里島潮州公會) adakan acara anniversary atau hari jadinya yang ke-7 di Jimbaran Grand Ballroom, pada Minggu, 21 September 2025. Perkumpulan Teo Chew Bali merupakan etnis Teo Chew asal China bagian selatan yang sudah tersebar di 64 negara di dunia, termasuk di Indonesia yang sudah berdiri di sejumlah daerah di Tanah […]

expand_less