Breaking News
light_mode

Merneptah dan Misteri Firaun yang Tenggelam, Antara Sejarah dan Narasi Kitab Suci

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Identitas Firaun yang disebut tenggelam saat mengejar Nabi Musa AS masih menjadi salah satu perdebatan panjang dalam kajian sejarah, arkeologi, dan keagamaan. Di antara sejumlah nama yang muncul, Merneptah, penguasa keempat Dinasti ke-19 Mesir Kuno, menjadi salah satu kandidat yang paling sering dikaitkan dengan peristiwa tersebut.

Merneptah memerintah Mesir sekitar tahun 1213 hingga 1203 Sebelum Masehi (SM), menggantikan ayahnya yang terkenal, Ramses II. Dalam berbagai kajian sejarah, nama Merneptah kerap muncul sebagai tokoh yang diduga memiliki keterkaitan dengan kisah eksodus Bani Israil yang tercatat dalam kitab-kitab suci.

Terdapat dua teori utama yang berkembang mengenai identitas Firaun pada masa Nabi Musa. Teori pertama menyebut Ramses II sebagai Firaun yang menentang Musa dan akhirnya tenggelam di laut. Sementara teori kedua berpendapat bahwa Ramses II merupakan Firaun yang berhadapan dengan Musa ketika sang nabi masih berada di lingkungan istana Mesir, sedangkan peristiwa pengejaran hingga penyeberangan laut terjadi pada masa pemerintahan putranya, Merneptah.

Perdebatan tersebut semakin menarik perhatian publik setelah penelitian yang dilakukan oleh ahli bedah asal Prancis, Dr. Maurice Bucaille. Pada dekade 1980-an, Bucaille melakukan serangkaian penelitian medis terhadap mumi Merneptah menggunakan teknologi radiologi modern.

Dalam hasil kajiannya yang kemudian dipublikasikan melalui buku Mummies of the Pharaohs: Modern Medical Investigations, Bucaille mengungkapkan adanya indikasi keberadaan residu garam yang ditemukan pada tubuh mumi tersebut. Selain itu, ia juga mencatat kerusakan pada struktur tulang yang diduga terjadi menjelang kematian.

Temuan tersebut memunculkan spekulasi bahwa Merneptah kemungkinan meninggal akibat tenggelam dan jasadnya berhasil ditemukan sebelum kemudian diawetkan sesuai tradisi pemakaman Mesir Kuno. Bagi sebagian kalangan, hasil penelitian itu dianggap sejalan dengan narasi keagamaan yang menyebut jasad Firaun diselamatkan sebagai pelajaran bagi generasi berikutnya.

Meski demikian, banyak arkeolog dan sejarawan menilai bahwa bukti yang ada belum cukup kuat untuk memastikan Merneptah sebagai Firaun yang disebut dalam kisah Nabi Musa. Hingga kini belum ditemukan konsensus ilmiah yang dapat menghubungkan secara pasti catatan sejarah Mesir Kuno dengan narasi kitab suci.

Sebagian akademisi juga mengingatkan bahwa keberadaan garam pada mumi tidak serta-merta membuktikan kematian akibat tenggelam, mengingat proses mumifikasi Mesir kuno memang menggunakan berbagai jenis garam dan bahan pengawet.

Dengan demikian, identitas Firaun yang tenggelam dalam kisah Nabi Musa masih menjadi misteri yang terus diteliti. Namun, penelitian terhadap mumi Merneptah tetap menjadi salah satu temuan yang paling banyak dibahas karena membuka ruang dialog antara sejarah, arkeologi, ilmu pengetahuan, dan keyakinan keagamaan.

Sumber: Bucaille, Maurice. Mummies of the Pharaohs: Modern Medical Investigations. St. Martin’s Press, 1987.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (11)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ajik ARUN Bali Sorot Pemkot Legalkan Izin Bangunan Gallery Kohinoor Walau Langgar Sempadan Sungai

    Ajik ARUN Bali Sorot Pemkot Legalkan Izin Bangunan Gallery Kohinoor Walau Langgar Sempadan Sungai

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 10Komentar

    DENPASAR – Polemik bangunan Gallery Kohinoor yang diduga melanggar ketentuan sempadan sungai kembali menjadi sorotan publik. Sekretaris ARUN Bali, Anak Agung Gede Agung Aryawan, ST, meminta Pemerintah Kota Denpasar bersikap tegas dan tidak menjadikan izin bangunan sebagai alasan untuk melegitimasi dugaan pelanggaran aturan tata ruang. Dalam keterangannya di Denpasar, Jumat (12/6/2026), Agung Aryawan menilai penegakan […]

  • PT BIBU Panji Sakti Beli Tiga Pesawat N-219 dari PT DI untuk Hilirisasi Perikanan Laut Bali dan Indonesia Timur

    PT BIBU Panji Sakti Beli Tiga Pesawat N-219 dari PT DI untuk Hilirisasi Perikanan Laut Bali dan Indonesia Timur

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 27Komentar

    BANDUNG – Langkah strategis menuju hilirisasi perikanan Bali dan kawasan Indonesia Timur memasuki babak baru. Bertempat di hanggar PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung, PT BIBU Panji Sakti menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pembelian tiga pesawat N-219 jenis amfibi (9/12/2025). Pesawat ini akan dioperasikan untuk angkutan kargo hasil laut – mulai dari perikanan tangkap, budidaya, […]

  • Promovendus IB Anggapurana Soroti Lemahnya Sanksi Pidana dalam Perlindungan Pariwisata Play Button

    Promovendus IB Anggapurana Soroti Lemahnya Sanksi Pidana dalam Perlindungan Pariwisata

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 13Komentar

    DENPASAR – Kerapuhan penerapan hukum pidana di sektor pariwisata kembali menjadi sorotan tajam dalam ujian terbuka promosi doktor Fakultas Hukum Universitas Udayana yang digelar pada 4 Juli 2025. Promovendus Ida Bagus Anggapurana Pidada dalam disertasinya menekankan pentingnya kepastian hukum sebagai fondasi bagi keberlanjutan sektor pariwisata, khususnya di Bali. Dalam pemaparannya, Anggapurana menyoroti lemahnya penegakan sanksi […]

  • Akun Literasi Dibredel, Jenderal Buku dan Gatra Dewata Jadi Sorotan

    Akun Literasi Dibredel, Jenderal Buku dan Gatra Dewata Jadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Pemilik akun meminta transparansi dari Meta Indonesia, sementara hilangnya kanal YouTube Gatra Dewata dinilai mempersempit ruang kritik, literasi, dan suara masyarakat marginal. JAKARTA – Penonaktifan permanen akun Instagram Jenderal Buku memicu keprihatinan di kalangan pegiat literasi. Akun yang selama tiga tahun menjadi ruang berbagi rekomendasi buku, diskusi, dan edukasi tersebut tiba-tiba dinonaktifkan oleh Meta dengan […]

  • Ketika Burung Kecil Memicu Tragedi Besar, Kesalahan Fatal Mao Zedong yang Berujung Kelaparan Massal di China

    Ketika Burung Kecil Memicu Tragedi Besar, Kesalahan Fatal Mao Zedong yang Berujung Kelaparan Massal di China

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    TIONGKOK – Burung gereja (Passer montanus) selama ini dikenal sebagai satwa kecil yang akrab dengan kehidupan manusia, beterbangan di pemukiman, sawah, dan ruang-ruang kota. Namun siapa sangka, burung yang tampak sepele ini pernah menjadi pusat dari salah satu kesalahan kebijakan terbesar dalam sejarah modern yang berujung pada bencana kelaparan massal di China dan menewaskan puluhan […]

  • Trump Ubah Nama Selat Hormuz Jadi “Strait of America”, Picu Polemik Global

    Trump Ubah Nama Selat Hormuz Jadi “Strait of America”, Picu Polemik Global

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pernyataan kontroversial kembali dilontarkan oleh Donald Trump melalui akun media sosialnya, Truth Social. Dalam unggahan tersebut, ia membagikan peta kawasan Teluk dengan perubahan mencolok, yakni mengganti nama Selat Hormuz menjadi “Strait of America”. Usulan tersebut segera memicu perdebatan luas di media sosial dan mendapat beragam respons dari publik internasional. Selat Hormuz sendiri merupakan […]

expand_less