Breaking News
light_mode

Rubi Raksasa 11.000 Karat Ditemukan di Myanmar, Mogok Kembali Gegerkan Dunia Permata

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Myanmar — Sebuah batu rubi langka berukuran raksasa ditemukan di kawasan tambang legendaris Mogok, Wilayah Mandalay, Myanmar. Batu mulia seberat 11.000 karat atau sekitar 2,2 kilogram itu disebut sebagai salah satu temuan rubi terbesar dalam beberapa tahun terakhir di negara yang dikenal sebagai penghasil batu permata terbaik dunia.

Pemerintah Myanmar yang didukung militer menyatakan rubi tersebut memiliki kualitas warna tinggi dengan dominasi merah keunguan disertai sedikit nuansa kekuningan. Karakter warna itu dinilai sangat langka dan bernilai tinggi di pasar batu permata internasional.

“Ruby raksasa ini memiliki warna merah keunguan dengan sedikit nuansa kekuningan dan dikategorikan memiliki kualitas warna yang tinggi,” demikian pernyataan resmi pemerintah Myanmar.

Penemuan batu mulia tersebut terjadi di kawasan Mogok, daerah tambang yang sejak ratusan tahun lalu terkenal sebagai sumber rubi paling mahal di dunia. Wilayah ini dikenal menghasilkan batu rubi dengan kualitas pigeon-blood atau “merah darah merpati”, warna yang menjadi standar tertinggi dalam perdagangan rubi internasional.

Mogok selama ini menjadi wilayah strategis yang diperebutkan berbagai penguasa, mulai dari kerajaan kuno hingga kelompok bersenjata modern. Selain menyimpan kekayaan mineral bernilai fantastis, daerah tersebut juga menjadi pusat industri batu permata Myanmar.

Para ahli memperkirakan nilai rubi jumbo itu bisa mencapai ratusan miliar rupiah apabila terbukti memiliki tingkat kejernihan dan kualitas warna premium. Besarnya ukuran batu tersebut juga membuat penemuan ini menjadi perhatian komunitas perdagangan permata dunia.

Namun di balik nilai ekonominya yang fantastis, industri pertambangan batu mulia di Myanmar kerap mendapat sorotan internasional. Aktivitas penambangan di sejumlah wilayah dinilai masih minim pengawasan dan regulasi, serta dikaitkan dengan konflik bersenjata dan perebutan sumber daya alam.

Meski demikian, temuan rubi 11.000 karat ini kembali menegaskan posisi Mogok sebagai salah satu “surga permata” dunia yang terus menyimpan kejutan dari perut bumi Myanmar.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (5)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Media Gathering! Imigrasi Klungkung Perkuat Pengawasan Orang Asing dan Siapkan Layanan Inovatif bagi Masyarakat

    Media Gathering! Imigrasi Klungkung Perkuat Pengawasan Orang Asing dan Siapkan Layanan Inovatif bagi Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    KLUNGKUNG – Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Klungkung terus memperkuat pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) sekaligus menghadirkan berbagai inovasi pelayanan keimigrasian guna memudahkan masyarakat mengakses layanan publik. Komitmen tersebut disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Klungkung, Edmon Arwin, dalam kegiatan Media Gathering bersama insan pers di Warung Laco, Klungkung, Kamis […]

  • Kasus Hasto Penuh Kejanggalan! Sintia Bongkar 5 Fakta Panas yang Tak Bisa Diabaikan Play Button

    Kasus Hasto Penuh Kejanggalan! Sintia Bongkar 5 Fakta Panas yang Tak Bisa Diabaikan

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    Jakarta – Perkara hukum yang menyeret nama Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, kian ramai diperdebatkan. Namun di balik hiruk-pikuk opini publik, muncul lima kejanggalan mencolok yang disorot tajam oleh Sintia, mahasiswi magister hukum Universitas Indonesia. Ia menilai, kasus ini tak hanya lemah dari sisi hukum, tapi juga menyimpan indikasi kuat bahwa ada skenario politik […]

  • Bahar bin Smith Tak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka Dugaan Penganiayaan Play Button

    Bahar bin Smith Tak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka Dugaan Penganiayaan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    TANGERANG – Assayid Bahar bin Smith tidak ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (11/2/2026) sore hingga Rabu (12/2/2026) dini hari. Kuasa hukum Bahar, Ichwan Tuankotta, menyampaikan bahwa kliennya tidak ditahan setelah permohonan penangguhan penahanan yang diajukan tim kuasa […]

  • Sebagai Perempuan, Kunci Utama adalah Keyakinan dan Kepercayaan Diri, Maknai Hari Kartini 2026 dengan Lebih Mendalam

    Sebagai Perempuan, Kunci Utama adalah Keyakinan dan Kepercayaan Diri, Maknai Hari Kartini 2026 dengan Lebih Mendalam

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 1Komentar

    Denpasar – Di balik peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026, Anggota Komisi IV DPRD Bali, Ni Wayan Sari Galung, S.Sos., menegaskan bahwa terdapat banyak nilai positif yang dapat dimaknai dari momentum tersebut. Menurutnya, perayaan Hari Kartini tidak hanya sekadar berbicara tentang emansipasi perempuan. Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung mencakup kesetaraan gender, pendidikan, kehidupan […]

  • Monarch Bali Cetak 2.260 Wisudawan Siap Bersaing di Industri Global Play Button

    Monarch Bali Cetak 2.260 Wisudawan Siap Bersaing di Industri Global

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Ray
    • 13Komentar

    BADUNG – Dengan semangat Rarely in Diversity, bukan hanya sebuah slogan melainkan cerminan dari bagaimana Monarch Bali mengubah keberagaman menjadi sumber kekuatan. Dalam komunitas yang penuh warna ini, keunikan bukan menjadi pemisah, melainkan penyatu yang menciptakan keunggulan bersama. Hari ini Monarch Bali melepas 2260 wisudawan yang siap menghadapi dunia kerja dengan lulusan berkompeten serta unggul. […]

  • Sampah Bali! Komang Takuaki Banuartha: “Jangan Jadikan Masyarakat Korban Kepanikan Kebijakan”

    Sampah Bali! Komang Takuaki Banuartha: “Jangan Jadikan Masyarakat Korban Kepanikan Kebijakan”

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    GIANYAR — Persoalan sampah di Bali kembali menjadi sorotan. Politisi Bali, Komang Takuaki Banuartha, menilai penanganan sampah di Pulau Dewata saat ini sudah berada pada tahap mengkhawatirkan dan bahkan bisa menjadi “bom waktu” yang seharusnya telah diantisipasi sejak satu dekade lalu. Menurutnya, larangan sistem open dumping yang sudah diberlakukan sejak tahun 2008 seharusnya menjadi momentum […]

expand_less