Senja Kreatif di Serangan, Island Bazaar Kura Kura Bali Hadirkan Harmoni Budaya dan Ekonomi Lokal
- account_circle Ray
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali kembali menghadirkan ruang temu kreatif melalui gelaran Island Bazaar edisi kedua yang akan berlangsung pada 2–3 Mei 2026. Bertempat di UID Bali Campus, kawasan Serangan, kegiatan ini dijadwalkan mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WITA, menawarkan pengalaman pasar senja dengan nuansa budaya Bali yang kental.
Mengusung tema “Bali Revival”, Island Bazaar kali ini tidak sekadar menjadi ajang jual beli, tetapi juga perayaan identitas budaya Pulau Dewata. Beragam aktivitas interaktif disiapkan untuk mempererat hubungan antara komunitas, pelaku kreatif, dan masyarakat luas.

Salah satu daya tarik utama adalah sesi foto busana adat Bali yang memberi kesempatan pengunjung mengabadikan momen dengan latar lanskap khas Kura Kura Bali. Pengunjung dengan penampilan paling ikonik berpeluang mendapatkan pengalaman menyusuri kanal Riviera menggunakan jukung, perahu tradisional yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.
Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti workshop serta pertunjukan Tari Kecak bersama komunitas seni Bumi Bajra. Sejumlah kegiatan kreatif lainnya turut dihadirkan melalui kolaborasi dengan berbagai pelaku seni dan kreator lokal, seperti Kevala Ceramics, Museum Pasifika, hingga Sharon Florist.
Dari sisi kuliner, Island Bazaar menghadirkan beragam pilihan, mulai dari sajian Hatten Wines, Palapa Drinks, 2080 Burger, Pinkies Gelato, hingga berbagai food truck favorit. Produk UMKM lokal juga meramaikan acara, di antaranya Ajeng Cinta Bumi, Manamu, Old East Indies, dan Homesession Toiletries.
Suasana semakin semarak dengan pertunjukan seni dan hiburan, seperti Tari Kecak, alunan Sasando oleh Wilson, penampilan Westside Vinyl DJ, peragaan busana oleh IDB, hingga aksi seni dari Oemah Seni Serangan.
Head of Communications Department Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mengembangkan ekosistem kreatif yang berkelanjutan. “Kami ingin menciptakan ruang di mana budaya dan ekonomi tidak hanya berdampingan, tetapi juga tumbuh bersama,” ujarnya.
Sementara itu, pelaku UMKM asal Serangan, Kadek Erni, menilai Island Bazaar menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan kuliner khas daerahnya. Ia mengaku kegiatan ini membantu pelaku usaha lokal menjangkau pasar yang lebih luas.
Tidak hanya mengusung konsep kreatif dan budaya, Island Bazaar juga menekankan aspek keberlanjutan. Acara ini dirancang ramah keluarga dan hewan peliharaan (pet-friendly), serta konsisten tidak menggunakan kemasan plastik sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan latar lanskap pesisir yang memukau, Island Bazaar di KEK Kura Kura Bali diharapkan menjadi destinasi alternatif bagi masyarakat untuk menikmati seni, budaya, dan kuliner dalam satu ruang yang inklusif dan inspiratif.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar