Breaking News
light_mode

BTID Dukung Tradisi Buka Puasa Bersama di Kampung Bugis Serangan, Sekaligus Gerakkan UMKM Warga

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar – Semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan kembali terasa di Kampung Bugis, Desa Serangan. PT Bali Turtle Island Development (BTID) mendukung kegiatan buka puasa bersama yang digelar warga di Masjid As-Syuhada, salah satu ikon sejarah perkembangan Islam di Pulau Serangan.

Kampung Bugis sendiri merupakan permukiman muslim bersejarah yang didirikan oleh nelayan Bugis-Makassar sejak abad ke-17. Sejak masa itu, masyarakat Muslim dan Hindu di Serangan hidup berdampingan secara harmonis, mencerminkan nilai toleransi yang telah terjaga selama berabad-abad.

Masjid As-Syuhada menjadi simbol penting dari harmoni tersebut. Di tempat ini, kegiatan keagamaan maupun sosial kerap melibatkan berbagai unsur masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.

Masjid bersejarah ini juga menyimpan peninggalan unik berupa Al-Qur’an kuno yang diperkirakan berusia sekitar 200 tahun. Naskah tersebut ditulis tangan pada lembaran berbahan daun yang dilapisi kulit sapi sebagai penutup. Manuskrip yang diyakini dibawa oleh tokoh Islam Bugis dari Arab Saudi itu menjadi jejak penting perjalanan dakwah sekaligus pertemuan budaya pada masa lampau.

Dalam rangka menjaga tradisi kebersamaan tersebut, BTID tahun ini kembali berkontribusi dengan menyediakan hidangan takjil bagi jemaah Masjid As-Syuhada selama bulan Ramadan.

Ketua Takmir Majelis Masjid As-Syuhada Serangan, Muhammad Amir, mengapresiasi dukungan yang diberikan perusahaan tersebut. Menurutnya, BTID tidak hanya hadir saat Ramadan, tetapi juga kerap membantu berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

“BTID sangat mendukung kami dalam agenda keagamaan. Bukan hanya saat Ramadan, tetapi juga pada hari besar seperti Iduladha maupun peringatan besar Islam lainnya,” ujarnya.

Selama Ramadan, pengurus masjid menyiapkan sekitar 75 paket takjil setiap hari bagi para jemaah yang berbuka puasa di masjid. Menariknya, seluruh takjil tersebut diproduksi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) warga Kampung Bugis.

Melalui pola ini, kegiatan buka puasa bersama tidak hanya menjadi ruang berbagi di bulan suci, tetapi juga menjadi sarana untuk menggerakkan perekonomian warga setempat.

“Takjil yang disiapkan berasal dari UMKM warga Kampung Bugis agar roda perekonomian berjalan. Dampaknya sangat positif, bahkan warga yang sebelumnya belum memiliki usaha kini mulai mendaftarkan diri menjadi pelaku UMKM,” kata Amir.

Secara terpisah, Kepala Departemen Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat Serangan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga.

“Ini merupakan bentuk silaturahmi rutin kami dengan warga Desa Serangan. Kami senang dapat terus menjadi bagian dari tradisi di Masjid As-Syuhada, terlebih kegiatan ini juga melibatkan UMKM lokal,” jelasnya.

Ia berharap sinergi antara perusahaan dan masyarakat dapat terus terjaga sehingga membawa manfaat bersama, baik dalam menjaga harmoni sosial maupun melestarikan nilai sejarah dan budaya yang ada di Pulau Serangan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perda Jadi Pajangan, Mangrove Dikorbankan! Sidakarya Dibuka, Benoa Membusuk

    Perda Jadi Pajangan, Mangrove Dikorbankan! Sidakarya Dibuka, Benoa Membusuk

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR — Ketika Pemerintah Provinsi Bali mengesahkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai, publik dijanjikan satu hal: pesisir akan dijaga, bukan dieksploitasi. Namun di Bali Selatan, janji itu terdengar kosong. Di atas kertas, pantai dilindungi. Di lapangan, mangrove justru dibelah. Di Sidakarya, koridor sepanjang hampir satu kilometer telah terbuka […]

  • Lebaran di Bali Kian Semarak, Nuanu Cultural Week Satukan Tradisi Nusantara dalam Satu Panggung

    Lebaran di Bali Kian Semarak, Nuanu Cultural Week Satukan Tradisi Nusantara dalam Satu Panggung

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    TABANAN – Nuanu Cultural Week digelar di Nuanu Creative City sebagai momentum perayaan keberagaman budaya Indonesia di tengah libur Lebaran. Program ini berlangsung selama sepuluh hari, mulai 20 hingga 29 Maret 2026, menghadirkan pertunjukan seni, workshop, hingga kompetisi budaya yang melibatkan generasi muda. Memanfaatkan periode liburan yang identik dengan mobilitas tinggi masyarakat, penyelenggara menargetkan sekitar […]

  • Pansus Trap Temui BTID! Bendesa Serangan Malah Tuding Pansus Trap Tak Gubris Pengkavlingan kawasan LNG

    Pansus Trap Temui BTID! Bendesa Serangan Malah Tuding Pansus Trap Tak Gubris Pengkavlingan kawasan LNG

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Tim Panitia Khusus (Pansus) Penegakan Peraturan Daerah Terkait Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali bertandang ke PT Bali Turtle Island Development (BTID) untuk menanyakan laporan masyarakat dan ramainya media tentang pernyataan sebanyak 82 hektar hutan mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai diduga telah beralih penguasaan ke PT Bali […]

  • Tokoh Papua Kecam Klaim Sepihak Benny Wenda sebagai “Presiden West Papua”

    Tokoh Papua Kecam Klaim Sepihak Benny Wenda sebagai “Presiden West Papua”

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAYAWIJAYA — Klaim sepihak yang kembali diumumkan oleh Benny Wenda sebagai “Presiden West Papua” memicu gelombang penolakan dan kecaman dari berbagai elemen masyarakat Papua. Pernyataan tersebut dinilai tidak mewakili kehendak warga dan justru dianggap sebagai tindakan provokatif yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Tanah Papua. Sejumlah tokoh adat, pemuka agama, hingga masyarakat menilai langkah Benny […]

  • Hilangnya Ibu Menyusui Usai Ditahan Polisi, PPWI dan LBH Digitek Desak Kapolri Turun Tangan

    Hilangnya Ibu Menyusui Usai Ditahan Polisi, PPWI dan LBH Digitek Desak Kapolri Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    Jakarta – Hilangnya Rina, seorang ibu menyusui asal Sumedang yang sebelumnya ditahan Polres Metro Jakarta Pusat dalam perkara yang diduga seharusnya bersifat perdata, memicu kemarahan publik dan sorotan tajam dari berbagai pihak. Kasus ini bahkan mendapat perhatian tokoh nasional hingga purnawirawan Polri. Direktur LBH Digitek DKI Jakarta, Jurika Fratiwi, bersama Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga […]

  • Warisan 1921 Dirobohkan, Denpasar Kehilangan Ingatan! Pembongkaran RSUD Wangaya Picu Gelombang Kekecewaan Publik

    Warisan 1921 Dirobohkan, Denpasar Kehilangan Ingatan! Pembongkaran RSUD Wangaya Picu Gelombang Kekecewaan Publik

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    DENPASAR – “Kota Berbudaya.” Jargon itu kerap digaungkan setiap perayaan hari jadi dan seremoni resmi di ibu kota Bali. Namun kini, slogan itu terdengar seperti gema kosong di tengah puing-puing sejarah. Bangunan lama RSUD Wangaya, rumah sakit yang berdiri sejak 1921, dibongkar hingga rata tanah dengan alasan modernisasi. Keputusan ini memantik kekecewaan luas dan menimbulkan […]

expand_less