Breaking News
light_mode

Majaya-jaya di Pura Luhur Gunung Sari, MWBW Kukuhkan Kepengurusan Moncol 2025–2030

  • account_circle Ray
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN — Pasemetonan Maha Warga Bhujangga Waisnawa (MWBW) menggelar upacara majaya-jaya sebagai momentum sakral pengukuhan kepengurusan Moncol Pusat, Moncol Kabupaten/Kota hingga tingkat kecamatan masa bakti 2025–2030.

Upacara tersebut dilaksanakan pada Rahina Wraspati Umanis Wuku Pahang, Kamis (25/12/2025), bertempat di Pura Luhur Bhujangga Waisnawa Gunung Sari, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Prosesi majaya-jaya ini menjadi landasan spiritual bagi seluruh pengurus sebelum menjalankan program kerja organisasi ke depan.

Kepengurusan Moncol Pusat MWBW masa bakti 2025–2030 dipimpin oleh Ketua Umum Guru I Gede Alit Widana, didampingi Wakil Ketua Guru Mangku Nyoman Cakra. Jabatan Sekretaris Umum diemban oleh Guru I Putu Sumantra, dengan Wakil Sekretaris Guru I Ketut Agus Adi Kamajaya. Sementara posisi Bendahara Umum dijabat Guru Mangku I Nyoman Sujana, didampingi Wakil Bendahara Guru I Putu Tirtayasa.

Struktur kepengurusan Moncol Pusat MWBW juga diperkuat oleh sejumlah bidang strategis, di antaranya Bidang Parahyangan, Bidang Pawongan, Bidang Palemahan, serta Bidang Labha Artha, disertai bidang pendukung lainnya. Seluruh bidang tersebut berfungsi memperkuat tata kelola organisasi, pengabdian sosial, pelestarian adat dan budaya, serta pengembangan ekonomi pasemetonan.

Selain pengurus harian, Moncol Pusat MWBW juga memiliki Sabha Ida Rsi Bhujangga Waisnawa yang saat ini diketuai oleh Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Arimbawa Puja Segara, serta Sabha Walaka dengan ketua Guru Prof. I Wayan Sugita.

Upacara majaya-jaya dimaknai sebagai permohonan panugrahan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh pengurus memperoleh tuntunan, kerahayuan, serta kekuatan lahir dan batin dalam melaksanakan dharma bhakti organisasi. Prosesi suci ini juga sebagai landasan keikhlasan dalam ngayah.

Ketua Umum Moncol Pusat MWBW, Guru I Gede Alit Widana, menegaskan bahwa upacara majaya-jaya merupakan fondasi suci sebelum seluruh pengurus bergerak ngayah secara kolektif. Ia berharap seluruh program kerja MWBW ke depan dapat berjalan dengan keharmonisan, kerahayuan, serta kekuatan sekala dan niskala demi kemajuan pasemetonan MWBW di seluruh Nusantara.

“Harapan kami dalam memajukan organisasi Maha Warga Bhujangga Waisnawa bukanlah untuk membanggakan atau mengeksklusifkan pasemetonan, melainkan memunculkan satya bhakti kepada leluhur yang telah memberikan tuntunan, sehingga kita semua dapat nunas kerahayuan,” ujar mantan Wakapolda Bali itu.

Prosesi sakral tersebut dipuput oleh tiga Ida Rsi, yakni Ida Rsi Nabe Istri Patni dari Griya Bhujangga Waisnawa Yadnya Sari, Ubung; Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Arimbawa Puja Segara dari Griya Tasik Ngis, Desa Jegu, Tabanan; serta Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Kerthananda dari Griya Taman Kertha, Desa Bubunan, Kabupaten Buleleng.

Ketua Panitia, Guru Rai Suarta Waisnawa, menambahkan bahwa upacara ini diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri atas pengurus Moncol Pusat, Moncol Kabupaten/Kota, Dharma Pura, serta perwakilan Moncol Kecamatan dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Hal ini mencerminkan kuatnya solidaritas pasemetonan dalam mendukung visi dan misi MWBW.

Pemilihan Pura Luhur Bhujangga Waisnawa Gunung Sari sebagai lokasi upacara didasari pertimbangan spiritual, karena memiliki aura yang tenang dan sakral sebagai stana Ida Bhatara Rsi. “Melalui pelaksanaan upacara ini, diharapkan seluruh permohonan, baik secara pribadi maupun organisasi, memperoleh tuntunan dan hasil yang baik dalam mengelola MWBW sebagai organisasi sosial religius,” ucap Rai Suarta, yang juga berprofesi sebagai advokat.

Pada kesempatan yang sama, panitia Pasamuhan Mahasabha V MWBW yang telah sukses digelar pada 12 Oktober 2025 lalu secara resmi dibubarkan. Pembubaran tersebut menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan Mahasabha V dan menjadi penutup agenda organisasi MWBW sepanjang tahun 2025. (*)

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pedagang Kecil Bawang Putih Tersegel, Propam Polda Bali Cepat Tanggapi Berita Viral

    Pedagang Kecil Bawang Putih Tersegel, Propam Polda Bali Cepat Tanggapi Berita Viral

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR – Langkah cepat Subbidpaminal Bidpropam Polda Bali dalam menangani berita viral di media sosial tentang usaha bawang putih di Bali lumpuh total akibat dugaan tindakan sewenang-wenang oknum aparat, yang dalam surat Nomor B//88/VII/WAS.2.4./2026/Bidpropam, pada tanggal 15 Juni 2026 patut diapresiasi. Pemanggilan klarifikasi kepada saksi I Wayan Reno Janu Asta asal Abiansemal berlangsung ± 5 […]

  • Kuota Internet Kini Tak Bisa Hangus, MK Menangkan Konsumen

    Kuota Internet Kini Tak Bisa Hangus, MK Menangkan Konsumen

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Putusan MK Tegaskan Sisa Kuota Adalah Hak Milik Konsumen dan Tidak Boleh Hilang Meski Masa Aktif Berakhir JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa sisa kuota internet yang telah dibeli konsumen tidak boleh hangus. Putusan tersebut menjadi tonggak penting dalam perlindungan hak konsumen di sektor telekomunikasi karena kuota yang telah dibayar dinilai sebagai hak milik […]

  • Jejak Kelam Opium di Denpasar Tahun 1920, Antara Legalisasi dan Kerusakan Sosial

    Jejak Kelam Opium di Denpasar Tahun 1920, Antara Legalisasi dan Kerusakan Sosial

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar – Sebuah potret lawas dari tahun 1920 mengungkap sisi lain kehidupan masyarakat Bali pada masa kolonial. Dalam foto arsip milik Leiden University tersebut, tampak aktivitas mengisap opium atau yang dikenal dengan istilah “madat”, yang kala itu menjadi bagian dari keseharian sebagian masyarakat. Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, konsumsi opium tidak hanya terjadi […]

  • Deadlock Rekomendasi BTID, Pansus TRAP Diminta Konsisten dan Libatkan Masyarakat Lokal

    Deadlock Rekomendasi BTID, Pansus TRAP Diminta Konsisten dan Libatkan Masyarakat Lokal

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Polemik terkait rekomendasi Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali terhadap PT Bali Turtle Island Development (BTID) selaku pengelola KEK Kura-Kura Bali masih menemui jalan buntu. Rekomendasi yang sedianya disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (18/5), ditunda karena adanya perbedaan pandangan internal. Tokoh masyarakat Dr. I Nyoman […]

  • Australian Consul-General Visits North Bali, Inaugurates #AussieBanget Corner at Undiksha

    Australian Consul-General Visits North Bali, Inaugurates #AussieBanget Corner at Undiksha

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 15Komentar

    Buleleng, Bali — Australia’s Consul-General in Bali, Ms. Jo Stevens, paid an official visit to North Bali on 12–13 January 2026, marking a series of engagements focused on education, community development, and sustainable investment. One of the key highlights of the visit was the inauguration of a new #AussieBanget Corner at Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), […]

  • WKS Tolak Paruman di Kantor LPD, Soroti Tekanan Soal Banten Guru Piduka

    WKS Tolak Paruman di Kantor LPD, Soroti Tekanan Soal Banten Guru Piduka

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR — Warga Desa Adat Pemogan, yang dikenal dengan inisial WKS, kembali menegaskan sikapnya terhadap undangan Paruman Wicara Adat yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 Juli pukul 19.00 WITA, di kantor LPD. WKS menyatakan hanya akan hadir jika paruman dilakukan di tempat yang dianggap netral, seperti Balai Kerta Adyaksa di kantor desa atau kecamatan. “Saya […]

expand_less