Breaking News
light_mode

Man Tayax: “Tingkat Tertinggi Ilmu Bukan Pintar, Melainkan Paham”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Banyak orang menganggap ukuran keberhasilan dalam menuntut ilmu adalah banyaknya pengetahuan yang dimiliki. Namun bagi budayawan dan Hukum Bali, I Nyoman Sukataya atau Man Tayax, ukuran tertinggi dari ilmu justru terletak pada tingkat pemahaman seseorang.

Menurutnya, semakin tinggi pemahaman seseorang, semakin rendah hati pula sikapnya. Sebaliknya, ketika ilmu melahirkan kesombongan, saat itulah seseorang berpotensi kehilangan esensi dari pengetahuan yang dimilikinya.

“Sejatinya, tingkat tertinggi dalam ilmu adalah paham. Di situlah akal berpikir jernih, hati menjadi terbuka, dan seseorang tidak merasa paling benar,” ujar Man Tayax.

Ia menjelaskan, dalam proses belajar terdapat beberapa tingkatan pemahaman. Tingkatan pertama dan tertinggi adalah “paham”, yakni kondisi ketika seseorang mampu melihat persoalan secara utuh, terbuka terhadap berbagai pandangan, serta menyadari bahwa masih banyak hal yang belum diketahuinya.

Di bawahnya terdapat tingkatan “kurang paham”. Pada tahap ini seseorang masih terus belajar, bertanya, dan menggali berbagai sudut pandang untuk memperoleh pemahaman yang lebih lengkap.

Selanjutnya adalah “salah paham”. Menurut Man Tayax, kondisi ini umumnya terjadi ketika emosi lebih dominan dibandingkan kejernihan berpikir. Akibatnya seseorang terburu-buru mengambil kesimpulan tanpa memahami persoalan secara menyeluruh.

“Orang yang salah paham biasanya masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Ketika akhirnya memahami duduk persoalan yang sebenarnya, ia akan mengakui kekeliruannya dan belajar dari pengalaman tersebut,” katanya.

Namun yang paling berbahaya, lanjutnya, adalah kondisi “gagal paham”. Pada tahap ini seseorang tidak hanya keliru memahami suatu hal, tetapi juga menutup diri terhadap koreksi dan masukan dari orang lain.

“Biasanya ini muncul karena kesombongan. Merasa paling tahu, paling benar, dan tidak lagi mau menerima ilmu dari siapa pun. Hatinya tertutup, pikirannya tertutup, bahkan logikanya ikut tertutup,” ungkapnya.

Man Tayax mengibaratkan ilmu seperti air yang selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Karena itu, kerendahan hati menjadi syarat utama agar seseorang terus bertumbuh dalam pengetahuan dan kebijaksanaan.

Sebaliknya, orang yang terjebak dalam kesombongan akan seperti balon yang terus melayang tinggi tanpa arah. Ia memandang rendah orang lain, merasa cukup dengan pemahamannya sendiri, hingga akhirnya tersesat dalam keyakinan yang dibangunnya sendiri.

Menurutnya, semakin seseorang mendalami ilmu, semakin ia menyadari luasnya hal-hal yang belum diketahui. Kesadaran itulah yang melahirkan kebijaksanaan dan sikap rendah hati.

“Ilmu itu seperti sumur yang tak pernah habis digali. Semakin dalam kita menggali, semakin terasa bahwa apa yang kita ketahui masih sangat sedikit,” tuturnya.

Melalui pandangan tersebut, Man Tayax mengajak masyarakat untuk terus belajar, membuka ruang dialog, serta tidak terjebak pada fanatisme dan kesombongan intelektual.

“Jangan melihat siapa yang berbicara, tetapi lihatlah kebenaran dari apa yang disampaikan. Karena ilmu dan kebijaksanaan bisa datang dari mana saja,” pungkasnya.

Rahajeng rahayu.

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (4)

  • Margarette

    Everytthing said madxe a tonn oof sense. However, conjsider this, whaqt iff yoou added a little information?
    I ain’t saing your contnt iis nott solid., bbut whyat iif yyou added a tigle thatt mwkes people wawnt more?
    I mean Maan Tayax: "Tingkat Tertingg Ilmmu Bukan Pintar, Melaunkan Paham"
    – Gatra Dewatta iis a little vanilla. You oight too glance att Yahoo’s frnt page and nnote hoow tey creare newas titless
    too geet viewers interested. Yoou migbt addd a relate video orr a reated pictute orr twoo tto graab prople
    excited abbout everything’ve ggot too say. In mmy opinion, itt mightt mqke your posts
    a llittle bitt more interesting.

    Feell fre too surrf too mmy site: xmxxtube.com

    Balas7 Juni 2026 9:47 PM
  • 💹 Get the transfer of 36,824.53 US Dollars. Next 💥→ graph.org/BALANCE-3682444-USD-04-21-5?hs=ce98ab83070c8fe9e1bdb2feaf2cf31e& 💹

    dm09be

    Balas30 Mei 2026 3:44 PM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tamparan Realita di UGM, Museum Koruptor Indonesia Bongkar Wajah Para Penjarah Negeri!

    Tamparan Realita di UGM, Museum Koruptor Indonesia Bongkar Wajah Para Penjarah Negeri!

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) bikin gebrakan yang mengguncang publik lewat acara Sound of Justice yang digelar Fakultas Hukum. Dalam rangkaian acara tersebut, hadir sebuah pameran kontroversial namun menggugah: Museum Koruptor Indonesia, yang disebut-sebut sebagai yang pertama di Indonesia. Booth museum ini sontak menjadi pusat perhatian mahasiswa dan pengunjung. Tak seperti pameran biasa, museum […]

  • Pesanan Baju Molor Berujung Cekcok Viral, Penjahit di Badung Diduga Ucapkan Kata Bernada Rasis

    Pesanan Baju Molor Berujung Cekcok Viral, Penjahit di Badung Diduga Ucapkan Kata Bernada Rasis

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Pesanan Jahitan Molor Picu Perselisihan, Polisi Lakukan Pendalaman Meski Belum Ada Laporan Resmi BADUNG – Viral cekcok seorang ibu penjahit asal Negara Jembrana pemilik usaha jahit di Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, yang dalam video tersebut terlihat melakukan perlakuan tidak menyenangkan, mulai dari kata-kata kasar, ancaman, hingga penyiraman sisa air cucian tangan (sisa […]

  • BPK Temukan Potensi Kelebihan Bayar Rp2,69 Miliar dalam Proyek Turyapada Tower

    BPK Temukan Potensi Kelebihan Bayar Rp2,69 Miliar dalam Proyek Turyapada Tower

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Proyek pembangunan Turyapada Tower yang digadang-gadang menjadi ikon baru Kabupaten Buleleng mendapat sorotan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Dalam pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025, BPK menemukan sejumlah permasalahan dalam pelaksanaan dan pertanggungjawaban kegiatan swakelola jasa Manajemen Konstruksi (MK) yang berpotensi menimbulkan kelebihan pembayaran hingga Rp2,69 […]

  • Pelestarian Budaya Bertumpu pada Rakyat Kecil, Gung De Dorong Intervensi Pemerintah

    Pelestarian Budaya Bertumpu pada Rakyat Kecil, Gung De Dorong Intervensi Pemerintah

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    BADUNG – Ujian kenaikan tingkat Sanggar Tari Semara Duta yang digelar di Pura Desa lan Puseh Padang Luwih, Minggu (15/2/2026), tak sekadar menjadi ajang evaluasi bagi 162 anak penari dari Denpasar dan Badung. Di balik gerak gemulai dan sorot mata penuh percaya diri para peserta, tersimpan potret sosial tentang siapa sesungguhnya yang menopang pelestarian budaya […]

  • Subsidi BBM dan LPG Dipangkas Rp11,44 Triliun, Anggaran MBG 2027 Tembus Rp240,2 Triliun

    Subsidi BBM dan LPG Dipangkas Rp11,44 Triliun, Anggaran MBG 2027 Tembus Rp240,2 Triliun

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    APBN 2027 mengalokasikan Rp232,8 triliun untuk program pemenuhan gizi nasional, sementara subsidi BBM dan LPG 3 kilogram turun menjadi Rp131,39 triliun. JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu prioritas utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. Di tengah besarnya alokasi program pemenuhan gizi nasional, pemerintah […]

  • Penolakan PSEL Diduga Cara Politik Kotor Untuk Tetap Memajukan Pembangunan FSRU LNG, Tolak!

    Penolakan PSEL Diduga Cara Politik Kotor Untuk Tetap Memajukan Pembangunan FSRU LNG, Tolak!

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Rencana Pembangunan Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di lahan milik Pelindo seluas 6 hektare mendapat penolakan dari sejumlah warga di Banjar Pesanggaran dengan alasan dekat permukiman, kawasan suci, dan jalur pariwisata. Penolakan ini seperti ada dugaan politik yang menunggangi, Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali tidak didanai langsung […]

expand_less