Breaking News
light_mode

Tutik Kusuma Wardhani: Koruptor Harus Dihukum, Program Makan Bergizi Gratis Jangan Dikorbankan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap dilanjutkan karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, jika ditemukan praktik korupsi dalam pelaksanaannya, yang harus ditindak adalah pelakunya, bukan menghentikan program yang telah membantu jutaan penerima manfaat.

Pernyataan tersebut disampaikan Tutik usai mengikuti kegiatan Gerakan Langit Biru: Indonesia Asri yang diselenggarakan DPD Partai Demokrat Bali di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Denpasar dan Desa Adat Denpasar, Jumat (10/7/2026).

Sebagai anggota DPR RI yang rutin menyerap aspirasi masyarakat di berbagai desa di Bali, Tutik mengaku melihat langsung besarnya manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa.

“Terus terang saja, kalau saya turun langsung ke desa-desa, program MBG ini masih sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Tutik menjelaskan, keberadaan dapur MBG telah menciptakan mata rantai ekonomi baru karena kebutuhan bahan pangan dipasok dari petani, peternak, nelayan, hingga pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.

“Di mana ada dapur MBG, di sana hasil produksi masyarakat ikut terserap. Petani, peternak, nelayan hingga UMKM memperoleh manfaat karena kebutuhan bahan baku terus berjalan. Artinya, ekonomi desa juga ikut bergerak,” katanya.

Menurut politisi Partai Demokrat itu, dampak Program Makan Bergizi Gratis tidak berhenti pada aspek ekonomi. Program tersebut juga memiliki nilai sosial yang penting karena membangun kebersamaan di lingkungan sekolah.

Ia menilai kegiatan makan bersama mampu menghapus sekat sosial di antara para siswa tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga.

“Anak-anak makan bersama tanpa ada perbedaan antara yang berasal dari keluarga mampu maupun yang kurang mampu. Kebersamaan seperti itu sangat penting ditanamkan sejak dini,” ungkapnya.

Selain itu, Tutik mengatakan Program Makan Bergizi Gratis menjadi sarana pendidikan mengenai pola makan sehat. Fokus utama program, kata dia, bukan sekadar memberikan makanan, tetapi memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang seimbang untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan mereka.

“Yang dibutuhkan anak-anak bukan makan sebanyak-banyaknya, tetapi makan dengan gizi yang seimbang. Itu yang akan mendukung pertumbuhan dan kualitas sumber daya manusia ke depan,” jelasnya.

Manfaat lain yang dirasakan masyarakat, lanjut Tutik, adalah berkurangnya beban para orang tua, khususnya di pedesaan. Banyak orang tua yang harus berangkat bekerja sejak pagi sehingga tidak selalu memiliki kesempatan menyiapkan sarapan bagi anak-anaknya.

“Banyak orang tua murid menyampaikan kepada saya bahwa mereka merasa terbantu. Beban keluarga menjadi lebih ringan karena anak-anak tetap memperoleh makanan bergizi di sekolah,” tuturnya.

Meski memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, Tutik menilai pemerintah tetap harus melakukan evaluasi dan pembenahan tata kelola agar pelaksanaannya semakin transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Ia menegaskan, apabila ditemukan penyimpangan atau tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan MBG, aparat penegak hukum harus bertindak tanpa kompromi.

“Hanya tata kelolanya yang memang harus diperbaiki. Kalau ada yang korupsi, silakan aparat penegak hukum menjalankan tugasnya. Yang salah adalah oknumnya, bukan programnya,” tegas Tutik.

Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan sebuah program pemerintah tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan kebijakan yang terbukti memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Berdasarkan pengalamannya turun langsung ke lapangan, Tutik mengaku melihat antusiasme masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis masih sangat tinggi. Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah terus menyempurnakan tata kelola program tanpa menghilangkan tujuan utamanya, yakni meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Bagi kami yang sering turun ke bawah, apa pun partainya, pasti tahu manfaat program ini. Bahkan di negara-negara maju pun program makan bergizi seperti ini masih dijalankan karena terbukti menjadi investasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

  • Chastity

    Thwnks foor our marvelous posting! I certzinly enjoyed reading it, yoou coud bbe a grreat author.I will alwayus bookmark yur log and definitely
    will come back laer on. I wwnt too encourage yyou to ultimately
    cokntinue youur great work, hage a nuce morning! xnxx

    Haave a lopok att mmy bblog posst xnxx tube

    Balas16 September 2026 2:54 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKB XLVIII 2026 Terapkan Pengawasan Ketat, Plastik Sekali Pakai Dilarang Masuk Art Centre

    PKB XLVIII 2026 Terapkan Pengawasan Ketat, Plastik Sekali Pakai Dilarang Masuk Art Centre

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Taman Budaya Bali mendapat pengawasan ketat dari personel gabungan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan bebas dari penggunaan plastik sekali pakai (PSP). Pengamanan melibatkan unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan Provinsi Bali dan Kota Denpasar, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi […]

  • Festival Penjor Serangan 2026 Perkuat Pelestarian Budaya, BTID dan Desa Adat Bersinergi Dukung Generasi Muda

    Festival Penjor Serangan 2026 Perkuat Pelestarian Budaya, BTID dan Desa Adat Bersinergi Dukung Generasi Muda

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Festival Penjor 2026 kembali digelar di Desa Adat Serangan, Denpasar Selatan, sebagai upaya melestarikan tradisi Bali sekaligus mempererat sinergi antara masyarakat adat dan PT Bali Turtle Island Development (BTID). Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, festival ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas tanpa meninggalkan pakem budaya yang diwariskan leluhur. Semangat para yowana […]

  • Ombudsman Soroti 652 Aduan THR Belum Tuntas, Minta Pengawasan 2026 Diperkuat

    Ombudsman Soroti 652 Aduan THR Belum Tuntas, Minta Pengawasan 2026 Diperkuat

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAKARTA – Ombudsman RI menilai pengawasan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan bagi pekerja swasta belum berjalan optimal. Dalam kurun 2023 hingga 2025, tercatat 652 laporan dugaan maladministrasi distribusi THR yang belum sepenuhnya diselesaikan pemerintah. Anggota Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng, menyatakan persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius menjelang pembayaran THR 2026. Ia meminta […]

  • HARRIS Sunset Road dan Nikhila Seminyak Borong Penghargaan Bali Tourism Awards 2026

    HARRIS Sunset Road dan Nikhila Seminyak Borong Penghargaan Bali Tourism Awards 2026

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Bali Tourism Awards 2026 mengakui dua properti tersebut atas kualitas hospitality dan positioning masing-masing di tengah persaingan industri pariwisata Bali. BALI — Dua properti hospitality di Bali, HARRIS Hotel & Residences Sunset Road Bali dan Nikhila Hotel Seminyak Bali, mencatatkan prestasi dalam ajang Bali Tourism Awards 2026 yang digelar di The Meru Sanur, Bali, pada […]

  • Tanpa Pendidikan dan Kesejahteraan, Demokrasi Jadi Alat Manipulasi Kekuasaan

    Tanpa Pendidikan dan Kesejahteraan, Demokrasi Jadi Alat Manipulasi Kekuasaan

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    Tanpa masyarakat yang terdidik dan sejahtera, demokrasi berisiko kehilangan substansi dan berubah menjadi sekadar prosedur politik. JAKARTA — Demokrasi kerap dipuji sebagai sistem yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Namun, demokrasi tidak selalu otomatis menghadirkan keadilan. Ketika pendidikan dan kesejahteraan masyarakat belum menjadi fondasi yang kuat, demokrasi justru berpotensi berubah menjadi arena perebutan kekuasaan semata. […]

  • Finlandia Olah Minyak Goreng Bekas Jadi Diesel Terbarukan

    Finlandia Olah Minyak Goreng Bekas Jadi Diesel Terbarukan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Finlandia kembali menunjukkan komitmennya terhadap inovasi ramah lingkungan dengan mengolah minyak goreng bekas menjadi diesel terbarukan. Limbah minyak dari rumah tangga, restoran, dan industri makanan dikumpulkan secara terorganisir untuk kemudian diproses menjadi bahan bakar alternatif bagi kendaraan bermotor. Program ini dirancang untuk menjawab dua persoalan sekaligus, yakni pengelolaan sampah dan kebutuhan energi. Minyak […]

expand_less