Breaking News
light_mode

Pengempon Pura Bantah Isu Pembatasan Akses di KEK Kura Kura Bali! Umat Tetap Bebas Sembahyang, Nelayan Tetap Melaut

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Polemik mengenai dugaan pembatasan akses menuju pura-pura di kawasan KEK Kura Kura Bali, Serangan, Denpasar Selatan, kembali mendapat tanggapan dari para pengempon pura dan prajuru adat. Mereka menegaskan bahwa isu yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Dalam rapat dengar pendapat yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali terkait perlindungan pura di kawasan PT Bali Turtle Island Development (BTID), Kamis (25/6/2026), para pengempon menyatakan umat Hindu tetap dapat bersembahyang seperti biasa tanpa adanya larangan.

Salah satu pengempon pura di kawasan KEK Kura Kura Bali, Made Sandya, mengatakan akses menuju pura tidak pernah ditutup bagi umat Hindu. Menurutnya, penerapan identitas (ID) bagi nelayan maupun masyarakat yang memasuki kawasan dilakukan semata-mata untuk alasan keamanan karena masih berlangsung aktivitas pembangunan.

“Akses ke pura di kawasan Kura Kura Bali tidak pernah dilarang. Penggunaan ID hanya untuk mendukung sistem keamanan mengingat masih ada pekerjaan proyek di dalam kawasan,” ujar Made Sandya.

Ia berharap hubungan antara masyarakat Desa Serangan, pemerintah, dan pihak BTID terus terjalin dengan baik sehingga pembangunan kawasan dapat berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai adat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap pemerintah, masyarakat, dan BTID terus bekerja sama agar pembangunan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Bali,” katanya.

Senada dengan itu, Prajuru Adat Serangan Bidang Palemahan, I Made Karsa, mewakili Bendesa Adat Serangan, menilai berbagai informasi yang beredar di media sosial kerap tidak menggambarkan fakta sebenarnya.

Pemedek di Pura Sakenan.

Menurutnya, hingga kini masyarakat Serangan maupun umat Hindu dari luar desa tetap dapat memasuki kawasan untuk bersembahyang selama mengenakan pakaian adat.

“Sepanjang yang saya ketahui, masyarakat Serangan maupun dari luar yang datang untuk sembahyang dengan pakaian adat tidak pernah mengalami kendala,” ungkapnya.

Pemedek di Pura Sakenan.

Pernyataan serupa sebelumnya juga disampaikan Prajuru Adat Desa Serangan, I Wayan Patut. Ia menegaskan tidak pernah ada kebijakan yang melarang umat memasuki pura-pura di kawasan BTID.

Bahkan, keberadaan pura dan jalur upacara adat telah diatur dalam nota kesepahaman (MoU) antara para pihak. Sejumlah pura yang sebelumnya berada di area pembebasan lahan juga telah dikembalikan kepada pengempon, disertai dukungan berupa penataan kawasan dan fasilitas penerangan.

Ketua Pengempon Pura Tirta Harum, Nyoman Nada, turut memastikan umat Hindu tetap bebas melaksanakan persembahyangan, termasuk saat hari-hari suci seperti Purnama, Tilem, maupun Kajeng Kliwon.

Saat ini terdapat delapan pura yang berada di dalam kawasan KEK Kura Kura Bali, yakni Pura Beji, Pura Tirta Harum, Pura Patpayung, Pura Tanjung Sari, Pura Batu Kerep, Pura Puncakin Tingkih, Pura Batu Api, dan Pura Taman Sari.

Seluruh rangkaian upacara keagamaan, termasuk piodalan dan pujawali, disebut berlangsung lancar melalui koordinasi antara pengempon, masyarakat adat, dan manajemen BTID.

Selain memastikan kebebasan beribadah, pihak pengelola kawasan juga menyatakan akses masyarakat pesisir, khususnya nelayan, tetap difasilitasi. Hingga kini, sebanyak 406 nelayan Desa Serangan yang telah terdaftar dapat keluar-masuk kawasan untuk melaut melalui jalur yang telah disepakati.

Kolaborasi antara BTID dan nelayan setempat diharapkan terus mendukung keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir sekaligus menjaga harmonisasi antara pembangunan kawasan, aktivitas ekonomi, dan pelestarian adat serta budaya Bali.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukungan 212 Advokat Mengalir, Ariel Suardana Maju sebagai Calon Ketua PERADI SAI Denpasar 2026-2030

    Dukungan 212 Advokat Mengalir, Ariel Suardana Maju sebagai Calon Ketua PERADI SAI Denpasar 2026-2030

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Peta persaingan menuju Musyawarah Cabang (Muscab) II PERADI Suara Advokat Indonesia (PERADI SAI) Denpasar periode 2026-2030 mulai menghangat. Solidaritas Advokat Untuk Perubahan (SAUP) PERADI SAI secara resmi menyatakan dukungannya kepada I Made Ariel Suardana, S.H., M.H. untuk maju sebagai calon Ketua PERADI SAI Denpasar. Dukungan tersebut datang dari berbagai elemen advokat, mulai dari […]

  • Cium Aroma Melenceng! Gung Cok Harapkan Pansus TRAP Kembali Fokus Awal

    Cium Aroma Melenceng! Gung Cok Harapkan Pansus TRAP Kembali Fokus Awal

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR — Fraksi Partai Golkar DPRD Bali meminta Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali tetap berjalan sesuai tujuan awal pembentukannya, yakni memperkuat pengawasan tata ruang, alih fungsi lahan, kerusakan lingkungan, serta persoalan perizinan yang berdampak pada masyarakat. Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali yang juga Wakil Ketua Pansus TRAP, Anak Agung […]

  • Tutik Kusuma Wardhani: Siwalatri Jadi Momentum Introspeksi dan Pencerahan Batin

    Tutik Kusuma Wardhani: Siwalatri Jadi Momentum Introspeksi dan Pencerahan Batin

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 9Komentar

    Denpasar — Anggota DPR RI Komisi IX, Tutik Kusuma Wardhani, menyampaikan ucapan Rahajeng Nyanggra Rahina Suci Siwalatri kepada seluruh umat Hindu, bertepatan dengan perayaan Hari Suci Siwalatri pada Sabtu, 17 Januari 2026. Tutik berharap perayaan Hari Suci Siwalatri yang diperingati setahun sekali ini dapat berlangsung penuh makna serta membawa berkah bagi umat Hindu, khususnya di […]

  • Ketum PPWI Gelar Pertemuan Silaturahmi dengan Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad

    Ketum PPWI Gelar Pertemuan Silaturahmi dengan Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    Jakarta – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan silaturahmi antara Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, dengan Wakil Ketua DPR RI, Prof. Dr. Sufmi Dasco Ahmad, pada Rabu pagi, 10 Desember 2025. Pertemuan yang berlangsung di The Café, Hotel Mulia Senayan, Jakarta Pusat, itu dimulai pukul 08.00 hingga 09.30 WIB dan […]

  • Tokoh Papua Kecam Klaim Sepihak Benny Wenda sebagai “Presiden West Papua”

    Tokoh Papua Kecam Klaim Sepihak Benny Wenda sebagai “Presiden West Papua”

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JAYAWIJAYA — Klaim sepihak yang kembali diumumkan oleh Benny Wenda sebagai “Presiden West Papua” memicu gelombang penolakan dan kecaman dari berbagai elemen masyarakat Papua. Pernyataan tersebut dinilai tidak mewakili kehendak warga dan justru dianggap sebagai tindakan provokatif yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Tanah Papua. Sejumlah tokoh adat, pemuka agama, hingga masyarakat menilai langkah Benny […]

  • BULOG Bali Tegaskan Minyakita Tetap Tersedia, Penjualan di Atas HET Bukan dari Mitra Resmi

    BULOG Bali Tegaskan Minyakita Tetap Tersedia, Penjualan di Atas HET Bukan dari Mitra Resmi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Perum BULOG Kantor Wilayah Bali memastikan distribusi minyak goreng rakyat Minyakita di seluruh Bali berjalan normal dan berkelanjutan. Pasokan produk tersebut terus disalurkan melalui pasar tradisional, jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), serta mitra resmi binaan BULOG guna menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bagi masyarakat. Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bali, Simon Melkisedek Lakapu, mengatakan […]

expand_less